UNTARUNTAR
Phronesis: Jurnal Psikologi Industri/OrganisasiPhronesis: Jurnal Psikologi Industri/OrganisasiPerusahaan start-up yang berbasis teknologi dan inovasi menarik bagi Generasi Z. Namun, start-up belum stabil, sehingga rawan terhadap perubahan dan risiko. Penelitian ini bertujuan melihat self-perceived employability pada karyawan Generasi Z di start-up. Self-perceived employability adalah persepsi kemampuan mempertahankan pekerjaan atau mendapatkan pekerjaan yang diinginkan. Metode penelitian kuantitatif dengan desain statistik deskriptif digunakan. Subjek penelitian adalah 246 karyawan Generasi Z di start-up. Teknik pengambilan data adalah voluntary sampling. Alat ukur self-perceived employability scale dari Rothwell dan Arnold (2007) yang diadaptasi ke dalam bahasa Indonesia digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 67% karyawan memiliki tingkat internal employability tinggi dan 69,9% memiliki tingkat external employability tinggi. Ini menunjukkan bahwa karyawan Generasi Z percaya akan kemampuan mereka dalam mempertahankan pekerjaan saat ini atau mendapatkan pekerjaan yang diinginkan.
Berdasarkan hasil penelitian terhadap 246 karyawan Generasi Z di perusahaan start-up, mayoritas partisipan memiliki tingkat self-perceived employability yang tinggi.Temuan ini menunjukkan bahwa Generasi Z memiliki keyakinan kuat terhadap kemampuan mereka dalam mempertahankan pekerjaan yang dimiliki maupun dalam memperoleh pekerjaan baru di luar organisasi saat ini.Pada dimensi internal employability, 67% partisipan berada pada kategori tinggi, yang mencerminkan bahwa mereka merasa memiliki peran dan kontribusi penting dalam organisasi tempat mereka bekerja.Hal ini mengindikasikan bahwa lingkungan kerja start-up yang terbuka dan fleksibel memungkinkan Generasi Z untuk merasa dihargai dan bernilai.Sementara itu, pada dimensi external employability, 69.9% partisipan juga berada pada kategori tinggi.Ini menunjukkan bahwa Generasi Z merasa yakin akan daya saing dan kompetensi yang mereka miliki dalam menghadapi pasar kerja eksternal.Persepsi ini kemungkinan dipengaruhi oleh tingginya literasi digital, akses terhadap peluang karier melalui platform online, dan keaktifan dalam mengikuti pelatihan atau kegiatan pengembangan diri lainnya.
Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa arah studi. Pertama, bagaimana peran lingkungan kerja start-up dalam membentuk persepsi employability karyawan Generasi Z? Studi ini dapat mengkaji lebih dalam tentang pengaruh budaya kerja, struktur organisasi, dan peluang pengembangan diri di start-up terhadap persepsi employability karyawan. Kedua, apakah ada perbedaan signifikan dalam persepsi employability antara karyawan Generasi Z yang bekerja di start-up dengan karyawan dari generasi sebelumnya? Studi ini dapat membandingkan persepsi employability antara Generasi Z dengan Generasi Y atau X, untuk memahami apakah ada perbedaan generasi dalam hal ini. Ketiga, bagaimana pengaruh pengalaman kerja awal di start-up terhadap persepsi employability karyawan Generasi Z di masa depan? Studi ini dapat mengeksplorasi apakah pengalaman kerja awal di start-up yang tidak stabil dan penuh tantangan dapat membentuk persepsi employability karyawan di masa depan, baik dalam konteks start-up maupun perusahaan lain.
