UIN WALISONGOUIN WALISONGO

Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan SosialWahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial

Penelitian ini mengkaji fenomena penundaan menikah di kalangan Santri Kota Salatiga melalui perspektif hukum Islam dan analytical psychology Carl Gustav Jung. Penelitian ini penting dilakukan karena menunjukkan kecenderungan meningkatnya perilaku menunda menikah di kalangan Santri, yang identik dengan tingginya nilai religius dan keyakinan pernikahan sebagai bagian dari ibadah. Fenomena ini merefleksikan adanya ketegangan antara nilai tradisional Islam dan realitas modern, dimana kesiapan finansial, kematangan emosional, serta pengembangan diri menjadi pertimbangan utama sebelum menikah.

Penundaan pernikahan di kalangan Santri merupakan bentuk adaptasi keagamaan terhadap perubahan sosial dan psikologis.Santri tetap berkomitmen pada prinsip-prinsip Islam, tetapi menafsirkan kesiapan pernikahan secara lebih komprehensif.Fenomena ini menunjukkan bahwa nilai-nilai keagamaan dapat coexist dengan kebutuhan untuk self-actualization dan tanggung jawab sosial, sehingga penundaan pernikahan menjadi pilihan yang rasional dan spiritual yang sejalan dengan maqāṣid al-sharīah dan konsep keseimbangan psikis Jung.Santri menunda pernikahan untuk mencapai istiṭāah (kesiapan menyeluruh) dan menemukan pasangan yang memenuhi prinsip kafāah.Dari perspektif Jungian, keputusan ini mencerminkan proses individuasi, yaitu upaya untuk menyelaraskan kesadaran keagamaan dengan aspirasi pribadi modern.Sehingga, penundaan pernikahan di kalangan Santri menandakan kematangan psikologis dan spiritual, bukan penyimpangan dari norma-norma keagamaan.

Berdasarkan temuan penelitian, berikut adalah tiga saran penelitian lanjutan: Pertama, perlu dilakukan studi lebih mendalam tentang bagaimana nilai-nilai tradisional Islam dan realitas modern berinteraksi dalam keputusan pernikahan di kalangan Santri. Kedua, penting untuk mengeksplorasi lebih lanjut bagaimana konsep barakah dan kafāah, sebagai manifestasi dari archetype keluarga yang sakral, mempengaruhi persepsi Santri tentang pernikahan. Ketiga, penelitian selanjutnya dapat fokus pada bagaimana individu Santri menjadi medium untuk meneruskan nilai-nilai generasi sebelumnya dalam pemilihan pasangan, khususnya dalam konteks interaksi antara nilai-nilai spiritual, status sosial, dan estetika.

  1. Degrees of Change: An Assessment of the Deinstitutionalization of Marriage Thesis - Cherlin - 2020 -... onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/jomf.12605Degrees of Change An Assessment of the Deinstitutionalization of Marriage Thesis Cherlin 2020 onlinelibrary wiley doi 10 1111 jomf 12605
  2. Libertad, historia y el sujeto del inconsciente. Contribuciones teóricas al estudio de la ideología... doi.org/10.22370/rhv2023iss23pp69-89Libertad historia y el sujeto del inconsciente Contribuciones teyricas al estudio de la ideologya doi 10 22370 rhv2023iss23pp69 89
  3. Kematangan emosi dan penyesuaian perkawinan pada pernikahan usia muda di Kabupaten Tulungagung | Cognicia.... ejournal.umm.ac.id/index.php/cognicia/article/view/18168Kematangan emosi dan penyesuaian perkawinan pada pernikahan usia muda di Kabupaten Tulungagung Cognicia ejournal umm ac index php cognicia article view 18168
Read online
File size4.44 MB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test