UNPADUNPAD

MetahumanioraMetahumaniora

Penelitian ini mengkaji bagaimana pengetahuan linguistik queer di Indonesia menjadi tampak dan terarsipkan melalui platform digital dengan berfokus pada satu video TikTok yang diunggah oleh Debby Sahertian pada 7 Juli 2021. Dalam konteks penelitian ini, visibilitas queer tidak sekadar dimaknai sebagai kemunculan ekspresi queer di ruang publik, melainkan sebagai proses di mana praktik linguistik yang selama ini terpinggirkan memperoleh pengakuan, mengalami peredaran yang lebih luas, dan mendapatkan bentuk legitimasi tertentu dalam lanskap sosial‑budaya dan digital yang lebih luas. Penelitian ini menggunakan analisis konten kualitatif terhadap video yang dipilih, meneliti tuturan‑tuturan teknolek queer, ciri leksikal dan fonetiknya, serta penjelasan metalinguistik yang diberikan oleh Sahertian, yang berfungsi tidak hanya sebagai terjemahan melainkan juga sebagai strategi pedagogis dan arsip yang membuat bahasa kelompok dalam dapat dipahami oleh khalayak luas tanpa menghilangkan penanda sosialnya.

Penyajian TikTok Debby Sahertian tidak sekadar memamerkan bahasa queer secara publik, melainkan membentuk arsip informal di mana pengetahuan linguistik queer terdokumentasi, dipertunjukkan, dan diteruskan secara generasi.Video ini menunjukkan bahwa praktik digital dapat memfasilitasi transfer pengetahuan lintas generasi sekaligus menantang keterpinggiran suara queer dari arsip formal.Namun, visibilitas ini bersifat ambivalen, karena memungkinkan akses yang lebih luas sekaligus menempatkan bahasa queer pada risiko pengawasan, penyaringan algoritmik, dan komodifikasi.

Satu arah penelitian lanjutan adalah meneliti bagaimana fitur singkat video TikTok memengaruhi kemampuan pengguna non‑komunitas untuk belajar dan mengadaptasi bahasa queer, misalnya dengan mengkaji tingkat retensi dan kesepahaman kalimat teknolek setelah bertahun‑tahun exposure. Penelitian lain dapat mengeksplorasi peran komunitas global TikTok dalam bertransformasi menjadi jaringan arsip informal, dengan fokus pada aliran konten lintas batas dan bagaimana hal ini mempengaruhi persepsi identitas queer di luar Indonesia. Selain itu, studi kualitatif dapat mendalam mengenai dampak polisinya terhadap pengetahuan queer, yakni bagaimana kebijakan moderasi dan algoritma platform memfilter konten, serta apa artinya bagi keberlanjutan diskursus queer di dalam ruang digital yang semakin terotomatisasi.

  1. Sage Reference - The SAGE Handbook of Social Media - The Affordances of Social Media Platforms. sage... doi.org/10.4135/9781473984066.n14Sage Reference The SAGE Handbook of Social Media The Affordances of Social Media Platforms sage doi 10 4135 9781473984066 n14
  2. Gay Language and Indonesia: Registering Belonging - BOELLSTORFF - 2004 - Journal of Linguistic Anthropology... anthrosource.onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1525/jlin.2004.14.2.248Gay Language and Indonesia Registering Belonging BOELLSTORFF 2004 Journal of Linguistic Anthropology anthrosource onlinelibrary wiley doi 10 1525 jlin 2004 14 2 248
  3. Variation and the indexical field1 - Eckert - 2008 - Journal of Sociolinguistics - Wiley Online Library.... onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/j.1467-9841.2008.00374.xVariation and the indexical field1 Eckert 2008 Journal of Sociolinguistics Wiley Online Library onlinelibrary wiley doi 10 1111 j 1467 9841 2008 00374 x
  4. americanarchivist. need enable javascript run app doi.org/10.17723/0360-9081.79.1.56americanarchivist need enable javascript run app doi 10 17723 0360 9081 79 1 56
Read online
File size380.64 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test