STAIN KEPRISTAIN KEPRI

PERADAPERADA

Al-Quran sebagai mukjizat Nabi Muhammad SAW mengandung berbagai persoalan kehidupan, salah satunya peristiwa Isra Mikraj yang tercatat dalam QS. Al-Isra ayat 1. Peristiwa ini menggambarkan perjalanan agung Nabi Muhammad dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsha dan Sidratul Muntaha, serta menjadi titik tolak diwajibkannya shalat lima waktu. Kajian ini fokus pada analisis filologi naskah kitab Riwayah Isra Mikraj karya K. H. Ahmad Fauzan, yang memiliki nilai nasionalisme dan menggambarkan integrasi antara Islam dan sosial-politik. Dengan pendekatan kodikologi, penelitian ini mengkaji sejarah naskah, kondisi fisik, serta konten yang terkandung dalam ayat Al-Isra, guna mengungkap hikmah peristiwa Isra Mikraj dari perspektif filologis. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam memperkaya pemahaman terhadap sejarah dan ajaran Islam serta memperdalam kajian filologi dalam konteks keislaman.

Kajian terhadap naskah Riwayah Isra Mikraj karya K.Ahmad Fauzan menunjukkan bahwa peristiwa Isra Mikraj penting dalam ajaran Islam dan sejarah, sekaligus menjadi titik tolak pengsyariatan shalat lima waktu.Pendekatan filologi mengungkap aspek fisik dan isi naskah serta mengilustrasikan integrasi nilai-nilai nasionalisme dengan ajaran Islam dalam konteks sosial‑politik masa itu.Analisis kodikologi dan tekstologi memberikan wawasan mendalam tentang kondisi fisik naskah serta makna interpretatifnya.

Penelitian selanjutnya dapat membandingkan naskah-naskah Isra Mikraj dari berbagai daerah di Indonesia untuk melihat variasi tema nasionalisme dan interpretasi teks; hal ini akan membantu memahami penyebaran dan adaptasi cerita Isra Mikraj dalam konteks lokal. Selanjutnya, penting untuk menyelidiki bagaimana manuskrip Riwayah Isra Mikraj dipergunakan dalam pendidikan Islam modern, misalnya dengan menganalisis kurikulum atau materi pengajaran yang mengacu pada naskah tersebut, sehingga dapat menilai dampaknya terhadap pemahaman siswa. Akhirnya, penerapan teknologi digital seperti pencitraan resolusi tinggi dan pembuatan edisi digital interaktif dapat melestarikan kondisi fisik naskah serta mempermudah akses bagi peneliti di seluruh dunia, yang pada gilirannya akan memperkaya studi filologi dan kajian keislaman.

Read online
File size1.27 MB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test