ITATSITATS

Tekstur (Jurnal Arsitektur)Tekstur (Jurnal Arsitektur)

Sungai Kalimas merupakan jalur perairan perkotaan bersejarah di Surabaya yang mengalami penurunan fungsi dan persepsi akibat perubahan infrastruktur serta kurangnya integrasi dengan kehidupan perkotaan kontemporer. Sebagai respons terhadap kondisi tersebut, Pemerintah Kota Surabaya melaksanakan inisiatif revitalisasi dengan menghadirkan instalasi Light art di sepanjang rute wisata perahu Sungai Kalimas sebagai strategi untuk mengaktifkan kembali sungai sebagai ruang publik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi secara kritis efektivitas Light art sebagai strategi revitalisasi serta menilai kesesuaiannya dengan prinsip-prinsip Light art yang dikemukakan oleh Marco Bevolo, yaitu narasi, identitas lokal, partisipasi komunitas, keberlanjutan, dan transformasi spasial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif-analitis yang didasarkan pada observasi lapangan, dokumentasi visual, studi literatur, serta data sekunder dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surabaya. Hasil analisis menunjukkan bahwa instalasi Light art tersebut efektif dalam meningkatkan daya tarik visual Sungai Kalimas, memperbaiki citra kawasan, serta mendorong aktivitas ekonomi lokal melalui peningkatan pariwisata dan keterlibatan UMKM. Namun, dari sudut pandang konseptual, instalasi tersebut belum sepenuhnya merepresentasikan prinsip-prinsip utama Light art, karena lebih berfungsi sebagai pencahayaan dekoratif daripada sebagai ekspresi budaya yang berbasis narasi dan partisipasi masyarakat. Penelitian ini berkontribusi pada wacana arsitektur dan perancangan kota dengan menegaskan perbedaan antara efektivitas visual dan kedalaman konseptual dalam revitalisasi berbasis Light art. Temuan penelitian ini menekankan pentingnya penerapan Light art yang lebih kritis dan peka terhadap konteks, dengan mengintegrasikan narasi sejarah, identitas lokal, serta proses partisipatif guna mencapai revitalisasi ruang publik yang bermakna dan berkelanjutan.

Instalasi pencahayaan di sepanjang Sungai Kalimas efektif dalam meningkatkan citra visual kawasan dan menghidupkan kembali aktivitas ruang publik, khususnya pada malam hari.Dari sudut pandang revitalisasi fisik dan ekonomi, Light art berperan sebagai katalis yang mendorong peningkatan kunjungan wisata dan aktivitas UMKM di sekitar kawasan Taman Prestasi.Namun, efektivitas tersebut bersifat terbatas pada aspek visual dan fungsional, serta belum mencerminkan kualitas Light art secara konseptual.Berdasarkan evaluasi terhadap prinsip Light art menurut Marco Bevolo, instalasi pencahayaan di Sungai Kalimas cenderung berfungsi sebagai elemen dekoratif, tanpa didukung oleh narasi sejarah, identitas lokal yang kuat, maupun keterlibatan komunitas dalam proses perancangannya.Temuan ini mengindikasikan adanya kesenjangan antara keberhasilan revitalisasi secara pragmatis dan kedalaman makna kultural yang seharusnya menjadi inti dari Light art dalam ruang publik.

Penelitian selanjutnya dapat mengkaji pengembangan Light art yang lebih berfokus pada narasi sejarah Sungai Kalimas, seperti menciptakan instalasi yang menggambarkan peran sungai sebagai jalur perdagangan kota. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi partisipasi komunitas lokal dalam proses perancangan Light art untuk memperkuat identitas tempat dan rasa memiliki ruang publik. Terakhir, penelitian dapat mengevaluasi potensi teknologi interaktif dalam meningkatkan keterlibatan pengunjung, seperti penggunaan sensor untuk mengubah pencahayaan berdasarkan respons masyarakat, sehingga Light art tidak hanya menjadi elemen visual tetapi juga medium komunikasi yang dinamis.

Read online
File size700.37 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test