BALIDWIPABALIDWIPA
Focus Journal Law ReviewFocus Journal Law ReviewSedangkan dalam sistem hukum Indonesia, tindakan aborsi dilarang dan dikategorikan sebagai tindak pidana sehingga pelaku serta pihak yang membantu dapat dikenai hukuman. Meskipun mayoritas masyarakat Indonesia menyadari ketentuan tersebut, masih banyak wanita yang melakukan aborsi, sebagaimana tercermin dari data peneliti mengenai jumlah aborsi di Indonesia. Aborsi juga sering dilakukan oleh perempuan korban perkosaan; alasan yang diajukan biasanya karena kehamilan akibat perkosaan menambah penderitaan psikologis karena anak menjadi pengingat peristiwa buruk. Namun, tidak semua faktor pemicu seperti banyaknya anak, kehamilan di luar nikah, atau menjadi korban perkosaan selalu membuat wanita memilih aborsi. Ada pula yang mempertahankan kehamilan dengan alasan bahwa aborsi merupakan dosa. Apapun alasannya, jika aborsi tidak didasarkan pada alasan medis, ibu dan pihak yang membantu aborsi akan dipidana karena hukum positif Indonesia melarang aborsi. Di sisi lain, tidak melakukan aborsi dapat menimbulkan masalah baru, seperti anak yang lahir dari keluarga miskin tidak memperoleh kehidupan layak, atau anak yang lahir tanpa ayah mengalami stigma sosial sehingga hidup dalam rasa malu, terutama dalam budaya Indonesia timur yang tidak menerima anak di luar nikah. Hal ini kadang membuat wanita hamil di luar nikah terdesak untuk melakukan aborsi. Oleh karena itu, studi ini mengeksplorasi perspektif hukum pidana terhadap aborsi di Indonesia.
Pasal 346 KUHP mengatur bahwa wanita yang melakukan abortus dapat dipidana maksimal empat tahun, namun Undang‑Undang Kesehatan No.36/2009 melarang abortus kecuali dalam kasus kehamilan akibat perkosaan yang menimbulkan trauma psikologis.Karena terdapat peraturan khusus, prinsip Lex Specialis derogates Legi Generalis mengharuskan penerapan ketentuan Undang‑Undang Kesehatan yang mengesampingkan pasal KUHP terkait abortus.Oleh karena itu, abortus bagi korban perkosaan harus dilaksanakan setelah melalui konseling pra‑dan pasca‑ tindakan oleh konselor berwenang, sesuai dengan ketentuan Pasal 75 ayat (3) Undang‑Undang Kesehatan.
Saran penelitian lanjutan dapat difokuskan pada tiga arah utama. Pertama, dilakukan studi kualitatif terhadap korban perkosaan yang telah menjalani abortus untuk memahami secara mendalam dampak psikologis dan sosial setelah prosedur serta efektivitas konseling pra‑dan pasca‑ tindakan yang diwajibkan oleh Undang‑Undang Kesehatan. Kedua, penelitian kuantitatif dapat mengukur sejauh mana implementasi batas usia kehamilan maksimal 40 hari pada kasus perkosaan terpenuhi di fasilitas kesehatan, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang menghambat atau memfasilitasi kepatuhan regulasi tersebut. Ketiga, analisis perbandingan komparatif antara penerapan prinsip Lex Specialis dalam Undang‑Undang Kesehatan dengan penerapan Pasal 346 KUHP dapat mengungkap potensi konflik hukum dan memberikan rekomendasi harmonisasi peraturan yang lebih jelas untuk melindungi hak korban sekaligus menegakkan kepastian hukum. Semua penelitian tersebut diharapkan dapat memperkaya basis empiris, meningkatkan kebijakan, dan memberikan panduan praktis bagi pembuat regulasi, tenaga medis, serta lembaga bantuan hukum dalam menangani kasus abortus korban perkosaan di Indonesia.
