ASSYIFAASSYIFA

Kahf: Journal of Management and Sharia BusinessKahf: Journal of Management and Sharia Business

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis minat konsumen terhadap halal food di tingkat global dengan memanfaatkan data big data dari Google Trends. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan sumber data berupa indeks pencarian Google Trends menggunakan kata kunci “halal food pada cakupan seluruh dunia selama periode satu tahun terakhir. Analisis dilakukan terhadap tren pencarian dari waktu ke waktu (interest over time), sebaran geografis minat pencarian (interest by region), serta pola kebutuhan informasi konsumen berdasarkan related queries. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat global terhadap halal food berada pada tingkat yang tinggi dan relatif stabil dengan rata-rata Relative Search Volume (RSV) sebesar 83,79. Singapura, Brunei Darussalam, dan Malaysia merupakan negara dengan tingkat pencarian tertinggi. Analisis kueri terkait menunjukkan bahwa kebutuhan informasi konsumen didominasi oleh pencarian lokasi makanan halal, pemahaman konsep halal, serta informasi mengenai sertifikasi halal. Temuan ini mengindikasikan bahwa halal food telah berkembang menjadi fenomena konsumsi global yang tidak hanya didorong oleh faktor religius, tetapi juga oleh pertimbangan kualitas, keamanan, dan kepercayaan konsumen. Penelitian ini menegaskan potensi Google Trends sebagai sumber big data untuk memahami dinamika pasar halal dan perilaku konsumen secara real-time.

Penelitian ini menganalisis minat konsumen global terhadap halal food menggunakan Google Trends, menemukan tingkat perhatian yang tinggi dan stabil, dipengaruhi oleh faktor musiman dan momentum keagamaan, menunjukkan evolusi halal food sebagai fenomena konsumsi global lintas batas agama.Minat pencarian tersebar di berbagai negara, termasuk negara non-Muslim mayoritas, dengan fokus utama pada pencarian lokasi, pemahaman konsep, dan sertifikasi halal.Implikasinya, industri halal global memerlukan strategi digital yang kuat, peningkatan visibilitas online, dan sistem sertifikasi kredibel untuk memenuhi kebutuhan pasar yang terus berkembang, menegaskan potensi Google Trends untuk analisis pasar real-time.

Penelitian lanjutan dapat memperdalam pemahaman kita tentang dinamika pasar halal global. Salah satu arah studi yang menarik adalah bagaimana data minat pencarian dari Google Trends berkorelasi dengan volume penjualan atau pangsa pasar aktual produk makanan halal di berbagai wilayah, dan sejauh mana korelasi ini dapat digunakan untuk memprediksi pertumbuhan pasar dengan lebih akurat. Pertanyaan penelitian ini penting untuk melihat apakah sinyal digital benar-benar merefleksikan perilaku pembelian riil. Selain itu, mengingat konsep halal tidak lagi terbatas pada makanan, investigasi tentang sub-kategori produk halal lainnya, seperti kosmetik, farmasi, atau layanan pariwisata halal, juga krusial. Bagaimana pola minat pencarian untuk kategori-kategori non-makanan ini bervariasi lintas demografi dan konteks budaya, dan bagaimana perbandingannya dengan tren pencarian makanan halal tradisional? Studi ini dapat mengungkap segmen pasar baru dan peluang diversifikasi industri halal. Terakhir, dengan semakin meningkatnya minat konsumen non-Muslim terhadap produk halal yang didasari oleh persepsi kualitas, keamanan, dan kepercayaan, perlu diteliti lebih lanjut faktor psikologis apa saja yang mendorong adopsi produk halal di luar motif religius, khususnya di pasar Barat, serta strategi komunikasi yang paling efektif untuk menjangkau segmen konsumen ini. Penjelasan tentang bagaimana nilai-nilai intrinsik halal dapat dikomunikasikan secara universal akan sangat berharga bagi pengembangan pasar.

  1. The Use of Google Trends in Health Care Research: A Systematic Review | PLOS One. google trends health... doi.org/10.1371/journal.pone.0109583The Use of Google Trends in Health Care Research A Systematic Review PLOS One google trends health doi 10 1371 journal pone 0109583
Read online
File size496.24 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test