IAIKHOZINIAIKHOZIN
Al-Izzah : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah IbtidaiyahAl-Izzah : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah IbtidaiyahThe development of critical thinking in Islamic elementary education (Madrasah Ibtidaiyah) requires a conceptual framework that integrates cognitive reasoning with spiritual consciousness. However, existing approaches often position higher-order thinking skills (HOTS) and moral-spiritual formation as separate domains. This study aims to explore the characteristics of critical thinking development within the Madrasah Ibtidaiyah context, formulate an integrative cognitive–spiritual model, and analyze its implementation in enhancing students critical thinking skills. Employing a qualitative case study design, the research was conducted at SD Islam Cendekia Pasuruan. Data were collected through classroom observations, in-depth interviews with teachers and school leaders, and document analysis of lesson plans and assessment instruments. The findings reveal three major patterns: (1) critical thinking development is characterized by the integration of contextual problem-based inquiry and Quranic value reflection; (2) an emerging integrative cognitive–spiritual model operates through a cyclical sequence of analytical stimulation, collaborative argumentation, and ethical-spiritual reflection; and (3) the implementation of this model enhances students multi-layered reasoning, enabling them to connect empirical analysis, social consequences, and transcendental awareness simultaneously. Nevertheless, the model remains partially institutionalized due to the absence of standardized integrative assessment instruments and systematic pedagogical guidelines. Theoretically, this study contributes to the global discourse on critical thinking by proposing an ethical–epistemic integration framework, positioning critical thinking not as value-neutral skepticism but as reflective reasoning grounded in Islamic epistemology. This framework offers a conceptual bridge between contemporary constructivist theory and the Islamic educational tradition, providing a foundation for developing contextually grounded yet theoretically robust models of critical thinking in Islamic primary education.
Penelitian ini menunjukkan bahwa pengembangan berpikir kritis dalam konteks Madrasah Ibtidaiyah memiliki karakteristik yang berbeda, melampaui dimensi kognitif-analitis untuk mencakup kesadaran etika-spiritual.Karakteristik ini tercermin dalam pola pembelajaran yang mengintegrasikan stimulasi masalah kontekstual, eksplorasi argumentatif kolaboratif, dan refleksi nilai-nilai yang berlandaskan ajaran Islam.Dengan demikian, berpikir kritis dalam konteks madrasah tidak diposisikan sebagai skeptisisme netral nilai, melainkan sebagai penalaran reflektif yang berkembang dari analisis empiris menuju internalisasi makna normatif.Temuan ini mengindikasikan bahwa lingkungan Madrasah Ibtidaiyah menyediakan ruang epistemik yang memungkinkan integrasi simultan antara keterampilan berpikir tingkat tinggi dan pembentukan kesadaran moral.Namun, keberlanjutan dan skalabilitas model ini memerlukan penguatan lebih lanjut dalam tiga area utama.pengembangan asesmen integratif, standarisasi operasional, dan peningkatan kapasitas guru.
Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengembangkan instrumen asesmen integratif yang mampu mengukur kualitas argumentasi dan kedalaman refleksi spiritual secara bersamaan, sehingga memungkinkan evaluasi yang lebih komprehensif terhadap perkembangan berpikir kritis siswa. Kedua, penelitian selanjutnya dapat berfokus pada pengembangan model pelatihan guru yang sistematis dan berkelanjutan, yang membekali guru dengan keterampilan pedagogis untuk memfasilitasi dialog analitis-reflektif dan mengintegrasikan nilai-nilai Islam secara efektif dalam proses pembelajaran. Ketiga, penelitian perlu dilakukan untuk mengeksplorasi efektivitas model integratif ini dalam berbagai konteks Madrasah Ibtidaiyah dengan karakteristik yang berbeda, seperti perbedaan kurikulum, sumber daya, dan latar belakang sosial-budaya siswa, untuk mengidentifikasi faktor-faktor kunci yang mempengaruhi keberhasilan implementasi dan memastikan generalisasi temuan. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan teori dan praktik pendidikan Islam yang lebih holistik dan kontekstual, serta menghasilkan generasi muda Muslim yang memiliki kemampuan berpikir kritis, moralitas yang tinggi, dan kesadaran spiritual yang mendalam.
