STIKES BHMSTIKES BHM

JPKM: Jurnal Profesi Kesehatan MasyarakatJPKM: Jurnal Profesi Kesehatan Masyarakat

Gangguan kesehatan jiwa, salah satunya gangguan mental komunitas, merupakan masalah kesehatan masyarakat yang terus meningkat dan sering tidak terdeteksi secara dini, terutama di tingkat komunitas termasuk di Kabupaten Madiun. Oleh karena itu, diperlukan keterlibatan kader kesehatan jiwa yang strategis dalam mendeteksi dini gangguan mental komunitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa dan mengevaluasi peran kader kesehatan jiwa dalam deteksi dini gangguan mental komunitas menggunakan instrumen Mini MindHEAR Youth Scale (MMYS V.1) serta Patient Health Questionnaire-4 (PHQ-4). Desain penelitian yang digunakan yaitu field research dengan pendekatan Health Belief Model (HBM) yang melibatkan kader program kesehatan jiwa dalam wilayah kerja Puskesmas Mejayan Kabupaten Madiun. Hasil analisis menunjukkan bahwa peran kader dipengaruhi oleh persepsi kerentanan, keparahan, manfaat, hambatan, isyarat bertindak, dan efikasi diri. Evaluasi terhadap kader kesehatan jiwa memberikan hasil bahwa terjadi peningkatan pengetahuan sebesar 42%, peningkatan keterampilan skrining sebesar 68%, dan kader mampu mengidentifikasi gejala depresi, kecemasan, penarikan diri sosial, serta stres emosional. Kesimpulan penelitian yaitu integrasi kader terlatih dalam program kesehatan jiwa berbasis Puskesmas dan pendampingan berkelanjutan sangat diperlukan untuk meningkatkan deteksi dini gangguan mental komunitas.

Pendekatan berbasis Health Belief Model efektif digunakan untuk memahami dan memperkuat peran kader kesehatan jiwa dalam deteksi dini gangguan mental di komunitas.Integrasi kader terlatih ke dalam program kesehatan jiwa di Puskesmas, disertai dengan dukungan sistem kesehatan dan upaya pengurangan stigma masyarakat, menjadi strategi yang penting untuk meningkatkan keberhasilan program deteksi dini gangguan mental secara berkelanjutan.Bentuk dukungan yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan dapat berupa pembentukan kader mental health support group (Peer Support), Sistem Refresher Training dan Micro‑learning, Pemberian Insentif Non‑Finansial & Penghargaan (Reward System).

Penelitian selanjutnya dapat menguji sejauh mana pelatihan kader kesehatan jiwa berdampak pada penurunan prevalensi gangguan mental di komunitas selama periode satu hingga tiga tahun, dengan menggunakan desain longitudinal serta pengukuran outcome kesehatan mental berbasis PHQ‑4 dan MMYS. Selanjutnya, diperlukan studi komparatif untuk menilai efektivitas penggunaan alat skrining digital berbasis aplikasi mobile dibandingkan dengan instrumen tradisional MMYS V.1 dan PHQ‑4, khususnya dalam meningkatkan kecepatan dan akurasi deteksi dini oleh kader. Selain itu, riset dapat memperluas model integrasi kader terlatih ke dalam program kesehatan jiwa di wilayah lain dengan karakteristik sosial‑ekonomi berbeda, untuk mengevaluasi faktor‑faktor kontekstual yang mempengaruhi keberhasilan implementasi serta keberlanjutan program. Akhirnya, investigasi mengenai dampak intervensi pengurangan stigma melalui program peer‑support group terhadap kepatuhan masyarakat dalam mengikuti skrining mental oleh kader menjadi penting untuk mengoptimalkan strategi promosi kesehatan jiwa. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi kebijakan yang berbasis bukti bagi Dinas Kesehatan dalam memperkuat kapasitas kader secara berkelanjutan.

  1. Rapid methods for identifying barriers and solutions to improve access to community health services:... doi.org/10.3399/BJGPO.2023.0047Rapid methods for identifying barriers and solutions to improve access to community health services doi 10 3399 BJGPO 2023 0047
  2. DOI Name 10.1002 Values. name values index type timestamp data serv crossref email support namespace... doi.org/10.1002DOI Name 10 1002 Values name values index type timestamp data serv crossref email support namespace doi 10 1002
Read online
File size311.93 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test