UGUG

Jurnal Ilmiah Desain & KonstruksiJurnal Ilmiah Desain & Konstruksi

Pertumbuhan kota sering kali menyebabkan kurangnya Ruang Terbuka Hijau (RTH), terutama di kawasan metropolitan yang padat. Di Jakarta Barat, ketersediaan RTH saat ini masih jauh di bawah ambang batas 14% yang ditetapkan, sehingga menimbulkan tantangan bagi kualitas lingkungan, inklusivitas sosial, dan ketahanan iklim. Penelitian ini menyusun strategi retrofit skematik untuk Taman Jalur Hijau Kosambi yang belum berfungsi optimal. Metode yang digunakan bersifat kualitatif-deskriptif yang mengacu kepada konsep universal design, community-based placemaking, dan nature-based solutions. Tujuan utama penelitian ini adalah merumuskan kerangka spasial strategis guna meningkatkan aksesibilitas, inklusivitas, dan fungsi ekologis.

Penelitian ini mengkaji potensi strategi desain retrofit untuk meningkatkan kualitas serta fungsi RTH yang kurang optimal di kawasan perkotaan padat seperti Jakarta Barat.Studi kasus Taman JHK menunjukkan bahwa permasalahan utama terletak pada rendahnya aksesibilitas fisik, minimnya fasilitas inklusif, lemahnya konektivitas transportasi, serta keterbatasan ketahanan vegetasi dan sistem resapan air.Melalui pendekatan retrofit berbasis prinsip universal design, community-based placemaking, dan nature-based solutions, penelitian ini merumuskan kerangka konseptual peningkatan kualitas taman yang mencakup lima aspek utama, yaitu.(1) penambahan jalur ramp dan tactile paving untuk aksesibilitas universal.(2) penyediaan fasilitas inklusif seperti toilet universal dan area refleksi lansia.(3) pengembangan zona sosial berupa plaza komunitas dan taman edukatif.(4) integrasi konektivitas dengan jalur sepeda dan halte transportasi publik.serta (5) penerapan rain garden, pohon peneduh dan area retensi air untuk ketahanan ekologis.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dipertimbangkan beberapa saran berikut: Pertama, melakukan studi lebih mendalam tentang dampak intervensi retrofit terhadap kualitas lingkungan dan sosial di Taman JHK. Kedua, mengeksplorasi strategi retrofit yang lebih spesifik dan terukur, seperti mengukur peningkatan penyerapan air hujan, penurunan suhu mikroklimat, dan peningkatan keanekaragaman hayati. Ketiga, mengembangkan model simulasi untuk mengevaluasi dampak intervensi retrofit terhadap ketahanan ekologis dan sosial taman. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi yang lebih konkret dan terukur dalam upaya meningkatkan kualitas ruang terbuka hijau di kawasan perkotaan.

  1. DESAIN RETROFIT UNTUK OPTIMASI RUANG TERBUKA HIJAU DI TAMAN JALUR HIJAU KOSAMBI, JAKARTA BARAT | Jurnal... ejournal.gunadarma.ac.id/index.php/dekons/en/article/view/234DESAIN RETROFIT UNTUK OPTIMASI RUANG TERBUKA HIJAU DI TAMAN JALUR HIJAU KOSAMBI JAKARTA BARAT Jurnal ejournal gunadarma ac index php dekons en article view 234
  2. ANALISIS PERBANDINGAN GREEN URBANISM DI KOTA JAKARTA DAN SURABAYA | Syukri | Jurnal Pengembangan Kota.... ejournal2.undip.ac.id/index.php/jpk/article/view/14582ANALISIS PERBANDINGAN GREEN URBANISM DI KOTA JAKARTA DAN SURABAYA Syukri Jurnal Pengembangan Kota ejournal2 undip ac index php jpk article view 14582
  3. Revisiting the “Model of Place”: A Comparative Study of Placemaking and Sustainability |... doi.org/10.17645/up.v4i2.2015Revisiting the AuModel of PlaceAy A Comparative Study of Placemaking and Sustainability doi 10 17645 up v4i2 2015
Read online
File size1.85 MB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test