BUSTANUL ULUMBUSTANUL ULUM
Majapahit Journal of English StudiesMajapahit Journal of English StudiesPembelajaran bahasa, khususnya pembelajaran bahasa kedua (L2), telah menjadi fokus utama dalam penelitian linguistik dan pendidikan. Tinjauan literatur ini menyintesis studi terbaru (2020–2024) untuk mengeksplorasi teori, faktor, dan metodologi utama dalam akuisisi L2. Tinjauan ini menyoroti peran faktor kognitif, sosial, dan teknologis dalam membentuk hasil pembelajaran L2. Temuan menunjukkan bahwa meskipun perbedaan individu seperti usia, motivasi, dan bakat tetap penting, teknologi baru dan pendekatan pedagogis inovatif semakin berpengaruh. Artikel ini menutup dengan implikasi untuk penelitian dan praktik masa depan dalam pengajaran dan pembelajaran L2.
Pembelajaran bahasa, khususnya pembelajaran bahasa kedua (L2), telah menjadi fokus utama dalam penelitian linguistik dan pendidikan.Tinjauan literatur ini menyintesis studi terbaru (2020–2024) untuk mengeksplorasi teori, faktor, dan metodologi utama dalam akuisisi L2.Tinjauan ini menyoroti peran faktor kognitif, sosial, dan teknologis dalam membentuk hasil pembelajaran L2.Temuan menunjukkan bahwa meskipun perbedaan individu seperti usia, motivasi, dan bakat tetap penting, teknologi baru dan pendekatan pedagogis inovatif semakin berpengaruh.Artikel ini menutup dengan implikasi untuk penelitian dan praktik masa depan dalam pengajaran dan pembelajaran L2.Tinjauan ini menegaskan sifat multifaset dari akuisisi L2, dengan menekankan interaksi kompleks antara faktor kognitif, sosial, dan teknologis.Penelitian lanjutan dapat menggali bagaimana penggunaan chatbot berbasis AI yang dirancang khusus untuk konteks multibahasa di Indonesia dapat memfasilitasi penguasaan tata bahasa L2 pada pembelajar dewasa dengan latar belakang bahasa ibu yang berbeda, dengan memantau perubahan kemampuan gramatikal mereka selama enam bulan.Selain itu, penting untuk mengeksplorasi dampak jangka panjang dari penerapan praktik translanguaging di kelas sekolah menengah Indonesia, di mana siswa diberi kebebasan menggunakan bahasa daerah dan bahasa Indonesia secara bersamaan dalam pembelajaran bahasa Inggris, untuk melihat apakah pendekatan ini meningkatkan kepercayaan diri dan kemampuan komunikatif secara berkelanjutan.Terakhir, studi longitudinal diperlukan untuk memahami bagaimana faktor motivasi intrinsik dan kapasitas memori kerja berinteraksi dalam konteks pembelajaran L2 berbasis aplikasi mobile di daerah terpencil dengan akses terbatas terhadap internet, guna menentukan apakah model pembelajaran mandiri yang mengandalkan pengulangan terjadwal tetap efektif tanpa dukungan sosial atau pengajaran langsung.Penelitian masa depan perlu fokus pada studi longitudinal untuk memahami trajektori perkembangan pembelajar L2 serta mengeksplorasi potensi alat berbasis AI dalam konteks pendidikan yang beragam.Pembelajaran bahasa, khususnya pembelajaran bahasa kedua (L2), telah menjadi fokus utama dalam penelitian linguistik dan pendidikan.Tinjauan literatur ini menyintesis studi terbaru (2020–2024) untuk mengeksplorasi teori, faktor, dan metodologi utama dalam akuisisi L2.Tinjauan ini menyoroti peran faktor kognitif, sosial, dan teknologis dalam membentuk hasil pembelajaran L2.Temuan menunjukkan bahwa meskipun perbedaan individu seperti usia, motivasi, dan bakat tetap penting, teknologi baru dan pendekatan pedagogis inovatif semakin berpengaruh.Artikel ini menutup dengan implikasi untuk penelitian dan praktik masa depan dalam pengajaran dan pembelajaran L2.
Penelitian lanjutan dapat menggali bagaimana penggunaan chatbot berbasis AI yang dirancang khusus untuk konteks multibahasa di Indonesia dapat memfasilitasi penguasaan tata bahasa L2 pada pembelajar dewasa dengan latar belakang bahasa ibu yang berbeda, dengan memantau perubahan kemampuan gramatikal mereka selama enam bulan. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi dampak jangka panjang dari penerapan praktik translanguaging di kelas sekolah menengah Indonesia, di mana siswa diberi kebebasan menggunakan bahasa daerah dan bahasa Indonesia secara bersamaan dalam pembelajaran bahasa Inggris, untuk melihat apakah pendekatan ini meningkatkan kepercayaan diri dan kemampuan komunikatif secara berkelanjutan. Terakhir, studi longitudinal diperlukan untuk memahami bagaimana faktor motivasi intrinsik dan kapasitas memori kerja berinteraksi dalam konteks pembelajaran L2 berbasis aplikasi mobile di daerah terpencil dengan akses terbatas terhadap internet, guna menentukan apakah model pembelajaran mandiri yang mengandalkan pengulangan terjadwal tetap efektif tanpa dukungan sosial atau pengajaran langsung.
