STAIDENPASARSTAIDENPASAR

Widya BalinaWidya Balina

Produksi sangat penting bagi kelangsungan hidup dan peradaban manusia dan bumi. Sesungguhnya produksi lahir dan tumbuh dari menyatunya manusia dengan alam. Manusia diciptakan sebagai khalifah untuk mengelola dan memanfaatkan bumi dan segala isinya dengan optimal dan cara-cara yang sesuai syariat. Manusia memakmurkan bumi agar manusia dapat memenuhi kebutuhan yang diinginkannya. Allah SWT telah memberikan penjelasan dari ayat-ayat Al-Quran bagaimana seharusnya manusia mengolah Bumi atau melakukan aktivitas produksi. Berdasarkan telaah normatif ayat-ayat Al-Quran, diperoleh hasil kajian bahwa peran produksi dalam perekonomian perspektif Al-Quran adalah sebagai ungkapan rasa syukur atas nikmat alam semesta yang diciptakan Allah SWT, sebagai pendongkrak kreativitas manusia, dan sebagai sarana untuk menyebarluaskan kemaslahatan yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan materi semata.

Produksi merupakan elemen fundamental bagi keberlangsungan hidup dan peradaban manusia, lahir dari penyatuan manusia dengan alam semesta.Sebagai khalifah di muka bumi, manusia ditugaskan mengelola sumber daya secara adil sesuai dengan ajaran Al‑Quran.Perspektif Al‑Quran menegaskan bahwa produksi merupakan ungkapan rasa syukur, pendongkrak kreativitas, serta sarana penyebaran kemaslahatan yang tidak semata berorientasi pada keuntungan material.

Penelitian selanjutnya dapat menguji secara empiris hubungan antara penerapan prinsip produksi Islam yang diuraikan dalam Al‑Quran dengan tingkat kesejahteraan ekonomi masyarakat, dengan merancang survei yang mencakup indikator-indikator produksi seperti volume output, nilai tambah, serta data pendapatan rumah tangga, rasa puas hidup, dan persepsi keadilan ekonomi pada beberapa komunitas Muslim di wilayah perkotaan dan pedesaan. Selain itu, studi komparatif antara model produksi halal yang berlandaskan nilai‑nilai Quran—seperti keadilan, keberlanjutan, dan kemaslahatan sosial—dengan model produksi konvensional dapat dilakukan melalui analisis kasus perusahaan manufaktur yang menerapkan standar halal versus perusahaan sekuler, untuk menilai perbedaan dampak lingkungan, efisiensi penggunaan sumber daya alam, serta tingkat inovasi dan kepatuhan regulasi. Terakhir, penelitian kualitatif yang melibatkan produsen kecil dan menengah dapat menggali secara mendalam bagaimana pemahaman nilai sosial‑ekonomi Quran memengaruhi keputusan inovasi produk, manajemen tenaga kerja, serta mekanisme distribusi manfaat dalam rantai produksi, sehingga hasilnya dapat menyusun pedoman praktis bagi pembuat kebijakan dalam merancang program dukungan ekonomi syariah yang responsif terhadap kebutuhan lokal.

  1. Konsep Produksi dalam Perspektif Baqir Shadr | El-Barka Journal of Islamic Economics and Business. konsep... jurnal.iainponorogo.ac.id/index.php/elbarka/article/view/1626Konsep Produksi dalam Perspektif Baqir Shadr El Barka Journal of Islamic Economics and Business konsep jurnal iainponorogo ac index php elbarka article view 1626
  2. PRODUKSI, DISTRIBUSI, DAN KONSUMSI DALAM ISLAM | SARI | Islamiconomic : Jurnal Ekonomi Islam. produksi... doi.org/10.32678/ijei.v5i2.24PRODUKSI DISTRIBUSI DAN KONSUMSI DALAM ISLAM SARI Islamiconomic Jurnal Ekonomi Islam produksi doi 10 32678 ijei v5i2 24
  3. Teori Produksi Imam al-Ghazali & Ibnu Khaldun Perspektif Maqashid al-Syari’ah | Istidlal: Jurnal... ojs.pps-ibrahimy.ac.id/index.php/istidlal/article/view/307Teori Produksi Imam al Ghazali Ibnu Khaldun Perspektif Maqashid al SyariAoah Istidlal Jurnal ojs pps ibrahimy ac index php istidlal article view 307
Read online
File size388.85 KB
Pages9
Short Linkhttps://juris.id/p-1Av
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test