SIDUCATSIDUCAT

DAWUH : Islamic Communication JournalDAWUH : Islamic Communication Journal

Penelitian ini mengkaji masalah kebingungan identitas di kalangan masyarakat Bengkulu, yang ditandai dengan populasi yang heterogen. Penelitian ini didasarkan pada fenomena di lapangan di mana banyak migran dan keturunan mereka masih mengalami ketidakpastian dalam mengekspresikan identitas budaya mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang berfokus pada komunitas Kota Bengkulu. Temuan-temuan ini dianalisis menggunakan Teori Komunikasi Identitas (CTI) Michael Hecht, yang mengkonseptualisasikan identitas sebagai sesuatu yang terbentuk, dinegosiasikan, dan dipertahankan melalui komunikasi di empat lapisan yang saling penetrasi. Informan penelitian terdiri dari pemimpin masyarakat dan akademisi yang memenuhi kriteria yang ditetapkan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan diskusi kelompok fokus. Hasilnya dianalisis menggunakan pendekatan Miles dan Huberman dan divalidasi melalui triangulasi sumber. Temuan mengungkapkan bahwa kebingungan identitas khususnya terlihat di kalangan generasi muda yang orang tuanya bukan asli dari Kota Bengkulu. Cara individu berusaha membangun identitas mereka adalah dengan mengidentifikasi diri dengan salah satu stok identitas yang tersedia di Bengkulu. Stok identitas tersebut meliputi: pertama, mengidentifikasi diri sebagai Orang Bengkulu (Orang Bengkulu) dan kedua, sebagai Orang Melayu Bengkulu (Etnis Melayu Bengkulu).

Penelitian ini menunjukkan bahwa identitas masyarakat Kota Bengkulu, seperti Orang Bengkulu dan Orang Melayu Kota Bengkulu, terbentuk melalui proses komunikasi sosial yang kompleks, seperti yang dijelaskan dalam Teori Komunikasi Identitas (CTI).Identitas tidak hanya didasarkan pada keturunan, tetapi juga pada ikatan teritorial, pengalaman hidup bersama, simbol budaya, dan interaksi sosial.Orang Bengkulu mewakili identitas inklusif yang terbentuk melalui ikatan historis dan emosional dengan wilayah tersebut.Orang Bengkulu dan Orang Melayu Kota Bengkulu muncul sebagai pilihan identitas bagi individu yang tidak memiliki afiliasi etnis asli tetapi mencari pengakuan sosial.Temuan ini secara kolektif mengonfirmasi bahwa identitas komunitas Bengkulu dinamis, dinegosiasikan, dan dipengaruhi oleh konteks multi-etnis dan komunikasi antarkelompok.Lapisan-lapisan tersebut, dan sangat dipengaruhi oleh komunikasi antarkelompok.Saran penulis dalam menyusun penelitian ini adalah dengan menanamkan nilai-nilai budaya dalam konten lokal di sekolah agar generasi muda dapat memahami identitas etnis Kota Bengkulu dan cara mengarahkan nilai-nilai lokal dalam sikap dan perilaku mereka.

Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa arah studi. Pertama, bagaimana identitas etnis di Bengkulu City dapat dipetakan dan dianalisis lebih lanjut untuk memahami dinamika dan kompleksitasnya. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi bagaimana identitas etnis mempengaruhi interaksi sosial dan hubungan antaretnis di Bengkulu City. Ketiga, studi komparatif dapat dilakukan untuk membandingkan identitas etnis di Bengkulu City dengan kota-kota lain di Indonesia yang memiliki karakteristik demografis serupa.

Read online
File size475.61 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test