| File size | 306.5 KB |
| Pages | 12 |
| DMCA | Report |
Related /
UNAIUNAI Hasil uji t berpasangan menunjukkan peningkatan signifikan pada pengurangan catatan yang terlewat, ritme yang salah, repetisi, dan jeda. Analisis menunjukkanHasil uji t berpasangan menunjukkan peningkatan signifikan pada pengurangan catatan yang terlewat, ritme yang salah, repetisi, dan jeda. Analisis menunjukkan
KAMPUNGJURNALKAMPUNGJURNAL Oleh karena itu, disarankan integrasi sistematis Contextual Teaching and Learning (CTL) ke dalam praktik pembelajaran rutin untuk hasil belajar yang lebihOleh karena itu, disarankan integrasi sistematis Contextual Teaching and Learning (CTL) ke dalam praktik pembelajaran rutin untuk hasil belajar yang lebih
UNTAG BANYUWANGIUNTAG BANYUWANGI Based on the results of the questionnaire statements number 1 to 17 students gave positive statements about Young learners perceptions of the DuolingoBased on the results of the questionnaire statements number 1 to 17 students gave positive statements about Young learners perceptions of the Duolingo
JOURNALCENTERJOURNALCENTER Dari hasil analisis statistik, menunjukkan bahwa aplikasi pupuk bokashi kotoran sapi dan pupuk organik cair dari limbah rumah tangga tidak berpengaruhDari hasil analisis statistik, menunjukkan bahwa aplikasi pupuk bokashi kotoran sapi dan pupuk organik cair dari limbah rumah tangga tidak berpengaruh
BUSTANUL ULUMBUSTANUL ULUM Analisis Wacana (DA) adalah pendekatan multidisiplin untuk mempelajari penggunaan bahasa dalam konteks sosial. Artikel ini menyajikan tinjauan pustakaAnalisis Wacana (DA) adalah pendekatan multidisiplin untuk mempelajari penggunaan bahasa dalam konteks sosial. Artikel ini menyajikan tinjauan pustaka
UNAIUNAI Metode penelitian menggunakan pendekatan fenomenologi hermeneutik melalui wawancara mendalam dengan peserta yang dipilih secara sengaja. Temuan menunjukkanMetode penelitian menggunakan pendekatan fenomenologi hermeneutik melalui wawancara mendalam dengan peserta yang dipilih secara sengaja. Temuan menunjukkan
UNAIUNAI Penelitian ini menyelidiki peran dukungan orang tua dalam memprediksi gejala depresi pada mahasiswa Filipina dengan desain survei lintas‑seksi yang melibatkanPenelitian ini menyelidiki peran dukungan orang tua dalam memprediksi gejala depresi pada mahasiswa Filipina dengan desain survei lintas‑seksi yang melibatkan
STAINSTAIN Dengan menggunakan bahasa yang santun, tidak menyinggung perasaan individu/kelompok lain, bahasa yang mencerminkan cermati logika, keruntutan berpikir,Dengan menggunakan bahasa yang santun, tidak menyinggung perasaan individu/kelompok lain, bahasa yang mencerminkan cermati logika, keruntutan berpikir,
Useful /
UNTAG BANYUWANGIUNTAG BANYUWANGI Kelompok eksperimen menunjukkan skor posttest yang lebih tinggi dibanding kelompok kontrol, sehingga hipotesis nol ditolak dan hipotesis alternatif diterima.Kelompok eksperimen menunjukkan skor posttest yang lebih tinggi dibanding kelompok kontrol, sehingga hipotesis nol ditolak dan hipotesis alternatif diterima.
UNTAG BANYUWANGIUNTAG BANYUWANGI Pengumpulan data dilakukan melalui penulisan autobiografi naratif, wawancara, jurnal reflektif, photovoice, dan rekaman video sebagai media. Hasil penelitianPengumpulan data dilakukan melalui penulisan autobiografi naratif, wawancara, jurnal reflektif, photovoice, dan rekaman video sebagai media. Hasil penelitian
UNTAG BANYUWANGIUNTAG BANYUWANGI membuat siswa aktif terlibat, membantu mengembangkan kosa kata Bahasa Inggris, serta membantu memahami kosa kata yang tidak dikenal. Selain itu, siswamembuat siswa aktif terlibat, membantu mengembangkan kosa kata Bahasa Inggris, serta membantu memahami kosa kata yang tidak dikenal. Selain itu, siswa
UNAIUNAI Survei daring dilakukan terhadap 306 mahasiswa dari tiga perguruan tinggi keagamaan. Hasil menunjukkan bahwa self-compassion tidak memiliki pengaruh langsungSurvei daring dilakukan terhadap 306 mahasiswa dari tiga perguruan tinggi keagamaan. Hasil menunjukkan bahwa self-compassion tidak memiliki pengaruh langsung