POLTEKKES PALUPOLTEKKES PALU

Jurnal Bidan CerdasJurnal Bidan Cerdas

Pendahuluan: Perkawinan anak merupakan isu yang mengkhawatirkan dan terkait dengan berbagai masalah kesehatan serta sosial, meliputi stres, bunuh diri, keputusasaan, rendah diri, keterbatasan pilihan pekerjaan, kesulitan keluarga dan sosial, ketergantungan finansial, serta putus sekolah. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menentukan hubungan antara kartu kesiapan menikah dengan peningkatan pengetahuan remaja dalam mengatasi perkawinan anak. Metode: Penelitian ini menggunakan desain potong lintang yang dilaksanakan di pos kesehatan remaja dalam wilayah kerja Puskesmas Pantoloan pada Juli 2023. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling dengan melibatkan 36 responden, dan pengumpulan data menggunakan kuesioner 10 pertanyaan. Analisis univariat dan bivariat (Wilcoxon) diterapkan pada data yang terkumpul, disajikan melalui tabel dan deskripsi naratif. Hasil: Temuan penelitian menunjukkan peningkatan pengetahuan remaja yang signifikan setelah intervensi, sebagaimana dibuktikan oleh negative rank 0 dan positive rank 5, dengan nilai p statistik signifikan 0,000. Kesimpulan: Media edukasi yang menarik, seperti kartu kesiapan menikah, terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan responden. Penelitian ini merekomendasikan puskesmas untuk mengadopsi media edukasi yang menarik perhatian remaja demi inisiatif promosi kesehatan yang lebih berdampak.

Penerapan media edukasi berupa kartu kesiapan menikah secara signifikan meningkatkan pengetahuan remaja dalam pencegahan perkawinan anak.Oleh karena itu, tenaga kesehatan di puskesmas disarankan untuk menggunakan media edukasi yang menarik guna meningkatkan pemahaman remaja tentang isu-isu kesehatan.Penelitian selanjutnya diharapkan dapat mengeksplorasi aspek lain pencegahan perkawinan anak serta mengembangkan media edukasi yang lebih beragam untuk mengidentifikasi alat yang paling efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja.

Penelitian ini telah menunjukkan bahwa media edukasi seperti kartu kesiapan menikah efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja mengenai pencegahan perkawinan anak. Namun, dampak jangka panjang dari peningkatan pengetahuan ini terhadap perubahan sikap dan perilaku nyata remaja masih memerlukan eksplorasi lebih lanjut. Oleh karena itu, sebuah arah penelitian yang penting adalah untuk mengkaji secara mendalam bagaimana pengetahuan yang telah diperoleh remaja melalui intervensi semacam ini dapat bertransformasi menjadi sikap yang lebih positif dan keputusan perilaku yang lebih bertanggung jawab dalam konteks kesiapan menikah dan pencegahan perkawinan anak. Studi lanjutan dapat menggunakan metode kualitatif atau longitudinal untuk memahami mekanisme internal dan hambatan eksternal yang mempengaruhi transisi dari pengetahuan ke tindakan. Selain itu, mengingat perkawinan anak merupakan isu multifaktorial, penelitian selanjutnya perlu mempertimbangkan untuk mengintegrasikan media edukasi dengan pendekatan yang lebih komprehensif, misalnya dengan melibatkan faktor sosial-budaya, dukungan keluarga, serta akses pendidikan yang disebut dalam latar belakang dan diskusi. Hal ini dapat dilakukan dengan membandingkan efektivitas kartu kesiapan menikah dengan media edukasi berbasis teknologi digital yang lebih modern, seperti aplikasi game interaktif atau platform media sosial, untuk menjangkau populasi remaja yang lebih luas dan beragam, sambil mengukur keberlanjutan dampak edukasi tersebut. Akhirnya, untuk memastikan keberlanjutan dan dampak yang lebih besar, penelitian ke depan juga harus mengeksplorasi model kolaborasi lintas sektor yang optimal—melibatkan orang tua, tokoh masyarakat, institusi pendidikan, dan pemerintah daerah—dalam merancang dan mengimplementasikan program pencegahan perkawinan anak, termasuk bagaimana media edukasi ini dapat diintegrasikan ke dalam kebijakan atau kurikulum pendidikan nasional agar dapat diterapkan secara sistematis dan berkelanjutan. Dengan demikian, upaya pencegahan perkawinan anak tidak hanya berfokus pada peningkatan pengetahuan individu, tetapi juga menciptakan ekosistem pendukung yang kuat dari berbagai pihak.

  1. Exploring the Consequences of Early Marriage: A Conventional Content Analysis - Javad Yoosefi Lebni,... doi.org/10.1177/00469580231159963Exploring the Consequences of Early Marriage A Conventional Content Analysis Javad Yoosefi Lebni doi 10 1177 00469580231159963
  2. "Education through WhatsApp Media in Changing of Smoking Behavior among" by Yusriani Yusriani... doi.org/10.21109/KESMAS.V15I3.3270Education through WhatsApp Media in Changing of Smoking Behavior among by Yusriani Yusriani doi 10 21109 KESMAS V15I3 3270
  3. A Literature Review of Factors Influencing Early Marriage Decisions in Indonesia | Atlantis Press. literature... atlantis-press.com/proceedings/ticash-21/125973305A Literature Review of Factors Influencing Early Marriage Decisions in Indonesia Atlantis Press literature atlantis press proceedings ticash 21 125973305
Read online
File size318.95 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test