UINMADURAUINMADURA

Meyarsa: Jurnal Ilmu Komunikasi dan DakwahMeyarsa: Jurnal Ilmu Komunikasi dan Dakwah

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dakwah yang dilakukan oleh majelis Tajul Muhajirin, serta bagaiman prilaku jamaah (madu) dalam pengaplikasikan materi dakwah, yang dilakukan oleh majelis dalam upaya meningkatkan Spiritualitasmasyarakat desa Omben kabupaten Sampang. Keberhasilan dakwah yaitu mampu membawa jamaah (madu) mencapai kesadaran sepiritualnya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dangan pengumpulan data melalu observasi non partisapan dan wawancara mendalam. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa majelis Tajul Muhajirin melakukan dakwah dengan beberapa pendekatan dengan mempertimbangkan metode sebagai strategi dakwahnya. dan hasilnya terbilang efektif. Hal ini dilihat dari sisi kualitas keagamaan, secara sepiritual mayoritas jamaah mengaku mengalami perubahan, seperti meninggalkan perbuatan- perbuatan dosa, melaksanakan kewajiban sholat, puasa dan beramal sholeh serta perubahan kualitas hidup yang lebih positif dari yang buruk menjadi baik, dari yang baik menjadi lebih baik.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa dakwah merupakan upaya transformatif untuk mengubah kebiasaan buruk menjadi baik, di mana majelis taklim berperan penting dalam memfasilitasi peningkatan spiritualitas melalui pendidikan non-formal dan pengasahan ilmu agama.Majelis Tajul Muhajirin menunjukkan keberhasilan signifikan dalam dakwahnya dengan menerapkan metode dan strategi yang adaptif terhadap kondisi jamaah, terbukti dari perubahan positif perilaku pemuda dan apresiasi masyarakat yang tercermin dari bertambahnya jumlah jamaah.Namun, studi ini memiliki keterbatasan karena belum mengulas faktor-faktor pendukung keberhasilan majelis taklim dalam berdakwah secara lebih komprehensif.

Melihat keberhasilan Majelis Taklim Tajul Muhajirin dalam meningkatkan spiritualitas masyarakat, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang menarik untuk dieksplorasi agar pemahaman kita semakin komprehensif dan model dakwah ini dapat dikembangkan lebih luas. Pertama, penelitian ini baru menyebutkan perlunya kajian faktor pendukung lain. Maka, akan sangat bermanfaat jika ada studi mendalam yang mengidentifikasi secara spesifik faktor-faktor krusial di luar metode dakwah, seperti struktur organisasi, model pendanaan berkelanjutan, peran tokoh masyarakat lokal di luar pengasuh utama, atau pemanfaatan media digital, yang berkontribusi pada efektivitas dan keberlanjutan sebuah majelis taklim di berbagai konteks sosial dan budaya. Misalnya, bagaimana dinamika kepemimpinan Habib Ahmad Al Baiti berinteraksi dengan partisipasi aktif jamaah dalam menjaga semangat majelis. Kedua, mengingat fokus awal Majelis Tajul Muhajirin adalah membimbing pemuda yang berisiko, penting untuk menyelidiki lebih jauh pendekatan atau program spesifik apa saja yang paling efektif dalam menarik dan mempertahankan minat generasi muda, serta bagaimana dampak jangka panjang perubahan spiritualitas dan perilaku mereka terukur secara konkret. Penelitian bisa mengevaluasi apakah ada perbedaan signifikan dalam hasil dakwah antara kelompok usia remaja dengan jamaah dewasa. Ketiga, karena penelitian ini bersifat kualitatif deskriptif, studi selanjutnya dapat mempertimbangkan penggunaan metodologi campuran atau kuantitatif untuk mengukur tingkat perubahan spiritualitas dan perilaku masyarakat secara lebih terperinci dan dapat digeneralisasi. Misalnya, melalui survei berskala besar atau analisis komparatif dengan majelis taklim serupa di wilayah lain, untuk mengetahui sejauh mana model dakwah Tajul Muhajirin dapat direplikasi dan disesuaikan untuk mencapai hasil serupa di komunitas yang berbeda.

Read online
File size278.3 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test