| File size | 598.04 KB |
| Pages | 13 |
| DMCA | Report |
Related /
NURISNURIS Tujuan penelitian ini yaitu untuk menarik dan menentukan hukum dari praktek sesajen yang ada dengan melalui kacamata hukum Islam. Penelitian ini menggunakanTujuan penelitian ini yaitu untuk menarik dan menentukan hukum dari praktek sesajen yang ada dengan melalui kacamata hukum Islam. Penelitian ini menggunakan
INSURIPONOROGOINSURIPONOROGO Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksiTeknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi
UAIUAI Az-Zariyat ayat 56, menekankan menuju pembentukan insan yang rabbani, beriman, bertakwa dan memiliki pengabdian penuh kepada Allah. Hadis-hadis tarbawiAz-Zariyat ayat 56, menekankan menuju pembentukan insan yang rabbani, beriman, bertakwa dan memiliki pengabdian penuh kepada Allah. Hadis-hadis tarbawi
UIN SGDUIN SGD Temuan menunjukkan bahwa Islam sering kali dikurangi menjadi penanda identitas sosio-politik yang melekat pada figur politik tertentu daripada dieksplorasiTemuan menunjukkan bahwa Islam sering kali dikurangi menjadi penanda identitas sosio-politik yang melekat pada figur politik tertentu daripada dieksplorasi
STAI MIFDASTAI MIFDA Latar Belakang: Proses Islamisasi di Jawa merupakan fenomena historis yang kompleks dan tidak dapat dilepaskan dari kondisi sosial-budaya masyarakat pra-IslamLatar Belakang: Proses Islamisasi di Jawa merupakan fenomena historis yang kompleks dan tidak dapat dilepaskan dari kondisi sosial-budaya masyarakat pra-Islam
STIQ AMUNTAISTIQ AMUNTAI Penelitian ini membahas materi pendidikan Islam dari perspektif hadis, sebagai sumber ajaran yang memberikan fondasi spiritual, intelektual, dan moralPenelitian ini membahas materi pendidikan Islam dari perspektif hadis, sebagai sumber ajaran yang memberikan fondasi spiritual, intelektual, dan moral
KAMPUNGJURNALKAMPUNGJURNAL Dengan demikian, penerapan nilai-nilai bimbingan konseling dalam rumah tangga, sebagaimana tercermin dalam kisah Umar bin Khattab, menjadi kunci untukDengan demikian, penerapan nilai-nilai bimbingan konseling dalam rumah tangga, sebagaimana tercermin dalam kisah Umar bin Khattab, menjadi kunci untuk
UINSUNAUINSUNA Dengan pemanfaatan budaya yang ada dapat meningkatkan mutu pendidikan Islam. Faktor utama dalam meningkatkan mutu pendidikan Islam dengan peran pemanfaatanDengan pemanfaatan budaya yang ada dapat meningkatkan mutu pendidikan Islam. Faktor utama dalam meningkatkan mutu pendidikan Islam dengan peran pemanfaatan
Useful /
UPGRISUPGRIS Integrasi model ke dalam aplikasi web berbasis Streamlit berhasil menjembatani kesenjangan antara model analitik kompleks dan kebutuhan pengguna akhir,Integrasi model ke dalam aplikasi web berbasis Streamlit berhasil menjembatani kesenjangan antara model analitik kompleks dan kebutuhan pengguna akhir,
IAIKHOZINIAIKHOZIN Hasil pengamatan kelas menunjukkan bahwa proses pengajaran Quran di kelas V masih bergantung pada pendekatan tradisional, yang berdampak negatif pada kemampuanHasil pengamatan kelas menunjukkan bahwa proses pengajaran Quran di kelas V masih bergantung pada pendekatan tradisional, yang berdampak negatif pada kemampuan
IAIKHOZINIAIKHOZIN Pedagogi reflektif-inkuiri diimplementasikan melalui tiga tahapan berlapis: refleksi normatif, inkuiri terbimbing, dan klarifikasi argumentatif berbasisPedagogi reflektif-inkuiri diimplementasikan melalui tiga tahapan berlapis: refleksi normatif, inkuiri terbimbing, dan klarifikasi argumentatif berbasis
STIQ AMUNTAISTIQ AMUNTAI Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi nilai‑nilai karakter ke dalam praktik pendidikan formal masih belum berjalan secara sistematis. Al‑Quran danHasil kajian menunjukkan bahwa integrasi nilai‑nilai karakter ke dalam praktik pendidikan formal masih belum berjalan secara sistematis. Al‑Quran dan