UBUB

Veterinary Biomedical and Clinical JournalVeterinary Biomedical and Clinical Journal

Pemanasan global ditandai dengan peningkatan suhu atmosfer, lautan, dan daratan bumi, yang mengakibatkan perubahan iklim ekstrem. Dampak perubahan iklim akan mempengaruhi kesehatan hewan melalui peningkatan suhu lingkungan (stress panas). Penelitian ini menggunakan Zebrafish sebagai model hewan seperti penelitian sebelumnya karena Zebrafish memiliki 70% kesamaan genetik dengan manusia. Selain itu, Zebrafish memiliki persetujuan khusus dari U.S. Food and Drug Administration untuk penelitian penemuan obat baru. Stress panas berdampak negatif pada kesehatan hewan melalui peningkatan Reactive Oxygen Species (ROS), terutama pada sistem reproduksi karena menyebabkan penurunan efisiensi reproduksi, seperti perkembangan folikel, kualitas oosit, dan maturasi oosit. Suplemen antioksidan, yaitu ekstrak teh hijau, diperlukan untuk mengurangi dampak negatif stress panas. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis perbedaan dosis 4 µl ekstrak teh hijau (Camellia sinensis) pada diameter, viabilitas, dan laju Germinal Vesicle Breakdown (GVBD) oosit Zebrafish pada suhu normal (28℃) dan dengan paparan stress panas (32℃; 34℃). Oosit Zebrafish dikumpulkan dan dikelompokkan menjadi 2 kelompok perlakuan, yaitu kelompok tanpa stress panas (28℃) dan kelompok stress panas (32℃; 34℃) dengan 6 ulangan. Data kuantitatif diproses menggunakan perangkat lunak SPSS dengan analisis Two Way ANOVA. Hasil Two Way ANOVA menunjukkan bahwa suplemen ekstrak teh hijau memiliki efek positif pada diameter, viabilitas, dan GVBD oosit Zebrafish. Hal ini ditunjukkan oleh signifikansi persentase diameter (P=0.002), viabilitas (P=0.003), dan laju GVBD (P=0.000).

Suplemen ekstrak teh hijau memiliki efek positif pada diameter, viabilitas, dan laju Germinal Vesicle Breakdown (GVBD) oosit Zebrafish (Danio rerio) baik pada perlakuan tanpa stress panas maupun stress panas, yang ditandai dengan peningkatan diameter oosit, sedangkan oosit pada kelompok stress panas tanpa suplemen ekstrak teh hijau mengalami penurunan diameter, viabilitas, dan laju GVBD.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk mengamati kualitas oosit dengan variasi suhu dan dosis untuk menentukan efektivitas ekstrak teh hijau dalam menangkal ROS dan memulihkan kualitas oosit setelah terpapar stress panas. Perlu ditambahkan kontrol negatif untuk menentukan apakah larutan (70% aseton) memiliki efek atau tidak pada kualitas oosit pada perlakuan tanpa stress panas dan stress panas. Studi lebih lanjut diperlukan mengenai pemberian ekstrak teh hijau secara in vivo untuk mengetahui lebih detail tentang efektivitas, toksisitas, dan aktivitas ekstrak teh hijau pada tubuh.

  1. The relationship of oocyte diameter and incubation temperature to incubation time in temperate freshwater... onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/j.1095-8649.2008.02160.xThe relationship of oocyte diameter and incubation temperature to incubation time in temperate freshwater onlinelibrary wiley doi 10 1111 j 1095 8649 2008 02160 x
  2. Oxidative Stress: Harms and Benefits for Human Health - Pizzino - 2017 - Oxidative Medicine and Cellular... onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1155/2017/8416763Oxidative Stress Harms and Benefits for Human Health Pizzino 2017 Oxidative Medicine and Cellular onlinelibrary wiley doi 10 1155 2017 8416763
  3. A comparative ultrastructure study of storage cells in the eutardigrade Richtersius coronifer in the... doi.org/10.1371/journal.pone.0201430A comparative ultrastructure study of storage cells in the eutardigrade Richtersius coronifer in the doi 10 1371 journal pone 0201430
Read online
File size381.59 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test