OJSSTIKESBANYUWANGIOJSSTIKESBANYUWANGI

Nursing Information JournalNursing Information Journal

Cedera diri adalah gangguan psikologis yang memerlukan perhatian serius dan prioritas dalam upaya pencegahan serta penanganan kesehatan mental. Perilaku cedera diri merupakan tindakan berisiko tinggi yang lebih banyak dilakukan oleh kelompok remaja dibandingkan orang dewasa. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan dukungan keluarga terhadap perilaku cedera diri pada mahasiswi Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan. Desain penelitian ini menggunakan desain potong lintang (Cross-sectional), dengan teknik Purposive Sampling. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 46 mahasiswi. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner tertutup yang didistribusikan menggunakan kuesioner dukungan keluarga dan kuesioner cedera diri. Analisis data menggunakan uji korelasi chi-kuadrat untuk menentukan hubungan antara kedua variabel. Hasil dukungan keluarga menunjukkan 19 orang (41,3%) berada dalam kategori dukungan keluarga sedang, dan hasil cedera diri menunjukkan 26 responden (56,5%) berada dalam kategori cedera diri ringan. Hasil penelitian ini memperoleh nilai Pearson Chi-Square dengan SPSS 27 sebesar 13,985 dengan nilai signifikansi p 0,001 < α = 0,05, sehingga dapat dinyatakan bahwa terdapat hubungan antara dukungan keluarga dan perilaku cedera diri pada mahasiswi Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan di STIKES Banyuwangi tahun 2024. Dapat disimpulkan bahwa semakin besar dukungan yang diberikan keluarga, semakin kecil kemungkinan seseorang melakukan cedera diri.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa mahasiswi dengan dukungan keluarga yang tinggi cenderung memiliki kecenderungan cedera diri yang lebih rendah.Keluarga memegang peran fundamental dalam menjaga kesehatan mental individu, karena kurangnya perhatian atau dukungan dari keluarga dapat mendorong pencarian jalan keluar, termasuk melalui cedera diri.Selain itu, minimnya komunikasi dalam keluarga dapat menghambat ekspresi emosi, sehingga meningkatkan risiko perilaku cedera diri.

Untuk memahami lebih lanjut tentang peran dukungan keluarga terhadap perilaku cedera diri pada mahasiswa, ada beberapa arah penelitian yang bisa dijelajahi di masa depan. Pertama, akan sangat bermanfaat jika ada penelitian yang mengikuti sekelompok mahasiswa selama periode waktu tertentu untuk melihat bagaimana perubahan tingkat dukungan keluarga berdampak pada risiko cedera diri. Pendekatan ini, yang dikenal sebagai studi longitudinal, dapat membantu kita memahami apakah dukungan keluarga benar-benar menjadi penyebab berkurangnya kecenderungan cedera diri, bukan hanya sekadar memiliki hubungan. Kedua, penting untuk memperluas cakupan penelitian ke populasi yang lebih beragam. Studi ini terbatas pada mahasiswi keperawatan di satu institusi; oleh karena itu, penelitian lanjutan dapat menginvestigasi apakah temuan serupa juga berlaku untuk mahasiswa laki-laki, mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu, atau dari latar belakang sosial ekonomi yang berbeda. Selain itu, akan sangat relevan untuk meneliti bagaimana faktor-faktor lain seperti tekanan akademik, dukungan dari teman sebaya, ciri-ciri kepribadian, atau kondisi kesehatan mental yang sudah ada sebelumnya berinteraksi dengan dukungan keluarga dalam memengaruhi perilaku cedera diri. Ketiga, menggali lebih dalam mengenai kualitas dan jenis dukungan keluarga yang paling efektif akan sangat berharga. Misalnya, jenis komunikasi seperti apa yang paling membantu bagi mahasiswa yang tinggal jauh dari rumah, atau bagaimana peran anak sulung dengan tanggung jawab besar dapat didukung lebih baik oleh keluarga. Penelitian yang fokus pada pengembangan dan evaluasi program intervensi berbasis keluarga yang dirancang untuk meningkatkan komunikasi dan dukungan emosional dapat memberikan panduan praktis bagi institusi pendidikan dan keluarga dalam mencegah cedera diri.

  1. Analisis stress dan penyesuaian diri pada mahasiswa | Cognicia. analisis stress penyesuaian mahasiswa... ejournal.umm.ac.id/index.php/cognicia/article/view/11527Analisis stress dan penyesuaian diri pada mahasiswa Cognicia analisis stress penyesuaian mahasiswa ejournal umm ac index php cognicia article view 11527
  2. Family Support Related To Self-Harm Behavior Of Students Of The Bachelor Of Nursing Study Program | Nursing... doi.org/10.54832/nij.v5i2.1326Family Support Related To Self Harm Behavior Of Students Of The Bachelor Of Nursing Study Program Nursing doi 10 54832 nij v5i2 1326
  3. KEJADIAN DEPRESI PADA REMAJA MENURUT DUKUNGAN SOSIAL DI KABUPATEN JEMBER | Journal of Community Mental... Doi.Org/10.51602/Cmhp.V3i2.55KEJADIAN DEPRESI PADA REMAJA MENURUT DUKUNGAN SOSIAL DI KABUPATEN JEMBER Journal of Community Mental Doi Org 10 51602 Cmhp V3i2 55
  4. HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN GANGGUAN KESEHATAN MENTAL PADA REMAJA | Media Husada Journal Of Nursing... doi.org/10.33475/mhjns.v4i3.160HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN GANGGUAN KESEHATAN MENTAL PADA REMAJA Media Husada Journal Of Nursing doi 10 33475 mhjns v4i3 160
Read online
File size248.83 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test