- Perceived Employabillity: Peranan Career Calling dan Strategi Karir Sebagai Mediator | Psikologika: Jurnal... doi.org/10.20885/psikologika.vol22.iss1.art6Perceived Employabillity Peranan Career Calling dan Strategi Karir Sebagai Mediator Psikologika Jurnal doi 10 20885 psikologika vol22 iss1 art6
- ANALYSIS OF FACTORS INFLUENCING CAREER CHOICE IN STARTUPS IN GENERATION Z (CASE STUDY AT PT. XYZ) | Jurnal... ojs.jekobis.org/index.php/manajemen/article/view/453ANALYSIS OF FACTORS INFLUENCING CAREER CHOICE IN STARTUPS IN GENERATION Z CASE STUDY AT PT XYZ Jurnal ojs jekobis index php manajemen article view 453
| File size | 284.57 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
UNTARUNTAR Penelitian ini menyimpulkan bahwa psychological distress dipengaruhi oleh berbagai faktor psikologis dan sosial.melalui metode narrative review terhadapPenelitian ini menyimpulkan bahwa psychological distress dipengaruhi oleh berbagai faktor psikologis dan sosial.melalui metode narrative review terhadap
UNTARUNTAR Hasil menunjukkan bahwa motivasi ekstrinsik memiliki rata-rata tertinggi dengan nilai (Mean = 5. 8931, SD = 0. 61879), motivasi intrinsik dengan nilaiHasil menunjukkan bahwa motivasi ekstrinsik memiliki rata-rata tertinggi dengan nilai (Mean = 5. 8931, SD = 0. 61879), motivasi intrinsik dengan nilai
UNTARUNTAR Menurut Kepuasan hidup merupakan hal yang sangat penting bagi kesejahteraan individu, kepuasan hidup berbeda dengan kebahagiaan saat ini, yang lebih bersifatMenurut Kepuasan hidup merupakan hal yang sangat penting bagi kesejahteraan individu, kepuasan hidup berbeda dengan kebahagiaan saat ini, yang lebih bersifat
UNTARUNTAR Self-compassion merujuk pada sikap menerima diri dengan penuh kasih sayang, sementara subjective well-being menggambarkan perasaan kepuasan hidup dan kebahagiaanSelf-compassion merujuk pada sikap menerima diri dengan penuh kasih sayang, sementara subjective well-being menggambarkan perasaan kepuasan hidup dan kebahagiaan
UNTARUNTAR Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan kerja yang mendukung memiliki peran signifikan dalam meningkatkan kinerja, keterlibatan, dan retensi karyawanHasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan kerja yang mendukung memiliki peran signifikan dalam meningkatkan kinerja, keterlibatan, dan retensi karyawan
UNTARUNTAR Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa transformational leadership berhubungan positif dengan work engagement, transformational leadership berhubunganHasil penelitian ini menunjukkan bahwa transformational leadership berhubungan positif dengan work engagement, transformational leadership berhubungan
UNTARUNTAR Faktor yang paling kuat mempengaruhi kepuasan kerja karyawan senior adalah penghargaan, sedangkan faktor yang paling lemah adalah sifat pekerjaan. KaryawanFaktor yang paling kuat mempengaruhi kepuasan kerja karyawan senior adalah penghargaan, sedangkan faktor yang paling lemah adalah sifat pekerjaan. Karyawan
UNTARUNTAR Pastinya bantuan dari orang-orang terdekat merupakan hal yang paling berpengaruh dalam keseharian hidup keempat partisipan. Penelitian ini juga dapat digunakanPastinya bantuan dari orang-orang terdekat merupakan hal yang paling berpengaruh dalam keseharian hidup keempat partisipan. Penelitian ini juga dapat digunakan
Useful /
UNTARUNTAR Sebaliknya, variabel jenis kelamin dan durasi hubungan pacaran tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan terhadap kemampuan regulasi emosi. Hasil penelitianSebaliknya, variabel jenis kelamin dan durasi hubungan pacaran tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan terhadap kemampuan regulasi emosi. Hasil penelitian
UNTARUNTAR Namun, kekuatan hubungan yang lemah mengindikasikan bahwa faktor-faktor lain di luar citra tubuh turut memengaruhi tingkat pengungkapan diri remaja. OlehNamun, kekuatan hubungan yang lemah mengindikasikan bahwa faktor-faktor lain di luar citra tubuh turut memengaruhi tingkat pengungkapan diri remaja. Oleh
UNTARUNTAR Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang melibatkan 393 siswa SMA di Jakarta sebagai partisipan penelitian. Pengambilan data dengan menyebarkanPenelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang melibatkan 393 siswa SMA di Jakarta sebagai partisipan penelitian. Pengambilan data dengan menyebarkan
UNTARUNTAR Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah resiliensi berperan sebagai moderator dalam hubungan antara kelelahan emosi dan work engagement. KelelahanPenelitian ini bertujuan untuk melihat apakah resiliensi berperan sebagai moderator dalam hubungan antara kelelahan emosi dan work engagement. Kelelahan