SIDUCATSIDUCAT

DAWUH : Islamic Communication JournalDAWUH : Islamic Communication Journal

Penelitian ini mengeksplorasi perspektif perbandingan René Descartes dan Harun Nasution mengenai peran akal (ratio) dalam pencarian kebenaran. Menggunakan pendekatan penelitian perpustakaan dengan analisis deskriptif kualitatif, penelitian ini menginvestigasi bagaimana Descartes menempatkan akal sebagai sumber utama pengetahuan melalui filosofi rasionalisnya, sedangkan Harun Nasution menekankan integrasi akal dan wahyu dalam tradisi intelektual Islam. Penelitian ini menyoroti bahwa Descartes, melalui konsep cogito ergo sum (Saya berpikir, maka saya ada), menganggap akal sebagai fondasi utama kepastian yang independen dari persepsi sensorik atau wahyu. Sebaliknya, Harun Nasution menekankan bahwa akal memiliki posisi tinggi dalam Islam tetapi harus selaras dengan wahyu, terutama dalam memahami teologi dan praktik keagamaan. Analisis perbandingan ini menekankan pentingnya akal dalam rasionalisme Barat dan pemikiran Islam modern, sekaligus mengilustrasikan pendekatan epistemologis yang berbeda. Penelitian ini berkontribusi pada debat kontemporer mengenai peran rasionalitas dalam agama dan filsafat, khususnya dalam konteks pendidikan Islam dan filsafat modern.

Perbandingan antara Descartes dan Harun Nasution menunjukkan bahwa rasionalisme bukanlah konsep tunggal, tetapi hasil dari tradisi epistemologis yang beragam.Descartes menekankan otonomi akal sebagai fondasi kepastian, sementara Nasution menempatkan akal sebagai mitra tak terpisahkan dari wahyu.Perbedaan ini membuka dialog antara epistemologi Barat sekuler dan epistemologi Islam religius.Dalam kerangka filsafat perbandingan, perpotongan dua gagasan ini menunjukkan bahwa rasionalitas dapat menjadi titik pertemuan antar budaya tanpa menghilangkan keistimewaan teologis dan sejarah masing-masing tradisi.Penelitian ini tidak hanya membandingkan dua tokoh tetapi juga berkontribusi pada filsafat lintas budaya yang semakin relevan dalam era globalisasi akademik.Rasionalisme Descartes dan Nasution menunjukkan bahwa meskipun berbeda latar belakang, kedua tokoh ini menekankan kebebasan berpikir dan penggunaan pemikiran kritis sebagai jalan keluar dari impas dogmatis.

1. Mempelajari perbandingan antara Descartes dan tokoh-tokoh rasionalis lain dalam tradisi Islam, seperti Al-Farabi atau Ibn Rushd, untuk memahami variasi pendekatan epistemologis dalam konteks budaya yang berbeda. 2. Meneliti dampak konteks budaya terhadap pengembangan rasionalisme, khususnya dalam membandingkan pendekatan Descartes di Eropa dan Nasution di Indonesia, serta bagaimana faktor sejarah dan lokalitas memengaruhi interpretasi kebenaran. 3. Mengkaji integrasi teknologi digital dalam pendidikan Islam modern, dengan mempertimbangkan prinsip Nasution mengenai pentingnya pendidikan kritis dan analitis, serta potensi penggunaan alat teknologi untuk memperkuat pemahaman akan nilai-nilai agama dalam konteks modern.

  1. A survey on the development of Islamic higher education in Indonesia: an epistemological review | Sa'adi... doi.org/10.18326/ijims.v1i1.151-169A survey on the development of Islamic higher education in Indonesia an epistemological review Saadi doi 10 18326 ijims v1i1 151 169
  2. The Writing of Hadith in the Era of Prophet Muhammad: A Critique on Harun Nasution’s Thought |... aljamiah.or.id/index.php/AJIS/article/view/59107The Writing of Hadith in the Era of Prophet Muhammad A Critique on Harun NasutionAos Thought aljamiah index php AJIS article view 59107
  3. THE FALLACIES OF HARUN NASUTION’S THOUGHT OF THEOLOGY | Wirman | JOURNAL OF INDONESIAN ISLAM. fallacies... doi.org/10.15642/JIIS.2013.7.2.246-267THE FALLACIES OF HARUN NASUTIONAoS THOUGHT OF THEOLOGY Wirman JOURNAL OF INDONESIAN ISLAM fallacies doi 10 15642 JIIS 2013 7 2 246 267
  4. HARUN NASUTION’S RENEWAL OF ISLAMIC THOUGHT AND ITS IMPLICATIONS FOR ISLAMIC EDUCATION IN INDONESIA... jurnaliainpontianak.or.id/index.php/khatulistiwa/article/view/2376HARUN NASUTIONAoS RENEWAL OF ISLAMIC THOUGHT AND ITS IMPLICATIONS FOR ISLAMIC EDUCATION IN INDONESIA jurnaliainpontianak index php khatulistiwa article view 2376
Read online
File size336.91 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test