| File size | 219.54 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
UNISMUH PALUUNISMUH PALU Karakterisasi bahaya dibagi menurut kategori HBM 3: normal pada 60%, alert pada 15%, dan tinggi pada 25% untuk konsentrasi merkuri pada wanita hamil. DibandingkanKarakterisasi bahaya dibagi menurut kategori HBM 3: normal pada 60%, alert pada 15%, dan tinggi pada 25% untuk konsentrasi merkuri pada wanita hamil. Dibandingkan
POLTEKTIARABUNDAPOLTEKTIARABUNDA 4) Terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan tentang antibiotik dengan frekuensi penggunaan antibiotika tanpa resep dokter di kalangan4) Terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan tentang antibiotik dengan frekuensi penggunaan antibiotika tanpa resep dokter di kalangan
UIN WALISONGOUIN WALISONGO Penelitian ini mengkaji peran faktor demografis sebagai mediator pada kesejahteraan psikologis orang tua Indonesia yang memiliki anak dengan down syndromePenelitian ini mengkaji peran faktor demografis sebagai mediator pada kesejahteraan psikologis orang tua Indonesia yang memiliki anak dengan down syndrome
INDOSCIENCEINDOSCIENCE Implementasi Kurikulum Merdeka dalam mendukung pendidikan inklusif bagi anak berkebutuhan khusus di Indonesia menghadapi berbagai tantangan yang kompleks,Implementasi Kurikulum Merdeka dalam mendukung pendidikan inklusif bagi anak berkebutuhan khusus di Indonesia menghadapi berbagai tantangan yang kompleks,
POLTEKKESTASIKMALAYAPOLTEKKESTASIKMALAYA Ada peningkatan pengetahuan dan perlaku pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut pada murid Madarasah Tsanawiyah Manarul Huda Kota Tasikmalaya sesudah diberiAda peningkatan pengetahuan dan perlaku pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut pada murid Madarasah Tsanawiyah Manarul Huda Kota Tasikmalaya sesudah diberi
UNARSUNARS Ada perbedaan produksi padi sawah antara sebelum dan sesudah menjadi anggota kelompok tani. Terdapat perbedaan nyata pendapatan petani antara sebelum danAda perbedaan produksi padi sawah antara sebelum dan sesudah menjadi anggota kelompok tani. Terdapat perbedaan nyata pendapatan petani antara sebelum dan
JQWHJQWH Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelompok intervensi (ASIH) terdapat 19 orang (61,3 %) mengalami penurunan skor nyeri dari 31 responden, sedangkanHasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelompok intervensi (ASIH) terdapat 19 orang (61,3 %) mengalami penurunan skor nyeri dari 31 responden, sedangkan
CERICCERIC Penelitian ini menemukan tujuh tema yaitu perasaan keluarga, penilaian keluarga, strategi pemberian makan, sistem pendukung keluarga dan masyarakat, motivasi,Penelitian ini menemukan tujuh tema yaitu perasaan keluarga, penilaian keluarga, strategi pemberian makan, sistem pendukung keluarga dan masyarakat, motivasi,
Useful /
JQWHJQWH Sampel dipilih dengan menggunakan total sampling sebanyak 39 bayi. Pengumpulan data menggunakan wawancara untuk nutrisi memenuhi kebutuhan dan kualitasSampel dipilih dengan menggunakan total sampling sebanyak 39 bayi. Pengumpulan data menggunakan wawancara untuk nutrisi memenuhi kebutuhan dan kualitas
CERICCERIC Alasan lansia di panti digambarkan dengan tema keinginan personal dan kelemahan struktur kekuatan keluarga. Masalah yang dialami lansia digambarkan denganAlasan lansia di panti digambarkan dengan tema keinginan personal dan kelemahan struktur kekuatan keluarga. Masalah yang dialami lansia digambarkan dengan
CERICCERIC Kondisi klinis dan perawatan di ruang rawat intensif pada Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) mempengaruhi status bangun-tidurnya dan menyebabkan kecemasanKondisi klinis dan perawatan di ruang rawat intensif pada Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) mempengaruhi status bangun-tidurnya dan menyebabkan kecemasan
CERICCERIC Hasil uji Fisher exact dan regresi logistik berganda menunjukkan adanya perbedaan kejadian luka tekan pada klien yang dirawat menggunakan VCO dengan pijatHasil uji Fisher exact dan regresi logistik berganda menunjukkan adanya perbedaan kejadian luka tekan pada klien yang dirawat menggunakan VCO dengan pijat