ITATSITATS

Tekstur (Jurnal Arsitektur)Tekstur (Jurnal Arsitektur)

Arsitektur kontekstual sebagai pendekatan desain berfokus dalam keselarasan bangunan yang mempertimbangkan aspek lingkungan fisik, sosial, budaya, maupun historis sekitarnya. Dalam konteks Bali, bangunan komersial seperti perbelanjaan modern menghadapi tantangan untuk tetap mencerminkan nilai lokal di tengah tren desain global. Penelitian ini bertujuan membandingkan prinsip harmoni dan kontras yang diterapkan pada desain fasad Icon Bali Mall dan Living World Denpasar untuk menilai kesesuaian kedua fasad dengan arsitektur Bali Majapahit. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, dokumentasi visual, dan studi literatur, kemudian dianalisis dengan metode studi komparatif menggunakan analisis visual dan sistem skoring kualitatif berbasis teori harmoni dan kontras. Hasil penelitian menunjukkan fasad Icon Bali Mall mengedepankan prinsip kontras melalui abstraksi bentuk tradisional yang modernis, sedangkan Living World Denpasar menonjolkan prinsip harmoni melalui bentuk tradisional asli yang disederhanakan. Temuan ini memperluas penerapan teori Brolin (1980) pada tipologi mall modern, sekaligus menegaskan bahwa baik harmoni maupun kontras dapat menjadi strategi desain fasad yang kontekstual selama tetap merujuk pada elemen lokal.

Icon Bali Mall dan Living World Denpasar sama-sama menerapkan arsitektur kontekstual, namun memiliki perbedaan dalam strategi penerapannya.Icon Bali Mall lebih menekankan prinsip kontras melalui pengolahan bentuk baru yang mengabstraksi arsitektur Bali Majapahit, sementara Living World Denpasar lebih menekankan prinsip harmoni dengan penyederhanaan bentuk dan penggunaan material lokal.Penelitian ini memperluas penerapan teori Brolin (1980) pada tipologi mall modern dan menunjukkan bahwa harmoni serta kontras dapat menjadi strategi desain yang efektif untuk menjaga identitas budaya lokal.

Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dikembangkan. Pertama, penelitian dapat dilakukan pada pusat perbelanjaan lain di Bali dengan konteks budaya yang berbeda untuk membandingkan strategi desain kontekstual yang lebih luas. Kedua, analisis pengaruh prinsip harmoni dan kontras terhadap perilaku pengunjung mall dapat dikaji untuk mengevaluasi efektivitas desain dalam meningkatkan pengalaman pengguna. Ketiga, penelitian tentang penerapan material tradisional dalam desain fasad mall modern dapat dilakukan untuk mengukur keberlanjutan dan adaptasi budaya dalam konteks globalisasi. Saran-saran ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman tentang bagaimana arsitektur kontekstual dapat diintegrasikan secara lebih efektif dalam tipologi bangunan komersial.

  1. Estetika Fasad Pada Pusat Perbelanjaan (Studi Kasus : Grand Mall Maros) | Jurnal Penelitian Enjiniring.... doi.org/10.25042/jpe.052022.07Estetika Fasad Pada Pusat Perbelanjaan Studi Kasus Grand Mall Maros Jurnal Penelitian Enjiniring doi 10 25042 jpe 052022 07
Read online
File size3.12 MB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test