POLBANGTAN GOWAPOLBANGTAN GOWA

Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan PenyuluhanJurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan

TikTok adalah platform audio visual berformat video pendek interaktif dengan 1,04 miliar pengguna aktif. Selain sebagai hiburan, platform ini juga dimanfaatkan sebagai sarana edukasi yang efektif dalam meningkatkan pengetahuan pengguna. Namun, konten pertanian masih kurang diminati dibandingkan kategori konten populer lainnya. Mengingat pentingnya pertanian bagi ketahanan pangan, optimalisasi TikTok sebagai media edukasi diperlukan. Sehingga tujuan penyusunan penelitian ini adalah untuk mengetahui pemanfaatan TikTok sebagai sarana edukasi pertanian dalam bentuk konten yang efektif. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan tiga tahapan utama yaitu merencanakan telaah pustaka, melakukan tinjauan pustaka, dan melaporkan tinjauan pustaka. Hasil dari penelitian ini menunjukkan TikTok yang merupakan platform media sosial buatan ByteDance, tidak hanya digunakan untuk hiburan tetapi juga sebagai sarana edukasi. Dalam edukasi informal, TikTok menghadirkan berbagai model pembelajaran yang memengaruhi aktivitas belajar, terutama bagi pengguna yang sudah familiar dengan platform ini. TikTok berperan dalam meningkatkan wawasan dan keterampilan petani melalui konten edukatif seperti tutorial, inovasi, dan promosi. Selain menjadi sumber informasi pertanian, TikTok juga dapat menarik minat generasi muda ke sektor ini dengan konten yang menarik dan inspiratif. Untuk meningkatkan efektivitas edukasi pertanian, penting memperhatikan beberapa hal, seperti durasi shot, tempo narasi, serta kombinasi visual dan gaya bahasa yang mendukung daya ingat dan pemahaman audiens.

TikTok berperan sebagai sarana edukasi pertanian dengan menyajikan konten audiovisual seperti tutorial, inovasi, dan promosi, yang tidak hanya meningkatkan wawasan petani tetapi juga menarik minat generasi muda terhadap sektor pertanian.Untuk efektif, konten harus menarik, informatif, mudah dipahami, dengan durasi singkat, visual menarik, teks pendukung, dan gaya bahasa komunikatif.Format tutorial, demonstrasi, dan kisah sukses petani terbukti lebih mudah diterima dan diingat oleh audiens.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi durasi video dan tempo narasi yang optimal pada konten TikTok pertanian untuk memaksimalkan retensi pengetahuan petani, dengan menguji variasi durasi (15‑30 detik, 30‑60 detik, >60 detik) dan kecepatan narasi (lambat, sedang, cepat) melalui eksperimen lapangan. Selanjutnya, studi dapat menilai pengaruh fitur interaktif TikTok, seperti live streaming dan TikTok Shop, terhadap partisipasi petani serta adopsi praktik pertanian berkelanjutan, dengan mengukur tingkat interaksi, kepuasan, dan perubahan perilaku. Terakhir, perbandingan komparatif antara TikTok dan platform media sosial lain (misalnya YouTube, Instagram) dalam menjangkau demografi petani yang berbeda dan mempromosikan inovasi agritech dapat memberikan wawasan tentang strategi komunikasi yang paling efektif untuk meningkatkan adopsi teknologi pertanian di berbagai kelompok usia dan wilayah.

  1. PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL TIKTOK SEBAGAI SARANA EDUKASI PERTANIAN: The Utilization of TikTok Social Media... ejournal.polbangtan-gowa.ac.id/index.php/J-Agr-Sosekpenyuluhan/article/view/439PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL TIKTOK SEBAGAI SARANA EDUKASI PERTANIAN The Utilization of TikTok Social Media ejournal polbangtan gowa ac index php J Agr Sosekpenyuluhan article view 439
Read online
File size356.07 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test