UIN WALISONGOUIN WALISONGO

Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan SosialWahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial

Makanan dan minuman merupakan dua hal kebutuhan bagi setiap orang. Namun, bagi seorang muslim kehalalan makanan dan minuman selalu menjadi prioritas. Oleh karena itu, tidak semua makanan dan minuman halal untuk di konsumsi, seperti kehalalan hewan atau binatang. Ajaran Islam mengajarkan bahwa halal dan haramnya hewan sembelihan berhubungan erat dengan cara penyembelihannya. Artikel ini menjelaskan dan mendeskripsikan relevansi penyembelihan hewan dengan menggunakan mesin pemotong di abad modern. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis studi pustaka. Data-data yang digunakan dalam penelitian ini bersumber dari hasil penelusuran sejumlah buku, fatwa MUI, artikel dan lainnya yang berhubungan dengan penelitian. Selanjutnya data-data dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan pendekatan normative. Hasil penelitian menjelaskan bahwa penyembelihan hewan dengan menggunakan mesin pemotong hewan dianggap sah apabila sudah memenuhi syarat yang telah ditetapkan dalam putusan fatwa MUI.

Ajaran Islam selalu dinamis menyesuaikan dengan kondisi dan realitas zaman, sehingga praktik penyembelihan hewan halal tidaklah baru namun dapat terus berkembang seiring kemajuan teknologi.Fatwa MUI menyatakan bahwa penyembelihan hewan dengan bantuan tenaga listrik (mekanis) diperbolehkan asalkan memenuhi prosedur standar yang menghindari rasa sakit, cedera, atau kematian hewan pada proses stunning.Dengan demikian, penerapan teknologi mesin penyembelih harus memperhatikan ketentuan fatwa agar tetap halal dan tidak menimbulkan kerugian bagi hewan.

Penelitian selanjutnya dapat mengkaji (1) persepsi konsumen terhadap daging yang berasal dari penyembelihan hewan dengan mesin stunning dibandingkan dengan penyembelihan manual tradisional di berbagai wilayah Indonesia, guna memahami tingkat penerimaan pasar halal; (2) pengembangan dan pengujian protokol standar stunning yang menjamin kesejahteraan hewan sekaligus mematuhi fatwa MUI, dengan mengukur indikator stres fisiologis pada hewan sebelum dan sesudah proses penyembelihan; serta (3) analisis implikasi hukum dan teologis penerapan pandangan mazhab yang berbeda mengenai bacaan basmalah dalam penyembelihan mekanis, sehingga dapat memberikan rekomendasi kebijakan yang harmonis bagi komunitas Muslim yang beragam. Ketiga arah studi ini diharapkan dapat memperkaya literatur tentang teknologi penyembelihan halal, meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi, serta mendukung praktik yang lebih etis dan dapat diterima secara luas.

  1. KEHARAMAN HEWAN DALAM PERSPEKTIF AL-QUR'AN DAN HADITS | Al Qalam. keharaman hewan perspektif al... jurnal.uinbanten.ac.id/index.php/alqalam/article/view/1370KEHARAMAN HEWAN DALAM PERSPEKTIF AL QURAN DAN HADITS Al Qalam keharaman hewan perspektif al jurnal uinbanten ac index php alqalam article view 1370
  2. Juru Sembelih Halal Berbasis Pada Walisongo Halal Research Center (WHRC) | Dimas: Jurnal Pemikiran Agama... doi.org/10.21580/dms.2017.172.2431Juru Sembelih Halal Berbasis Pada Walisongo Halal Research Center WHRC Dimas Jurnal Pemikiran Agama doi 10 21580 dms 2017 172 2431
Read online
File size396.65 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test