STAIMUTTAQIENSTAIMUTTAQIEN

Muttaqien; Indonesian Journal of Multidiciplinary Islamic StudiesMuttaqien; Indonesian Journal of Multidiciplinary Islamic Studies

Penggunaan Ayat-ayat Al-Quran sebagai sarana deskripsi penjualan sudah banyak dilakukan oleh para produsen diantaranya pada aplikasi Shopee. Ayat ini menjadi upaya dalam menggiring pesan secara visual dan mengandung unsur keagamaan, sehingga korelasi antara gambar dapat membuat konsumen muslim tertarik. Penelitian kualitatif ini bertujuan mengeksplorasi ragam penggunaan ayat-ayat dari Al-Quran dalam komersialisasi di Shopee, mendeskripsikan bentuk resepsi ayat-ayat dari Al-Quran yang digunakan di Shopee sebagai alat komersialisasi dan menjelaskan faktor penggunaan ayat Al-Quran sebagai alat komersialisasi. Jenis penelitian ini termasuk kualitatif yang bersifat deskriptif analisis dengan pendekatan Sosiologi Agama dan salah satu teori dari Peter L. Berger yaitu Konstruksi Sosial. Data penelitian bersumber dari observasi pada akun-akun shopee yang menggunakan ayat Al-Quran, terjemah maupun arti hadis sebagai deskripsi. Hasil penelitian menunjukkan, terdapat lima ragam bentuk komersialisasi diantaranya, ayat Al-Quran dalam bentuk meme, ayat Al-Quran pada deskripsi, ayat Al-Quran dan Hadis pada deskripsi, hadis pada deskripsi, hadis pada gambar dan deskripsi. Adapun tipologi resepsi pada penelitian ini termasuk pada tipologi resepsi fungsional, karena Al-Quran diciptakan untuk manusia agar merespon dan mengarahkan pada tujuan tertentu yang akhirnya melahirkan sebuah motivasi untuk mengubah sikap dan cara bertindak dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini terjadi karena 3 faktor yang melatarbelakangi, yaitu faktor eksternal merupakan proses penyesuaian diri, faktor objektivasi merupakan hasil dari penyesuaian diri dan faktor internalisasi ketika produsen dan konsumen memahami makna yang terkandung.

Komersialisasi ayat Al-Quran telah banyak terjadi di marketplace seperti Shopee sebagai upaya pemasaran.Terdapat lima bentuk komersialisasi, mulai dari penggunaan ayat dalam meme hingga kombinasi hadis pada gambar dan deskripsi.Tipologi resepsi yang terjadi bersifat fungsional, didukung tiga faktor utama.eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi yang berkaitan dengan penyesuaian diri, kepercayaan sosial, dan pemahaman makna oleh produsen dan konsumen.

Pertama, perlu diteliti bagaimana penggunaan ayat Al-Quran dalam iklan digital memengaruhi pemahaman agama generasi muda, terutama dalam konteks identitas keagamaan yang terbentuk melalui paparan komersial. Kedua, penting untuk mengkaji dampak jangka panjang dari komodifikasi simbol agama terhadap kepercayaan konsumen terhadap produk halal secara umum, termasuk apakah pendekatan semacam ini memperkuat atau justru melemahkan nilai-nilai keagamaan dalam konsumsi. Ketiga, perlu dilakukan studi komparatif antara berbagai platform e-commerce untuk memahami perbedaan pola komersialisasi ayat suci dan faktor yang menyebabkan dominasi penggunaan tertentu pada platform tertentu, termasuk peran algoritme rekomendasi dalam menyebarluaskan konten religius komersial. Penelitian-penelitian ini dapat mengungkap dimensi psikologis, sosial, dan teknologis dari interaksi antara agama dan pasar digital. Dengan memahami dinamika ini, kita bisa menilai apakah komersialisasi dalil agama hanya sekadar strategi pemasaran atau mulai membentuk ulang cara masyarakat memaknai teks-teks suci. Selain itu, pendekatan kuantitatif bisa digunakan untuk mengukur seberapa besar pengaruh penggunaan ayat terhadap keputusan beli dibandingkan faktor lain seperti harga atau kualitas produk. Penelitian lanjutan juga bisa mengeksplorasi respons normatif dari institusi keagamaan terhadap fenomena ini, serta apakah ada upaya formal untuk mengatur atau membatasi eksploitasi simbol agama dalam ruang digital. Hasilnya bisa menjadi dasar bagi kebijakan yang menyeimbangkan antara kemerdekaan ekspresi dagang dan perlindungan terhadap kesucian agama. Dengan pendekatan multidisipliner yang melibatkan sosiologi, psikologi, dan studi media, penelitian ini bisa memberikan gambaran komprehensif mengenai transformasi makna agama di tengah arus kapitalisme digital.

  1. Program Taḥfīẓ Al-Qur’ān dan Komersialisasi Pendidikan | Mutma'inah | Journal of Islamic... journal.iain-manado.ac.id/index.php/jiep/article/view/856Program Taufe Al QurAoAn dan Komersialisasi Pendidikan Mutmainah Journal of Islamic journal iain manado ac index php jiep article view 856
  2. Etika Bisnis Jual Beli Online dalam Perspektif Islam | Jurnal Hukum Ekonomi Syariah. etika bisnis beli... doi.org/10.26618/j-hes.v3i1.2125Etika Bisnis Jual Beli Online dalam Perspektif Islam Jurnal Hukum Ekonomi Syariah etika bisnis beli doi 10 26618 j hes v3i1 2125
Read online
File size1.41 MB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test