GREENPUBGREENPUB
Jurnal Ilmu MultidisiplinJurnal Ilmu MultidisiplinPenelitian ini menyelidiki pengaruh mindfulness dan dukungan sosial terhadap tingkat kecemasan pada atlet muda di Sentra Latihan Olahragawan Muda Potensial Nasional (SLOMPN). Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya prevalensi kecemasan kompetitif yang dapat menghambat performa dan kesejahteraan psikologis. Hipotesis yang diajukan adalah bahwa tingkat mindfulness dan dukungan sosial yang lebih tinggi akan memprediksi tingkat kecemasan kompetitif yang lebih rendah. Dengan menggunakan metode survei kuantitatif, data dikumpulkan dari 104 atlet remaja menggunakan instrumen yang telah divalidasi: CSAI-2R untuk kecemasan, Athlete Mindfulness Questionnaire, dan Athlete Receive Social Support Questionnaire. Analisis regresi linier berganda menunjukkan bahwa mindfulness dan dukungan sosial secara signifikan memprediksi kecemasan ke arah negatif, dengan kontribusi sebesar 47,2% dari varians yang ada (p < 0,05). Temuan ini menekankan pentingnya peran penggabungan keterampilan mental individu dengan lingkungan sosial yang mendukung untuk mengurangi kecemasan kompetitif serta meningkatkan kesejahteraan dalam program pengembangan olahraga usia dini.
Penelitian ini membuktikan bahwa mindfulness dan dukungan sosial secara signifikan mengurangi tingkat kecemasan atlet muda di SLOMPN, dengan dukungan sosial memberikan kontribusi yang lebih besar.Model integratif yang menggabungkan regulasi internal melalui mindfulness serta optimalisasi lingkungan sosial terbukti menjelaskan 47,2% varians kecemasan, sehingga menjadi strategi paling efektif.Meskipun terdapat varians yang dipengaruhi faktor lain, temuan ini memberikan dasar bagi pengembangan program psikologis komprehensif dan menjadi landasan penting untuk penelitian lanjutan.
Penelitian lanjutan dapat menguji efektivitas jangka panjang intervensi gabungan mindfulness dan dukungan sosial dengan merancang studi longitudinal yang mengikuti atlet selama satu musim kompetisi penuh, sehingga dapat menilai dampak berkelanjutan terhadap kecemasan dan prestasi atlet. Selanjutnya, studi komparatif dapat membandingkan pendekatan mindfulness kelompok versus individu, sambil memvariasikan tingkat intensitas dukungan sosial untuk mengidentifikasi kombinasi paling optimal dalam mengurangi kecemasan pada remaja atlet. Terakhir, penelitian dapat mengeksplorasi penggunaan platform digital berbasis aplikasi seluler untuk menyampaikan intervensi mindfulness dan modul dukungan sosial secara remote, menilai apakah teknologi tersebut dapat meningkatkan keterlibatan, kepatuhan, dan hasil psikologis pada atlet yang berada di daerah terpencil atau memiliki jadwal latihan yang padat.
