UNISMUHUNISMUH

Equilibrium: Jurnal PendidikanEquilibrium: Jurnal Pendidikan

Kepercayaan terhadap air doa dari Tuan Guru adalah sebuah kepercayaan di masyarakat Banjar kepada seorang Tuan Guru untuk meminta doa ketika sedang mendapatkan suatu masalah dalam kehidupan sehari-hari mereka. Air doa ialah air yang telah dibacakan doa oleh Tuan Guru dengan sumber doa berdasarkan ayat-ayat dari kitab suci Al-Quran. Tulisan dalam Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kepercayaan masyarakat Banjar terhadap air doa yang dibacakan oleh Tuan Guru dan mengetahui nilai-nilai yang terkandung dalam kepercayaan air doa tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif, sumber data yang secara Purposive Sampling dengan pendekatan etnografi melalui teknik observasi dan wawancara. Hasil penelitian ini menemukan: 1) Kepercayaan terhadap air doa pada masyarakat Banjar, terbagi menjadi lima yaitu pengetahuan tentang asal-usul, alasan meminta air doa, motif meminta air doa, cara mendoakan air doa, pantangan terhadap air doa, dan dampak dari air doa. 2) Nilai yang terkandung dalam kepercayaan terhadap air doa dari Tuan Guru terdapat tiga nilai: Pertama, nilai religius yang berupa adanya doa-doa. Kedua, nilai sosial yaitu adanya silaturahim, adanya sikap saling tolong menolong, adanya kasih sayang, adanya kumunikasi dan adanya sopan santun terhadap Tuan Guru. Ketiga, nilai material berupa hadiah uang dan hadiah berupa benda, yang diberikan oleh masyarakat kepada Tuan Guru setelah meminta air doa.

Hasil penelitian tentang Air doa pada masyarakat Banjar disimpulkan sebagai berikut.Pengetahuan Tuan Guru tentang kepercayaan terhadap air doa pada masyarakat Banjar disimpulkan sebagai berikut.a) Asal-usul kepercayaan terhadap air doa bersumber dari Al-Quran yang disampaikan oleh Nabi SAW kemudian dilakukan secara turun-temurun.b) Alasan masyarakat meminta air doa, yakni masyarakat Banjar di Desa Karya Jadi paham dengan berkat dari seorang Tuan Guru, dan masyarakat menjalankan syariat selain berobat ke dokter juga meminta air doa dari Tuan Guru.c) Motif masyarakat meminta air doa kepada Tuan Guru, yakni seperti untuk anak yang nakal, anak yang cerewet, dan anak yang bermasalah dengan jin atau seperti anak yang mudah untuk diganggu oleh jin, kemudian untuk pembuka hati, untuk orang sakit, untuk syarat rumah atau bangunan, untuk faktor rumah tangga, dan untuk pengusir jin.d) Cara-cara mendoakan air doa dari Tuan Guru, yakni dibacakan ayat-ayat Al-Quran kemudian ditiupkan ke air, lebih hebat lagi menggunakan air hujan.e) Pantangan terhadap air doa dari Tuan Guru sebenarnya tidak ada, akan tetapi lebih kepada menghormati pada air doa tersebut karena mengandung ayat-ayat Al-Quran.f) Khasiat pada air doa, menurut Tuan Guru Khairullah Azmi, pernah ada penelitian bahwa air yang telah dibacakan doa berbeda dengan air sebelum dibacakan doa seperti ada terdapat kandungan ion positif di air doa tersebut.Selain itu, khasiat air doa juga kadang-kadang mujarab dan kadang-kadang tidak mujarrab, karena meminta air doa hanya bertawakal.Adapun Nilai yang terkandung dalam kepercayaan terhadap air doa dari Tuan Guru pada masyarakat Banjar di Desa Karya Jadi terbagi menjadi tiga yaitu.a) Nilai religius yang terkandung dalam kepercayaan terhadap air doa ialah seperti adanya ayat-ayat yang di bacakan ke air doa bersumber dari ayat-ayat Al-Quran, kemudian membacakan doa-doa.b) Nilai sosial didalam kepercayaan terhadap air doa dari Tuan Guru yakni adanya nilai silaturahim, kemudian adanya sikap saling tolong menolong, adanya saling kasih sayang, adanya kumunikasi antara masyarakat dengan Tuan Guru, dan adanya sikap sopan santun seseorang terhadap Tuan Guru.c) Nilai Material dalam kepercayaan terhadap air doa dari Tuan Guru yakni masyarakat yang memberikan hadiah kepada Tuan Guru, seperti ada yang memberikan uang maupun benda seperti logam dan jarum, akan tetapi pemberian hadiah tersebut tidak diwajibkan hanya seikhlasnya saja.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji evolusi kepercayaan terhadap air doa secara historis untuk memahami perubahan makna dan fungsi dari masa ke masa. Selain itu, perlu dilakukan studi perbandingan antara praktik air doa di masyarakat Banjar dengan komunitas lain di Indonesia untuk mengidentifikasi kesamaan dan perbedaan dalam konteks budaya dan agama. Terakhir, penelitian bisa fokus pada dampak psikologis dan sosial dari penggunaan air doa, misalnya bagaimana kepercayaan ini memengaruhi pola interaksi masyarakat atau memperkuat hubungan antara individu dan tokoh spiritual.

Read online
File size599.93 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test