ADMIADMI

Jurnal Kesehatan dan KedokteranJurnal Kesehatan dan Kedokteran

Loneliness merupakan suatu bentuk reaksi atau respon emosional negatif yang dirasakan individu saat mengalami kondisi dimana berkurangnya hubungan sosial yang diinginkan maupun ketika individu tidak mampu mencapai hubungan sosial yang diinginkannya. Broken home dapat menjadi salah satu pemicu munculnya loneliness, terlebih jika dialami oleh remaja. Terdapat suatu konsep yang memiliki keterkaitan dengan loneliness, yaitu self-compassion. Maka, tujuan dari penulisan ini adalah menguji secara empiris mengenai hubungan antara self- compassion dan loneliness pada remaja broken home. Teknik penentuan sampel menggunakan purposive sampling. Partisipan dalam penelitian ini adalah 134 remaja perempuan ataupun laki-laki berusia 15-22 tahun yang berlatar belakang broken home. Penulisan ini menggunakan metode kuesioner dengan dua alat ukur, yaitu skala loneliness menggunakan R-UCLA version 3 dan skala self-compassion menggunakan self- compassion scale (SCS). Hasil uji hipotesis diperoleh bahwa terdapat hubungan bersifat negatif dengan sangat signifikan antara self-compassion dan loneliness pada remaja broken home (r = -0,631** ; sig = 0,000).

Hipotesis yang telah dirumuskan sebelumnya dapat diterima, maka artinya terdapat hubungan yang bersifat negatif dengan sangat signifikan antara self- compassion dan loneliness pada remaja broken home.Nilai koefisien korelasi sebesar -0,631** dengan nilai signifikansi 0,000.Hubungan dari kedua variabel dalam penelitian ini bersifat negatif, yang artinya apabila self-compassion tinggi, maka loneliness yang dialami oleh remaja broken home akan rendah dan begitu pula sebaliknya.

Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi efek intervensi pelatihan self-compassion secara longitudinal untuk mengurangi loneliness pada remaja broken home, sehingga dapat mengidentifikasi perubahan jangka panjang dalam kedua variabel tersebut. Penelitian berikutnya dapat meneliti peran dukungan sosial digital, seperti komunitas daring atau aplikasi kesehatan mental, sebagai faktor moderasi yang mempengaruhi hubungan antara self-compassion dan loneliness pada populasi remaja broken home. Selain itu, studi komparatif lintas budaya atau gender dapat menggali perbedaan signifikan dalam tingkat self-compassion dan loneliness antara remaja laki-laki dan perempuan, serta antara remaja Indonesia dan remaja di negara lain, untuk memperluas pemahaman kontekstual tentang faktor-faktor yang mempengaruhi hasil tersebut.

Read online
File size212.18 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test