| File size | 300.67 KB |
| Pages | 12 |
| DMCA | Report |
Related /
GREENPUBGREENPUB Faktor pendukung meliputi kualitas instruktur, relevansi materi, dukungan kelembagaan, serta keterlibatan stakeholder, sedangkan faktor penghambat mencakupFaktor pendukung meliputi kualitas instruktur, relevansi materi, dukungan kelembagaan, serta keterlibatan stakeholder, sedangkan faktor penghambat mencakup
UMIUMI Oleh sebab itu, dilakukan perancangan sistem informasi surveilans infeksi terkait pelayanan kesehatan dengan metode waterfall dan dikembangkan dengan bahasaOleh sebab itu, dilakukan perancangan sistem informasi surveilans infeksi terkait pelayanan kesehatan dengan metode waterfall dan dikembangkan dengan bahasa
GREENPUBGREENPUB Aplikasi ini menyediakan fitur dashboard,input data ,serta laporan yang dapat mendukung proses monitoring dan evaluasi secara cepat dan akurat. Hasil pengujianAplikasi ini menyediakan fitur dashboard,input data ,serta laporan yang dapat mendukung proses monitoring dan evaluasi secara cepat dan akurat. Hasil pengujian
GREENPUBGREENPUB Temuan ini mengimplikasikan bahwa pemerintah setempat harus berkolaborasi dengan pekerja kesehatan dan pemimpin suku untuk meningkatkan kesadaran dan mengklarifikasiTemuan ini mengimplikasikan bahwa pemerintah setempat harus berkolaborasi dengan pekerja kesehatan dan pemimpin suku untuk meningkatkan kesadaran dan mengklarifikasi
PPNIUNIMMANPPNIUNIMMAN Data dikumpulkan melalui kuesioner body shaming, media sosial, dan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Untuk analisis data, digunakan uji regresi linierData dikumpulkan melalui kuesioner body shaming, media sosial, dan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Untuk analisis data, digunakan uji regresi linier
UMPRUMPR Menggunakan metode pendekatan kuantitatif dengan teknik probability sampling dan sampel acak sederhana sebanyak 200 responden, data dianalisis menggunakanMenggunakan metode pendekatan kuantitatif dengan teknik probability sampling dan sampel acak sederhana sebanyak 200 responden, data dianalisis menggunakan
UWMYUWMY Kesimpulan, UMKM di Desa Cibeber perlu meningkatkan keterampilan kewirausahaan, diversifikasi produk, dan menyesuaikan diri dengan perubahan kebijakanKesimpulan, UMKM di Desa Cibeber perlu meningkatkan keterampilan kewirausahaan, diversifikasi produk, dan menyesuaikan diri dengan perubahan kebijakan
UNTAG SMDUNTAG SMD Koefisien regresi (B) variabel X1 atau religiusitas sebesar -0,388 menyatakan bahwa setiap kali religiusitas ditingkatkan 1% maka akan menurunkan gayaKoefisien regresi (B) variabel X1 atau religiusitas sebesar -0,388 menyatakan bahwa setiap kali religiusitas ditingkatkan 1% maka akan menurunkan gaya
Useful /
GREENPUBGREENPUB Proses penentuan jumlah cluster dilakukan melalui pendekatan Elbow Method dan Silhouette Score, yang menunjukkan bahwa meskipun nilai evaluasi numerikProses penentuan jumlah cluster dilakukan melalui pendekatan Elbow Method dan Silhouette Score, yang menunjukkan bahwa meskipun nilai evaluasi numerik
NASETJOURNALNASETJOURNAL Kuantifikasi tepat Aflatoksin B1, B2, G1, dan G2 dilakukan melalui kromatografi cair kinerja tinggi yang digabungkan dengan deteksi fluoresensi (HPLC-FLD)Kuantifikasi tepat Aflatoksin B1, B2, G1, dan G2 dilakukan melalui kromatografi cair kinerja tinggi yang digabungkan dengan deteksi fluoresensi (HPLC-FLD)
PPNIUNIMMANPPNIUNIMMAN Tujuan penelitian ini adalah memberikan bukti empiris mengenai kelayakan QEWB sebagai instrumen untuk mengukur eudaimonic well-being pada populasi Indonesia.Tujuan penelitian ini adalah memberikan bukti empiris mengenai kelayakan QEWB sebagai instrumen untuk mengukur eudaimonic well-being pada populasi Indonesia.
PPNIUNIMMANPPNIUNIMMAN Desain penelitian ini menggunakan cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas IV,V, dan VI yang berjumlah 50 siswa. Teknik pengambilan sampelDesain penelitian ini menggunakan cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas IV,V, dan VI yang berjumlah 50 siswa. Teknik pengambilan sampel