UNSURUNSUR

Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan PembelajarannyaDinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan platform TikTok sebagai media pemerolehan bahasa anak usia 3–6 tahun melalui pendekatan psikolinguistik dengan menggunakan teori Behaviorisme B.F. Skinner. Fokus penelitian diarahkan pada bentuk stimulus linguistik yang muncul dalam konten TikTok, respons verbal anak (meliputi mand, tact, echoic, dan intraverbal), serta bentuk penguatan (reinforcement) yang mendukung pemerolehan bahasa anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan sumber data berupa video TikTok dari akun edukatif seperti @belajardariibu_, @dhaneswara.kids, dan @dunia.edukasianak_, serta hasil observasi terhadap anak usia dini berinteraksi dengan konten tersebut. Data dianalisis menggunakan tiga tahapan analisis Miles dan Huberman, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TikTok memberikan stimulus linguistik berupa suara, gambar, dan teks yang menarik perhatian anak. Respons anak tampak melalui perilaku verbal seperti meniru, menamai objek, hingga merespons pertanyaan sederhana. Penguatan positif dari orang tua dan lingkungan berperan penting dalam memperkuat respons anak, sehingga proses stimulus–respons–reinforcement berjalan secara efektif. Dengan demikian, TikTok dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran bahasa yang interaktif, selama terdapat pengawasan dan pengarahan dari orang dewasa.

Hasil penelitian menegaskan bahwa pemerolehan bahasa anak usia 3–6 tahun melalui media TikTok terjadi melalui proses stimulus, respons, dan reinforcement sebagaimana dijelaskan dalam teori behaviorisme (B.TikTok berperan sebagai penyedia stimulus linguistik yang bervariasi melalui kombinasi unsur audio, visual, dan teks.Anak memberikan respons berupa ujaran yang menunjukkan empat jenis perilaku verbal, yaitu mand, tact, echoic, dan intraverbal.Proses ini kemudian diperkuat melalui reinforcement dari lingkungan sosial, khususnya orang tua.Media sosial dapat mempengaruhi akuisisi bahasa anak ditinjau dari psikolinguistik, bahwa anak memperoleh kosa kata baru dari media sosial untuk menadai diri mereka, baik untuk suatu kelompok yang kecil maupun kelompok besar.Penguatan dari orang tua menjadi faktor kunci dalam keberhasilan proses pemerolehan bahasa.Pujian, pelukan, senyuman, dan respon positif lainnya memperkuat perilaku verbal yang sesuai.Agar dampak positif ini dapat dirasakan secara optimal, pengawasan dari pendidik dan orang tua sangat diperlukan.Pembimbingan terkait pemilihan konten yang edukatif dan aman, serta pengajaran tentang penggunaan media sosial yang bertanggung jawab, harus menjadi bagian dari strategi pembelajaran.Secara teoretis, studi ini memperlihatkan relevansi kontemporer teori Behaviorisme dalam ekosistem digital.penguatan yang sistematis terhadap respons verbal anak pada konteks media singkat dan atraktif mempercepat pengaitan bunyi–makna–fungsi sosial.Secara praktis, implikasi utama bagi orang tua dan pendidik adalah pentingnya seleksi konten, batasan durasi, serta pemberian penguatan positif selama dan setelah paparan media.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi kuantitatif/eksperimental untuk mengukur efek dan dosis optimal dari paparan media sosial terhadap pemerolehan bahasa anak. Selain itu, perlu dilakukan penelitian yang membandingkan TikTok dengan platform media sosial lainnya, serta menelaah variasi latar sosial-budaya keluarga dalam konteks pemerolehan bahasa anak. Penelitian lebih lanjut juga dapat fokus pada analisis dampak jangka panjang dari penggunaan media sosial terhadap perkembangan bahasa anak, termasuk aspek kognitif, sosial, dan emosional. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi strategi penguatan positif yang efektif dalam mendukung pemerolehan bahasa anak melalui media sosial, serta peran orang tua dan pendidik dalam memfasilitasi proses ini. Penelitian lanjutan juga dapat mengeksplorasi peran media sosial dalam mendukung pemerolehan bahasa anak dengan kebutuhan khusus, seperti anak dengan gangguan bahasa atau anak dengan keterbatasan fisik. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi yang lebih komprehensif dalam memahami peran media sosial dalam pemerolehan bahasa anak dan mengembangkan strategi yang lebih efektif dalam memanfaatkan media sosial untuk mendukung perkembangan bahasa anak.

  1. Peningakatan Media Sosial Terhadap Perkembangan Bahasa Indonesia Universitas Muhammadiyah Maumere) |... doi.org/10.61132/semantik.v3i1.1462Peningakatan Media Sosial Terhadap Perkembangan Bahasa Indonesia Universitas Muhammadiyah Maumere doi 10 61132 semantik v3i1 1462
  2. Pemerolehan Bahasa Pertama Anak Usia 4 Tahun 3 Bulan di Makassar Indonesia | Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan... doi.org/10.31004/obsesi.v7i2.4113Pemerolehan Bahasa Pertama Anak Usia 4 Tahun 3 Bulan di Makassar Indonesia Jurnal Obsesi Jurnal Pendidikan doi 10 31004 obsesi v7i2 4113
  3. Pemerolehan Bahasa Anak (Kajian Ziya, Ingatan, dan Tontonannya) | Saputri | Nitisara: Jurnal Ilmu Bahasa.... doi.org/10.30998/ntsr.v3i1.3982Pemerolehan Bahasa Anak Kajian Ziya Ingatan dan Tontonannya Saputri Nitisara Jurnal Ilmu Bahasa doi 10 30998 ntsr v3i1 3982
Read online
File size1.1 MB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test