UIIDALWAUIIDALWA
al-Rasῑkh: Jurnal Hukum Islamal-Rasῑkh: Jurnal Hukum IslamPerjanjian ekstradisi sekarang ini yang diadakan antar negara, disebabkan karena semakin berkembangnya zaman. Sekarang ini orang berbuat tindak pidana tidak takut lagi untuk melakukannya; dalam hal ini penulis akan mengkaji dari segi Fiqih Siyasah. Penulis meneliti pandangan Fiqih Siyasah mengenai perjanjian ekstradisi, konsepnya, prinsip‑prinsip umum, serta kesesuaiannya dengan materi perjanjian yang ada. Ditemukan bahwa Fiqih Siyasah mengenal perjanjian ekstradisi dan sebagian prinsipnya sudah sesuai secara substansial, namun terdapat ketidaksesuaian terutama mengenai negara‑negara yang dapat melakukan ekstradisi (hanya negara Darus Salam) serta tidaknya penjelasan mengenai status pelaku (muslim atau dzimmi). Kesimpulannya, terdapat hal‑hal yang kurang sesuai dengan Fiqih Siyasah, khususnya terkait pelaku kejahatan dan kriteria negara yang dapat menandatangani perjanjian ekstradisi.
Prinsip‑prinsip umum dalam perjanjian ekstradisi secara substansial sejalan dengan nilai‑nilai Fiqih Siyasah dalam melindungi harkat dan martabat manusia.Namun terdapat ketidaksesuaian penting, antara lain ketentuan mengenai negara yang dapat menandatangani perjanjian (hanya Darus Salam) serta kurangnya penjelasan tentang status pelaku (muslim atau dzimmi).Oleh karena itu diperlukan penyesuaian normatif yang mengintegrasikan prinsip‑prinsip Fiqih Siyasah ke dalam kerangka hukum ekstradisi modern.
Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi cara mengharmonisasikan konsep tradisional Darus Salam dan Darul Kuffar dengan standar internasional ekstradisi modern, sehingga perjanjian dapat mencakup semua negara tanpa menimbulkan konflik normatif. Selanjutnya, dilakukan studi empiris untuk mengkaji bagaimana perjanjian ekstradisi saat ini mengidentifikasi status pelaku (muslim atau dzimmi) dan implikasinya terhadap hak asasi manusia, guna menawarkan rekomendasi kebijakan yang lebih inklusif. Selain itu, analisis komparatif antara prinsip double criminality dalam Undang‑Undang Ekstradisi Indonesia dan prinsip keadilan Fiqih Siyasah dapat menghasilkan kerangka kerja harmonis yang memperkuat keadilan substantif serta meminimalisir potensi penolakan ekstradisi di tingkat internasional.
| File size | 636.78 KB |
| Pages | 23 |
| DMCA | Report |
Related /
MYJOURNALMYJOURNAL Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif, dengan pengumpulan data melalui kuesioner dan dilengkapi hasil wawancara. Algoritma regresi sederhanaMetode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif, dengan pengumpulan data melalui kuesioner dan dilengkapi hasil wawancara. Algoritma regresi sederhana
POLBANPOLBAN Proses perpindahan gigi secara manual dianggap merepotkan, sehingga pengendara lebih sering mengandalkan bantuan tenaga listrik secara terus-menerus danProses perpindahan gigi secara manual dianggap merepotkan, sehingga pengendara lebih sering mengandalkan bantuan tenaga listrik secara terus-menerus dan
UntikaUntika Masih terdapat berbagai problematika yang disebabkan lahirnya teknologi. Pada dasarnya segala bentuk perkembangan yang hadir harus dapat terkontrol denganMasih terdapat berbagai problematika yang disebabkan lahirnya teknologi. Pada dasarnya segala bentuk perkembangan yang hadir harus dapat terkontrol dengan
ARIPAFIARIPAFI fake smile bisa bernilai positif bila untuk keharmonisan, namun bermasalah bila untuk manipulasi. Rasulullah mencontohkan keseimbangan emosional wajahfake smile bisa bernilai positif bila untuk keharmonisan, namun bermasalah bila untuk manipulasi. Rasulullah mencontohkan keseimbangan emosional wajah
UNDIKMAUNDIKMA Mitra dalam kegiatan ini adalah UMKM Happy Fresh Frozen Food Cabang Bogor yang belum memiliki sistem pencatatan keuangan yang rapi dan berkelanjutan. TahapanMitra dalam kegiatan ini adalah UMKM Happy Fresh Frozen Food Cabang Bogor yang belum memiliki sistem pencatatan keuangan yang rapi dan berkelanjutan. Tahapan
ARIPAFIARIPAFI Kepemimpinan Kepala Madrasah berarti kemampuan pemimpin menggerakkan, memberi motivasi, dan mempengaruhi warga sekolah agar mau melakukan tindakan terarahKepemimpinan Kepala Madrasah berarti kemampuan pemimpin menggerakkan, memberi motivasi, dan mempengaruhi warga sekolah agar mau melakukan tindakan terarah
UINMADURAUINMADURA Komunikasi dakwah melibatkan komponen penting seperti referensi, komunikator, pesan, komunikan, media, konteks, dan umpan balik, serta subjek, objek, materi,Komunikasi dakwah melibatkan komponen penting seperti referensi, komunikator, pesan, komunikan, media, konteks, dan umpan balik, serta subjek, objek, materi,
UNWAHAUNWAHA Kehadiran peneliti sangatlah penting, oleh karena itu peneliti terjun langsung ke lapangan untuk mengamati dan mengumpulkan data yang dibutuhkan. SumberKehadiran peneliti sangatlah penting, oleh karena itu peneliti terjun langsung ke lapangan untuk mengamati dan mengumpulkan data yang dibutuhkan. Sumber
Useful /
MYJOURNALMYJOURNAL Diharapkan contoh yang telah dilakukan oleh masyarakat Jatilmulyo dapat menjadi model bagi komunitas di tempat lain sehingga upaya keberlanjutan dapatDiharapkan contoh yang telah dilakukan oleh masyarakat Jatilmulyo dapat menjadi model bagi komunitas di tempat lain sehingga upaya keberlanjutan dapat
MYJOURNALMYJOURNAL Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian terdiri dari 37 karyawan Dinas Pendidikan Kota Semarang, di mana 30 di antaranyaPenelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian terdiri dari 37 karyawan Dinas Pendidikan Kota Semarang, di mana 30 di antaranya
UINMADURAUINMADURA Negara majemuk seperti Indonesia, dapat dikatakan berada dalam ancaman yang besar jika hoaks keagamaan terus merajalela. Penelitian ini bertujuan untukNegara majemuk seperti Indonesia, dapat dikatakan berada dalam ancaman yang besar jika hoaks keagamaan terus merajalela. Penelitian ini bertujuan untuk
UINMADURAUINMADURA dan hasilnya terbilang efektif. Hal ini dilihat dari sisi kualitas keagamaan, secara sepiritual mayoritas jamaah mengaku mengalami perubahan, seperti meninggalkandan hasilnya terbilang efektif. Hal ini dilihat dari sisi kualitas keagamaan, secara sepiritual mayoritas jamaah mengaku mengalami perubahan, seperti meninggalkan