JURNALP4IJURNALP4I
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & PengajaranEDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & PengajaranKepemimpinan merupakan pondasi pokok dalam manajemen dalam bidang pendidikan. Melalui kepemimpinan pendidikan, tujuan dari akan dicapai dan diwujudkan. Penelitian ini fokus pada esensi kepemimpinan dalam pendidikan Islam yang meliputi makna, konsep dasar dan karakteristik yang harus ada pada kepemimpinan pendidikan Islam. Sebagai seorang pemimpin harus memahami secara konseptual dan hakikat dari kepemimpinannya, sehingga hal-hal pokok selalu mewarnai kebijakannya atas dasar Islami dan sesuai tujuan pendidikan. Hal ini dipandang penting, sebab maju dan mundurnya kualitas pendidikan, sangat tergantung kepada sejauhmana seorang pemimpin dapat menjalankan tugas dan peran kepemimpinanya secara efektif dan efisien. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan library research dengan pengumpulan data melaui buku, dokumen, majalah dan sebagainya. Melalui penelitian tersebut terungkap bahwa sosok panutan utama dalam kepemimpinan pendidikan Islam adalah Nabi Muhammad SAW. terbukti dengan keberhasilan dalam dakwahnya menyebarkan agama Islam dimuka bumi, sehingga kepemimpinan dalam pendidikan Islam perlu memiliki sifat utama beliau yakni shidiq, amanah, tablig, dan fathonah.
Kepemimpinan dalam pendidikan Islam memiliki dasar teologis dari Al-Quran Surat Al-Baqarah ayat 30 yang menyatakan bahwa manusia adalah khalifah di muka bumi, bertanggung jawab untuk mengelola dan memimpin seluruh ciptaan Allah.Manusia diberi mandat untuk mengatur alam semesta dengan adil dan bijaksana, selaras dengan kehendak Allah.Dalam proses kepemimpinan ini, seorang pemimpin diharapkan meneladani sifat-sifat Rasulullah, yaitu shidiq (kejujuran), amanah (dapat dipercaya), tabligh (menyampaikan kebenaran), dan fathanah (kecerdasan).Sifat-sifat ini menjadi landasan utama dalam kepemimpinan yang baik dan efektif.Dalam praktiknya, terdapat empat pendekatan yang digunakan dalam kepemimpinan pendidikan Islam.Pertama, pendekatan sifat, yang menekankan pentingnya karakter dan moral pemimpin.Kedua, pendekatan perilaku, yang fokus pada tindakan dan keputusan yang diambil oleh pemimpin.Ketiga, pendekatan kontingensi, yang mempertimbangkan faktor-faktor situasional dalam kepemimpinan.Keempat, pendekatan terpadu, yang menggabungkan seluruh aspek sifat, perilaku, dan situasi untuk menciptakan kepemimpinan yang komprehensif dan adaptif.Dengan mengintegrasikan nilai-nilai ini, kepemimpinan dalam pendidikan Islam tidak hanya bertujuan menciptakan pemimpin yang efektif, tetapi juga pemimpin yang memiliki akhlak mulia dan mampu memajukan umat sesuai dengan ajaran Islam.
Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif antara kepemimpinan pendidikan Islam dengan kepemimpinan pendidikan umum, untuk melihat perbedaan dan persamaan dalam prinsip-prinsip dasar dan penerapannya. Selain itu, dapat dilakukan penelitian kualitatif mendalam untuk memahami lebih lanjut karakteristik kepemimpinan pendidikan Islam yang ideal, serta bagaimana penerapannya dalam berbagai konteks pendidikan Islam. Penelitian juga dapat dilakukan untuk mengeksplorasi lebih lanjut peran dan kontribusi kepemimpinan pendidikan Islam dalam membentuk generasi muda yang berakhlak mulia dan mampu memajukan umat sesuai dengan ajaran Islam.
