UNPADUNPAD

MetahumanioraMetahumaniora

Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak cuitan Ridwan Kamil terhadap keputusan pemilih dalam Pilkada DKI Jakarta 2024 menggunakan metode etnografi virtual dan reader response. Data diperoleh dari 13 cuitan tahun 2010‑2012 yang kembali viral menjelang pemilu, termasuk jumlah likes, retweet, quote tweet, dan komentar. Analisis menunjukkan cuitan tersebut menimbulkan kritik pedas, label misoginis, dan kebencian yang berujung pada penurunan opini publik. Survei 35 responden menunjukkan mayoritas merasakan sentimen negatif dan tidak memilih Ridwan Kamil karena cuitan viral tersebut.

Cuitan-cuitan Ridwan Kamil pada akun @ridwankamil (2010‑2012) memberikan pengaruh besar terhadap elektabilitasnya dalam Pilkada DKI Jakarta 2024.Meskipun permintaan maaf diunggah, opini negatif publik tidak kunjung surut.AsalBukanRK membuktikan kecaman nyata dan menurunkan citra politik calon tersebut.

Pertama, lakukan penelitian longitudinal untuk memantau dinamika opini publik setelah ditayangkan kampanye perbaikan citra Ridwan Kamil, sehingga dapat mengukur efek jangka panjang dari inisiatif kebijakan komunikasi politik. Kedua, studi komparatif antara calon lain yang menggunakan platform X dan memanfaatkan strategi reader response dapat mengungkap perbedaan persepsi publik dan identifikasi praktik terbaik dalam berinteraksi dengan netizen. Ketiga, evaluasi dampak regulasi baru terkait penyebaran misinformasi dan ujaran kebencian di media sosial pada tingkat partisipasi pemilih dapat menegaskan peran kebijakan dalam menjaga kejujuran proses demokrasi di era digital.

  1. PENGARUH CUITAN VIRAL RIDWAN KAMIL TERHADAP OPINI PUBLIK & ELEKTABILITAS PADA PILKADA DKI JAKARTA... jurnal.fib.unpad.ac.id/index.php/metahumaniora/article/view/63875PENGARUH CUITAN VIRAL RIDWAN KAMIL TERHADAP OPINI PUBLIK ELEKTABILITAS PADA PILKADA DKI JAKARTA jurnal fib unpad ac index php metahumaniora article view 63875
Read online
File size674.4 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test