NEOLECTURANEOLECTURA

JUDICIOUSJUDICIOUS

Satu kajian kuantitatif yang bertujuan untuk melihat tahap kepuasan kerja guru dan hubungannya dengan budaya kerja yang praktis di Sekolah-sekolah Menengah. Seramai 305 guru yang bertugas di Sekolah Menengah di Daerah Hulu Kinta telah terlibat di dalam kajian ini. Borang soal selidik berkaitan kepuasan kerja guru digunakan bagi mengumpul data yang dikehendaki dan dianalisis dengan bantuan Statistical Program for Science Social (SPSS) versi 23.0. Hasil kajian mendapati tahap kepuasan kerja guru adalah berada di tahap yang sederhana dengan skor min antara ±3.34 hingga ±4.27. Kajian ini juga menunjukkan terdapat perbezaan tahap kepuasan kerja antara variabel gender dan umur (F =2.735, p= 0.044), tahap pendidikan (F =2.679, p=0.047) sementara faktor status pernikahan (t=-.856 dan nilai p=0.392) dan pengalaman kerja (F= 2.014; p=0.112) pula tidak menunjukkan perbedaan dalam kepuasan kerja guru. Namun begitu kajian ini merumuskan bahwa tidak terdapat perbedaan antara band sekolah dengan budaya kerja dalam kalangan guru yang bertugas di Sekolah Menengah di Daerah Hulu Kinta Perak kecuali dalam aspek corak komunikasi dengan nilai p=.022. Kajian ini mendapati faktor budaya kerja dalam aspek pengawalan dan aspek inovasi serta mengambil risiko merupakan peramal budaya kerja paling signifikan yang mempengaruhi kepuasan kerja guru sampel kajian ini. Oleh yang demikian beberapa cadangan telah disarankan seperti kesadaran pihak pengurusan untuk memperbaiki amalan budaya kerja yang lebih positif, intervensi meningkatkan motivasi dan kebajikan para guru. Peranan murid, ibu bapa dan masyarakat juga penting sebagai satu usaha dalam membantu pihak sekolah mencapai tahap kepuasan kerja yang tinggi seterusnya membantu kecemerlangan akademik murid dan kejayaan sekolah.

Kajian ini merumuskan bahwa tahap kepuasan kerja guru adalah berada pada tahap yang sederhana.Keputusan juga menunjukkan terdapat perbedaan tahap kepuasan kerja antara variabel gender dan umur (F =2.047) sementara faktor status pernikahan (t = -.112) pula tidak menunjukkan perbedaan dalam kepuasan kerja guru.Kajian ini juga menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan antara band sekolah dengan budaya kerja dalam kalangan guru di Sekolah Menengah di Daerah Hulu Perak kecuali dalam aspek corak komunikasi.Faktor budaya kerja dalam aspek pengawalan dan inovasi serta mengambil risiko merupakan peramal paling signifikan yang mempengaruhi kepuasan kerja guru.Oleh karena itu, disarankan untuk meningkatkan praktik budaya kerja yang lebih positif, intervensi untuk meningkatkan motivasi dan kesejahteraan guru, serta melibatkan siswa, orang tua, dan masyarakat dalam upaya mencapai kepuasan kerja yang tinggi.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak pelatihan kepemimpinan transformasional terhadap budaya kerja dan kepuasan guru. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi peran teknologi pendidikan dalam meningkatkan komunikasi dan kolaborasi antar staf sekolah. Penelitian juga bisa fokus pada pengaruh keseimbangan kerja-keluarga terhadap kepuasan kerja guru, terutama di daerah pedesaan dengan sumber daya terbatas.

  1. The Influence of Work Culture in Organizations on the Work Goals of Teachers in Middle Schools in Hulu... doi.org/10.37010/jdc.v3i1.746The Influence of Work Culture in Organizations on the Work Goals of Teachers in Middle Schools in Hulu doi 10 37010 jdc v3i1 746
  2. PENGARUH BUDAYA KERJA, KOMITMEN, MOTIVASI KERJA GURU TERHADAP IKLIM ORGANISASI SD | Jurnal Akuntabilitas... doi.org/10.21831/amp.v3i2.6333PENGARUH BUDAYA KERJA KOMITMEN MOTIVASI KERJA GURU TERHADAP IKLIM ORGANISASI SD Jurnal Akuntabilitas doi 10 21831 amp v3i2 6333
  3. Vol. 3 No. 1 (2022): Judicious | JUDICIOUS. vol judicious journal published neolectura issued two times... doi.org/10.37010/jdc.v3i1Vol 3 No 1 2022 Judicious JUDICIOUS vol judicious journal published neolectura issued two times doi 10 37010 jdc v3i1
Read online
File size735.63 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test