SIDUCATSIDUCAT

DAWUH : Islamic Communication JournalDAWUH : Islamic Communication Journal

Diantara pelaku dakwah di Indonesia salah satunya, yaitu M. Natsir. Dia adalah seorang yang gigih dalam menerobos dakwah Islam melalui halangan birokrasi dan juga melalui daerah‑daerah yang terpencil dengan mengirimkan para dai ke wilayah‑wilayah tersebut. Perjalanan dakwah Islam pada daerah‑daerah tersebut sulit dibantah kenyataannya. Bahkan, pelosok‑pelosok yang didatangi dari Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia ada siraman rahmat Islam dan selanjutnya membangun berbagai macam fasilitas pendidikan dan dakwah Islamiyah. M. Natsir menegaskan dan berharap bahwa tugas muballigh yaitu melanjutkan tugasnya para rasul dan nabi. Para dai selaku pengundang harus menempatkan objek dakwah sebagai tamu yang harus dihormati. Konsekuensinya para dai diminta menyuguhkan bahasa, sikap yang baik dengan penuh kesopanan kepada para tamunya.

 Natsir tentang dakwah Islam mengandung arti dakwah Islam secara lafdziyah atau harfiah.Maksudnya, dakwah Islam itu tidak saja dengan mengetahui penyampaian ajaran Islam, sebagai “mengundang kepada sasaran dakwah dalam posisi menerima berita tentang ajaran keislaman.Sehingga, para dai yang bertugas pengajak dan penyeru menempatkan sasaran dakwah selaku tamu yang perlu dihormati.Para dai haruslah dapat menampilkan sikap yang baik terutama dalam ucapan dan perbuatan serta bersikap penuh kesopanan kepada para sasaran dakwah.Dengan demikian dakwah dapat berlangsung dengan hubungan yang harmonis dan menghormati masing‑masing.

Pertanyaan penelitian masa depan harus memusatkan pada bagaimana konsep dakwah M Natsir dapat diaplikasikan dalam era digital, misalnya apakah platform media sosial dapat menjadi medium yang efektif untuk melanjutkan metode dakwah berbasis mengundang dan hormat. Selanjutnya, studi komparatif antar generasi perlu dilakukan untuk menilai bagaimana generasi muda memahami dan menerapkan nilai-nilai dakwah amar maruf nahi munkar yang ditekankan M Natsir dalam kehidupan sehari‑harinya. Terakhir, penelitian terapan bisa mengeksplorasi model pelatihan dai berbasis kompetensi yang menekankan etika berbicara, sikap hormat, dan adaptasi konteks lokal, sehingga dakwah tetap relevan di tengah perubahan sosial dan budaya.

Read online
File size730.45 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test