| File size | 263.56 KB |
| Pages | 12 |
| DMCA | Report |
Related /
PUSDIKRA PUBLISHINGPUSDIKRA PUBLISHING Pembagian warisan adalah permasalahan harta yang harus diperoleh secara baik dan benar, sehingga pembagian warisan merupakan perlakuan manusia untuk memikirkanPembagian warisan adalah permasalahan harta yang harus diperoleh secara baik dan benar, sehingga pembagian warisan merupakan perlakuan manusia untuk memikirkan
STAI TBHSTAI TBH Strategi yang dilaksanakan oleh Kepala madrasah dalam menanamkan nilai-nilai humanis religius kepada siswa telah membawa dampak atau hasil yang positif,Strategi yang dilaksanakan oleh Kepala madrasah dalam menanamkan nilai-nilai humanis religius kepada siswa telah membawa dampak atau hasil yang positif,
IAIN PONOROGOIAIN PONOROGO Generasi yang rentan pada pengaruh-pengaruh negatif adalah remaja dan berakibat degradasi moral. Perkembangan teknologi yang sangat pesat ini bisa memicuGenerasi yang rentan pada pengaruh-pengaruh negatif adalah remaja dan berakibat degradasi moral. Perkembangan teknologi yang sangat pesat ini bisa memicu
IAIN PONOROGOIAIN PONOROGO Di sisi lain, ia juga dapat mendatangkan kelemahan yang dapat disebut sebagai tantangan. Para pakar pendidikan Islam harus mampu memperkirakan beragamDi sisi lain, ia juga dapat mendatangkan kelemahan yang dapat disebut sebagai tantangan. Para pakar pendidikan Islam harus mampu memperkirakan beragam
IAIN PONOROGOIAIN PONOROGO Sedangkan barat memandang bahwa ilmu itu bersumber dari akal dan panca indra manusia, selagi manusia mau berusaha menggunakan akal dan panca indranya makaSedangkan barat memandang bahwa ilmu itu bersumber dari akal dan panca indra manusia, selagi manusia mau berusaha menggunakan akal dan panca indranya maka
IAIN PONOROGOIAIN PONOROGO Pesantren yang dikenal sekarang berasal dari Jawa, walaupun pada abad ke-7 M. telah diketahui terdapat komunitas muslim di Indonesia (Peureulak), namunPesantren yang dikenal sekarang berasal dari Jawa, walaupun pada abad ke-7 M. telah diketahui terdapat komunitas muslim di Indonesia (Peureulak), namun
IAIN PONOROGOIAIN PONOROGO Kedua, faktor pendukung yang mempengaruhi pemberdayaan adalah dukungan dari kepala desa, semangat partisipasi dari anggota, dan sarana prasarana. SedangkanKedua, faktor pendukung yang mempengaruhi pemberdayaan adalah dukungan dari kepala desa, semangat partisipasi dari anggota, dan sarana prasarana. Sedangkan
IAIN PONOROGOIAIN PONOROGO Model evaluasi Atkinson berfokus pada tiga domain. struktur (perencanaan), proses (pembelajaran), dan produk (perilaku peserta didik). Di MAN 3 Malang,Model evaluasi Atkinson berfokus pada tiga domain. struktur (perencanaan), proses (pembelajaran), dan produk (perilaku peserta didik). Di MAN 3 Malang,
Useful /
BIMABERILMUBIMABERILMU Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru, dan siswa yang dipilih secara purposive. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancaraSubjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru, dan siswa yang dipilih secara purposive. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara
IAIN PONOROGOIAIN PONOROGO Artikel ini membahas pengembangan buku ajar moderasi beragama berbasis Problem Based Learning (PBL) untuk mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Ilmu KeguruanArtikel ini membahas pengembangan buku ajar moderasi beragama berbasis Problem Based Learning (PBL) untuk mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan
JURNALP4IJURNALP4I Manajemen perubahan di lembaga pendidikan Islam menegaskan bahwa prosedur perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengendalian dapat menghasilkanManajemen perubahan di lembaga pendidikan Islam menegaskan bahwa prosedur perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengendalian dapat menghasilkan
JURNALP4IJURNALP4I Penelitian ini merupakan penelitian eksplanatori dengan metode kualitatif, pendekatan manajemen pendidikan Islam. Data dikumpulkan melalui wawancara denganPenelitian ini merupakan penelitian eksplanatori dengan metode kualitatif, pendekatan manajemen pendidikan Islam. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan