STIKESPANRITAHUSADASTIKESPANRITAHUSADA

Jurnal ABDIMAS PanritaJurnal ABDIMAS Panrita

Latar Belakang : Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang masih menjadi masalah bagi kesehatan masyarakat di Indonesia. Sehingga penyakit ini masih menjadi prioritas ini mempunyai kecenderungan semakin meluas pengendalian vektor, Bahkan penyakit penyebarannya, seiring dengan mobilitas dan pertumbuhan penduduk. Pencegahan dan penanggulangan penyakit Demam Berdarah (DBD) semata-mata bukan hanya menjadi tanggung jawab sepenuhnya pemerintah saja, akan tetapi masyarakat perlu diberdayakan dan berperan aktif dalam rangka pencegahan penyakit tersebut. Sulawesi Selatan merupakan salah satu dari lima belas propinsi yang ada di Indonsesia dengan jumlah kasus DBD terbanyak selama periode 2008-2017. Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Sulawesi Selatan mengalami peningkatan di bulan Februari 2020. Dinas Kesehatan Kota Makassar mencatat sejak memasuki tahun 2020 terdapat 65 kasus DBD. Masyarakat cenderung lupa tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan perlunya peningkatan kewaspadaan terhadap demam berdarah di lingkungan Maccini Sawah. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakan berupa penyuluhan tentang penyakit Demam Berdarah di Kelurahan Maccini Sawah, kota Makassar. Tujuan : untuk meningkatkan pemahaman warga dalam mencegah dan mengatasi Demam Berdarah (DBD). Metode : pengabdian masyarakat dilakukan dengan pendekatan survey, ceramah, dan diskusi. Hasil yang diperoleh adalah masyarakat mampu memahami tentang penyakit demam berdarah. Kesimpulan : Kegiatan penyuluhan ini memberikan pengalaman yang baik kepada para masyarakat di kelurahan maccini sawah Kota Makassar agar lebih meningkatkan pemahaman dalam mencegah dan mengatasi penyakit Demam Berdarah (DBD).

Kegiatan penyuluhan ini memberikan pengalaman yang baik kepada para masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Maccini Sawah Kota Makassar.Mudah – mudahan dengan terlaksananya penyuluhan kesehatan di harapkan dapat meningkatkan pemahaman dalam mencegah dan mengatasi penyakit demam berdarah (DBD).

Untuk pengembangan lebih lanjut, penelitian berikutnya bisa meneliti seberapa jauh dampak kegiatan penyuluhan ini bertahan dalam jangka panjang. Misalnya, dengan mengukur tingkat kepatuhan masyarakat dalam melakukan praktik 3M Plus tiga atau enam bulan setelah penyuluhan, untuk melihat apakah pemahaman mereka benar-benar berubah menjadi perilaku yang berkelanjutan atau mereka kembali lupa setelah beberapa saat. Selain itu, penelitian juga bisa membandingkan efektivitas metode penyuluhan ceramah dengan pendekatan yang lebih interaktif dan praktis, seperti simulasi langsung cara membersihkan tempat penampungan air atau mendeteksi keberadaan jentik nyamuk di lingkungan rumah warga. Gagasan penelitian lain yang lebih fokus pada pemberdayaan adalah dengan membentuk dan melatih kelompok khusus di masyarakat, seperti ibu-ibu PKK atau karang taruna, untuk menjadi agen edukasi kesehatan bagi lingkungannya sendiri. Pertanyaan besarnya adalah, apakah model edukasi berkelanjutan yang dilakukan oleh sesama warga ini lebih efektif dalam menurunkan kepadatan jentik nyamuk Aedes aegypti dibandingkan dengan penyuluhan umum yang hanya dilakukan sekali oleh petugas kesehatan dari luar?.

  1. Login. 0 ojs.stikespanritahusada.ac.id/index.php/jpmp/article/view/974Login 0 ojs stikespanritahusada ac index php jpmp article view 974
Read online
File size387.79 KB
Pages8
Short Linkhttps://juris.id/p-1AA
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test