POLBANGTAN GOWAPOLBANGTAN GOWA

Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan PenyuluhanJurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan

Inseminasi Buatan (IB) adalah teknologi reproduksi untuk meningkatkan perbaikan mutu genetik ternak. Keberhasilan IB dipengaruhi oleh tiga faktor yaitu semen, ternak dan manusia (peternak dan inseminator). Kajian ini bertujuan untuk mengetahui peran peternak dan inseminator terhadap keberhasilan IB dalam peningkatan produktivitas sapi potong di Desa Parippung, Kecamatan Barebbo. Kajian ini dilaksanakan pada bulan April-Mei 2024, bertempat di Desa Parippung, Kecamatan Barebbo. Sampel pada penelitian ini yaitu peternak yang memiliki minimal satu ekor sapi betina yang pernah beranak dengan menggunakan teknologi IB berjumlah 33 orang dan inseminator sebanyak 3 orang. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan kuesioner. Analisis deskriptif menggunakan skoring dengan skala likert. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan rata- rata pengetahuan peternak 3,80 dengan kategori sangat berperan dan keterampilan peternak 3,87 dengan kategori sangat berperan serta rata-rata pengetahuan inseminator 4,67 dengan kategori sangat berperan dan keterampilan inseminator 4,60 dengan kategori sangat berperan. S/C diperoleh hasil yaitu sebesar 1,16 dengan kategori sedang dan CR diperoleh sebesar 84,4% dengan kategori baik. Dapat disimpulkan bahwa peternak dan inseminator mempunyai peran yang tinggi terhadap keberhasilan IB dalam meningkatkan produktivitas sapi potong di Desa Parippung, Kecamatan Barebbo.

Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa peternak dan inseminator sangat berperan dalam pelaksanaan program Inseminasi Buatan (IB), terlihat dari rata-rata pengetahuan dan keterampilan yang sangat berperan.Penguatan peran peternak dan inseminator tidak hanya meningkatkan produktivitas peternakan, tetapi juga kesejahteraan peternak melalui peningkatan hasil dan kualitas produksi ternak.Dengan demikian, hasil penelitian ini dapat menjadi acuan untuk pengambilan kebijakan yang lebih efektif dalam meningkatkan keberhasilan program IB di berbagai wilayah.

Penelitian lanjutan dapat mengevaluasi efektivitas program pelatihan bagi peternak dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan AI di berbagai daerah, sehingga dapat diketahui apakah peningkatan kapasitas peternak berkontribusi pada kenaikan Conception Rate; selanjutnya, studi komparatif mengenai kualitas semen (misalnya tingkat viabilitas sperma dan metode penyimpanan) serta hubungannya dengan Service per Conception dapat memberikan insight tentang faktor biologis yang masih belum optimal; terakhir, pengembangan dan uji coba sistem pendukung keputusan berbasis aplikasi seluler yang membantu peternak mendeteksi tanda birahi secara real‑time dan menjadwalkan AI dapat mempercepat respons dan mengurangi kesalahan operasional, sehingga meningkatkan produktivitas secara berkelanjutan.

Read online
File size272.21 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test