SIDUCATSIDUCAT

DAWUH : Islamic Communication JournalDAWUH : Islamic Communication Journal

Pesatnya perkembangan modernisasi terhadap arus kemajuan teknologi membuat masyarakat suku Jawa sedikit demi sedikit menghilangkan kepercayaan mistis sehingga yang terjadi upacara ritual keagamaan jarang kali dilakukan kecuali keluarga keraton yang masih melaksanakan upara ritual keagamaan tersebut. Kehidupan yang mengutamakan dunia adalah sekuler. Masyarakan suku Jawa pada awalnya banyak yang mempercayai kebiasaan kebiasaan leluhur walaupun pada dasarnya masyarakat suku Jawa tersebut memiliki agama, seperti halnya santet, wangsit dan hal mistis lainnya. Masyarakat Jawa mengutamakan rukun dan hormat sebagai upaya menjaga keselarasan hidup prinsip pencegahan konflik. Identitas diri yang terbentuk diungkapkan melalui pikiran dan perbuatan yang total, berlandasan dan beralasan. Namun sehubungan dengan berkembangnya zaman kebiasaan-kebiasaan tentang kepercayaan tersebut mulai memudar sebab berkembangnya zaman dan dunia pendidikan sehingga saat ini jumlah presentasi masyarakat yang memiliki presepsi tentang kebenaran kebiasaan tersebut sudah jauh berkurang.

Masyarakat suku Jawa pada awalnya banyak yang mempercayai kebiasaan leluhur walaupun pada dasarnya masyarakat suku Jawa tersebut memiliki agama, seperti halnya santet, wangsit dan hal mistis lainnya.Namun sehubungan dengan berkembangnya zaman kebiasaan-kebiasaan tentang kepercayaan tersebut mulai memudar sebab berkembangnya zaman dan dunia pendidikan sehingga saat ini jumlah presentasi masyarakat yang memiliki presepsi tentang kebenaran kebiasaan tersebut sudah jauh berkurang.Pesatnya perkembangan modernisasi terhadap arus kemajuan teknologi membuat masyarakat suku Jawa sedikit demi sedikit menghilangkan kepercayaan mistis sehingga yang terjadi upacara ritual keagamaan jarang kali dilakukan kecuali keluarga keraton yang masih melaksanakan upara ritual keagamaan tersebut.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi bagaimana media digital memengaruhi kepercayaan tradisional masyarakat Jawa. Selain itu, perbandingan antara daerah-daerah di Indonesia yang memiliki kepercayaan berbeda dapat memberikan wawasan baru. Studi lebih lanjut juga diperlukan untuk mengkaji peran pendidikan dalam membentuk persepsi masyarakat terhadap kepercayaan lokal. Penelitian ini juga dapat mengembangkan metode kuantitatif untuk memperkuat temuan kualitatif yang ada. Analisis lebih mendalam tentang interaksi antara modernisasi dan tradisi keagamaan di wilayah lain dapat memberikan perspektif yang lebih luas. Selain itu, penelitian tentang adaptasi kepercayaan tradisional dalam konteks globalisasi menjadi penting untuk memahami dinamika budaya. Kajian ini juga dapat menggali pengalaman masyarakat dalam menjaga keseimbangan antara modernitas dan kearifan lokal. Penelitian berkelanjutan tentang dampak teknologi pada ritual keagamaan dapat menjadi arah baru untuk memahami perubahan sosial. Studi ini juga dapat mengidentifikasi strategi yang efektif dalam melestarikan kepercayaan tradisional di tengah tantangan modernitas.

Read online
File size503.7 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test