JURNALDIALEKTIKAJURNALDIALEKTIKA

Jurnal Dialektika: Jurnal Ilmu SosialJurnal Dialektika: Jurnal Ilmu Sosial

Pariwisata di Nusa Penida telah berkembang pesat selama dua dekade terakhir, menjadikannya salah satu tujuan terkemuka di Provinsi Bali. Namun, peningkatan kunjungan wisatawan belum diimbangi dengan kesiapan infrastruktur dasar yang memadai seperti jalan, air bersih, listrik, transportasi umum, dan pengelolaan sampah. Studi ini bertujuan untuk menganalisis dampak keterbatasan dan ketidakcukupan infrastruktur terhadap keberlanjutan pariwisata di Nusa Penida. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi lapangan, wawancara dengan pemangku kepentingan, dan tinjauan pustaka. Temuan menunjukkan bahwa infrastruktur yang tidak memadai telah memberikan tekanan pada lingkungan, mengurangi kualitas pengalaman pengunjung, dan mengancam kesejahteraan masyarakat setempat. Meskipun demikian, inisiatif dari masyarakat setempat dan pemerintah daerah untuk mengembangkan pariwisata berbasis masyarakat menunjukkan arah positif. Studi ini merekomendasikan perencanaan terpadu di antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat untuk memperkuat infrastruktur dan memastikan tata kelola destinasi yang berkelanjutan.

Kondisi infrastruktur yang terbatas dan tidak siap di Nusa Penida secara langsung berdampak pada keberlanjutan pariwisata di wilayah tersebut.Keterbatasan infrastruktur seperti jaringan jalan yang kurang memadai, distribusi air bersih yang tidak merata, pasokan listrik yang tidak stabil, dan sistem pengelolaan sampah yang suboptimal menciptakan hambatan struktural bagi penguatan daya saing destinasi.Namun, partisipasi aktif masyarakat lokal dan inisiatif pemerintah daerah dalam mengembangkan pariwisata berbasis masyarakat memberikan harapan untuk mewujudkan model pariwisata yang lebih inklusif dan berkelanjutan.Diperlukan kebijakan publik yang komprehensif dan adaptif untuk memastikan pertumbuhan pariwisata selaras dengan kapasitas lingkungan dan sosial, serta meningkatkan ketahanan ekonomi masyarakat setempat.

Berdasarkan analisis terhadap kondisi infrastruktur yang belum memadai di Nusa Penida, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi mendalam mengenai dampak perubahan iklim terhadap ketersediaan sumber daya air dan potensi erosi pantai, serta bagaimana hal ini memengaruhi strategi pengelolaan pariwisata berkelanjutan. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model bisnis pariwisata yang melibatkan masyarakat lokal secara aktif, dengan menekankan pada diversifikasi produk wisata dan peningkatan nilai tambah ekonomi. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi potensi penerapan teknologi ramah lingkungan dalam pengelolaan sampah dan energi terbarukan untuk mengurangi dampak negatif pariwisata terhadap lingkungan. Integrasi ketiga saran ini diharapkan dapat menghasilkan strategi pariwisata yang lebih adaptif, inklusif, dan berkelanjutan di Nusa Penida, dengan mempertimbangkan tantangan lingkungan dan sosial yang terus berkembang.

  1. Policy learning and policy failure in sustainable tourism governance: from first- and second-order to... doi.org/10.1080/09669582.2011.555555Policy learning and policy failure in sustainable tourism governance from first and second order to doi 10 1080 09669582 2011 555555
  2. ANALISIS KEBIJAKAN PENATAAN KAWASAN SEMPADAN JURANG DALAM MEWUJUDKAN GREEN INFRASTRUCTURE DI KABUPATEN... journal.unpas.ac.id/index.php/kebijakan/article/view/19447ANALISIS KEBIJAKAN PENATAAN KAWASAN SEMPADAN JURANG DALAM MEWUJUDKAN GREEN INFRASTRUCTURE DI KABUPATEN journal unpas ac index php kebijakan article view 19447
  3. THE CONCEPT OF A TOURIST AREA CYCLE OF EVOLUTION: IMPLICATIONS FOR MANAGEMENT OF RESOURCES - BUTLER -... onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/j.1541-0064.1980.tb00970.xTHE CONCEPT OF A TOURIST AREA CYCLE OF EVOLUTION IMPLICATIONS FOR MANAGEMENT OF RESOURCES BUTLER onlinelibrary wiley doi 10 1111 j 1541 0064 1980 tb00970 x
Read online
File size293.92 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test