UGUG

Jurnal Ilmiah Desain & KonstruksiJurnal Ilmiah Desain & Konstruksi

Perencanaan kebutuhan material merupakan bagian penting dalam pengendalian proyek konstruksi karena material memiliki kontribusi besar terhadap biaya pekerjaan. Ketidaktepatan perencanaan material dapat menyebabkan kelebihan pengadaan, kekurangan material, pemborosan biaya, dan keterlambatan pelaksanaan. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung kebutuhan material struktur beton bertulang dan menentukan material dominan berdasarkan kontribusi biaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode perhitungan kebutuhan material berbasis koefisien Analisis Harga Satuan Pekerjaan dan metode Pareto. Objek penelitian adalah pekerjaan struktur beton bertulang pada proyek gedung di Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan. Data penelitian meliputi volume pekerjaan beton, pembesian, bekisting, koefisien bahan, dan harga satuan material. Hasil perhitungan total estimasi biaya material struktur beton bertulang sebesar Rp48.212.479.845 menunjukkan bahwa baja tulangan memiliki kontribusi terbesar, yaitu Rp26.823.407.848 atau 55,64% dari total biaya material. Beton siap pakai fc35 MPa memberikan kontribusi sebesar 21,33%, sedangkan beton siap pakai fc40 MPa memberikan kontribusi sebesar 8,15%. Ketiga material tersebut menghasilkan kontribusi kumulatif sebesar 85,11%. Hasil analisis Pareto menunjukkan bahwa baja tulangan dan beton siap pakai menjadi material prioritas utama dalam pengendalian proyek. Penelitian ini memberikan dasar perencanaan kebutuhan material yang terukur dan dapat digunakan untuk mendukung pengendalian biaya pekerjaan struktur.

Berdasarkan perhitungan, kebutuhan material struktur beton bertulang dapat direncanakan secara sistematis menggunakan volume pekerjaan dan koefisien Analisis Harga Satuan Pekerjaan.Volume pekerjaan yang dianalisis terdiri atas beton fc35 MPa sebesar 6.119,923 m³, beton fc40 MPa sebesar 2.Hasil perhitungan menunjukkan bahwa kebutuhan beton ready mix fc35 MPa adalah 6.242,321 m³, beton ready mix fc40 MPa adalah 2.663,454 kg, dan kawat bendrat adalah 46.Kebutuhan material bekisting terdiri atas papan kayu kelas III sebesar 24,482 m³, balok kayu kelas II sebesar 253,563 m³, plywood 12 mm sebesar 6.354,161 lembar, dolken kayu 8–10 cm sebesar 59.Hasil estimasi biaya menunjukkan bahwa total biaya material struktur beton bertulang adalah sebesar Rp48.Baja tulangan menjadi material dengan biaya terbesar, yaitu Rp26.848 atau 55,64% dari total biaya material.Beton ready mix fc35 MPa menempati urutan kedua dengan biaya sebesar Rp10.Beton ready mix fc40 MPa menempati urutan ketiga dengan biaya sebesar Rp3.Hasil tersebut menunjukkan bahwa baja tulangan dan beton ready mix merupakan komponen material yang paling berpengaruh terhadap biaya pekerjaan struktur beton bertulang.Hasil analisis Pareto menunjukkan bahwa baja tulangan, beton ready mix fc35 MPa, dan beton ready mix fc40 MPa termasuk dalam kelompok material prioritas utama.Ketiga material tersebut menghasilkan kontribusi kumulatif sebesar 85,11% terhadap total biaya material.Material prioritas menengah terdiri atas plywood 12 mm, balok kayu kelas II, dan kawat bendrat.Material prioritas rendah terdiri atas dolken kayu 8–10 cm, paku, minyak bekisting, papan kayu kelas III, dan spacer.Hasil ini menunjukkan bahwa pengendalian material perlu difokuskan terlebih dahulu pada baja tulangan dan beton ready mix karena kedua kelompok material tersebut memiliki pengaruh paling besar terhadap biaya pekerjaan struktur.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan analisis lebih mendalam tentang pengaruh kualitas material terhadap biaya dan waktu pelaksanaan proyek. Selain itu, dapat juga dilakukan studi kasus tentang strategi pengendalian material yang efektif dalam proyek konstruksi, termasuk strategi pengadaan, penyimpanan, dan penggunaan ulang material. Penelitian ini dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan praktik manajemen material yang lebih efisien dan efektif dalam industri konstruksi.

  1. PERENCANAAN KEBUTUHAN MATERIAL STRUKTUR BETON BERTULANG MENGGUNAKAN KOEFISIEN AHSP DAN PARETO | Jurnal... doi.org/10.35760/dk.2025.v24i2.268PERENCANAAN KEBUTUHAN MATERIAL STRUKTUR BETON BERTULANG MENGGUNAKAN KOEFISIEN AHSP DAN PARETO Jurnal doi 10 35760 dk 2025 v24i2 268
Read online
File size550.17 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test