YAYASANBHZYAYASANBHZ

I’tiqadiah: Jurnal Hukum dan Ilmu-ilmu KesyariahanI’tiqadiah: Jurnal Hukum dan Ilmu-ilmu Kesyariahan

Bergoyang atau berjoget sudah sering dilakukan oleh banyak kaum wanita,apalagi di sosial media medi, yang dimana perempuan-perempuan muslimah dengan asyik dan terlihat sangat asyik berjoget-joget serta dengan bangga memasukkan video berjoget-jogetnya di media sosialnya dan hal ini mereka lakukan guna untuk mendapatkan pujian-pujian dari orang-orang yang menontonnya dan mereka juga yang berjoget-joget tersebut mengharapkan sebuah like terhadap video joget-joget mereka tersebut. Padahal didalam syariat islam hukum berjoget-joget itu ada duayaitu makruh dan haram, disebut makruhdisebabkan karena suatu perkara yang tidak menimbulkan kebaikan dan sehingga hal demikian tersebut dikatakan makruh. Dan yang dikatakan dengan haram yaitu ketika terjadinya suatu gerakan yang menimbulkan kemaksiatan contohnya seperti melakukan gerakan-gerakan yang erotis dan auratnya terbuka sehingga hal demikian mampu menimbulkan nifsu sahwat (nafsu).

Dari hasil penjelasan yang telah diuraikan pada bab-bab sebelumnya maka disini peneliti dapat mengambil kesimpulan yang dimana dizaman yang sekarang ini telah banyak remaja muslimah dalam membuat kontennya berisi joget-jogetan yang dinilai erotis, yang mana didalam video tersebut mereka memperlihatkan lekuk tubuh mereka dan bahkan memakai pakaian yang ketat, sehingga ditambahi lagi dari konten-konten mereka yang dibuat adalah dengan cara joget-jogetan dengan menggoyangkan pinggul mereka dari atas sampai bawah.Dengan menggunakan ekspresi wajah yang sangat rawan dalam memicu timbulnya syahwat.Sehingga dari perilaku remaja muslimah tersebut, hal itu masuk kepada realita sosial subjektif yang di pengaruhi oleh latar belakang sosio-kultural yang ada di indonesia.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi faktor-faktor psikologis dan sosial yang mendorong wanita muslimah berhijab untuk berjoget di media sosial, dengan fokus pada peran tekanan teman sebaya, pengaruh budaya populer, dan pencarian identitas diri. Kedua, penelitian kualitatif mendalam dapat dilakukan untuk memahami interpretasi dan pemahaman wanita muslimah berhijab terhadap hukum Islam terkait berjoget di media sosial, serta bagaimana mereka menyeimbangkan antara ekspresi diri, norma agama, dan tekanan sosial. Ketiga, penelitian komparatif dapat dilakukan untuk membandingkan pandangan ulama dan tokoh agama mengenai isu ini, serta bagaimana pandangan tersebut dapat mempengaruhi perilaku dan persepsi masyarakat. Dengan menggali lebih dalam faktor-faktor yang memengaruhi, interpretasi, dan pandangan terkait isu ini, diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif dan berkontribusi pada pengembangan solusi yang konstruktif untuk mengatasi tantangan yang muncul di era digital ini.

  1. INTERPRETASI TERHADAP SYARAT IJAB KABUL Ittihad Al-Majlis Dalam Akad Nikah Perspektif Ulama Empat Madzhab... ejournal.uin-suska.ac.id/index.php/hukumislam/article/view/17428INTERPRETASI TERHADAP SYARAT IJAB KABUL Ittihad Al Majlis Dalam Akad Nikah Perspektif Ulama Empat Madzhab ejournal uin suska ac index php hukumislam article view 17428
  2. AQAD NIKAH PESPEKTIF FIQH DAN KOMPILASI HUKUM ISLAM | Al-Qadha : Jurnal Hukum Islam dan Perundang-Undangan.... journal.iainlangsa.ac.id/index.php/qadha/article/view/1330AQAD NIKAH PESPEKTIF FIQH DAN KOMPILASI HUKUM ISLAM Al Qadha Jurnal Hukum Islam dan Perundang Undangan journal iainlangsa ac index php qadha article view 1330
  3. Fenomena Menarik Perkawinan Dibawah Umur Menjadi Trend Masa Kini di Bittuju Tapanuli Selatan | AL-MANHAJ:... doi.org/10.37680/almanhaj.v4i1.1571Fenomena Menarik Perkawinan Dibawah Umur Menjadi Trend Masa Kini di Bittuju Tapanuli Selatan AL MANHAJ doi 10 37680 almanhaj v4i1 1571
Read online
File size272.79 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test