PPNIUNIMMANPPNIUNIMMAN

Jurnal Siti RufaidahJurnal Siti Rufaidah

Penelitian ini mengevaluasi karakteristik psikometrik Kuesioner Eudaimonic Well-Being (QEWB) versi Bahasa Indonesia dengan menitikberatkan pada validitas struktur internal dan reliabilitas. Tujuan penelitian ini adalah memberikan bukti empiris mengenai kelayakan QEWB sebagai instrumen untuk mengukur eudaimonic well-being pada populasi Indonesia. Proses penelitian mencakup adaptasi alat ukur, kemudian analisis faktor eksploratori (EFA) dan analisis faktor konfirmatori (CFA) untuk menilai struktur dimensinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa QEWB versi Bahasa Indonesia memiliki validitas struktur internal yang memadai serta konsistensi reliabilitas yang baik. Model empat faktor, yang terdiri atas meaning in life, self-discovery, personal expression enjoyment, serta personal satisfaction and fulfillment, menjadi model terbaik dan paling stabil berdasarkan hasil analisis. Pengujian tambahan melalui uji beda menunjukkan bahwa instrumen ini tidak memiliki bias gender di dalam sampel penelitian, sehingga dinilai adil dan dapat digunakan pada responden laki-laki maupun perempuan. Temuan ini menegaskan potensi penggunaan QEWB dalam penelitian dan asesmen psikologis, khususnya dalam topik kesejahteraan, pengembangan diri, dan konteks organisasi. Meskipun demikian, generalisasi hasil tetap perlu dilakukan secara hati-hati karena keterbatasan sampel. Penelitian lanjutan disarankan melibatkan populasi yang lebih beragam serta mengeksplorasi bukti psikometrik tambahan untuk memperkuat penerapan QEWB secara lebih luas.

Penelitian ini menunjukkan bahwa QEWB versi Bahasa Indonesia memiliki validitas struktur internal yang memadai dan reliabilitas yang konsisten, sehingga layak digunakan untuk mengukur eudaimonic well-being.Analisis EFA dan CFA mendukung keberfungsian model empat faktor, yaitu meaning in life, self-discovery, personal expression enjoyment, serta personal satisfaction and fulfillment.Uji beda juga mengindikasikan tidak adanya bias gender pada populasi penelitian, sehingga penggunaan instrumen ini dinilai adil dan akurat.Temuan ini memperkuat potensi QEWB sebagai alat ukur yang dapat dimanfaatkan dalam penelitian maupun praktik psikologi di Indonesia, meskipun generalisasi tetap harus dilakukan secara hati-hati mengingat keterbatasan konteks sampel.Penelitian selanjutnya disarankan melibatkan variasi populasi yang lebih luas serta menguji aspek lain dari validitas psikometrik untuk memperkuat bukti penggunaan QEWB.

Untuk memperkuat penerapan QEWB secara lebih luas, penelitian lanjutan dapat melibatkan populasi yang lebih beragam, seperti populasi dengan latar belakang budaya dan demografi yang berbeda. Selain itu, perlu dilakukan eksplorasi bukti psikometrik tambahan, seperti analisis validitas kriteria dan analisis reliabilitas dengan metode yang lebih komprehensif. Penelitian juga dapat fokus pada pengembangan item-item baru untuk meningkatkan validitas dan reliabilitas QEWB, terutama pada dimensi yang memiliki konsistensi internal rendah. Dengan demikian, QEWB dapat menjadi alat ukur yang lebih komprehensif dan akurat dalam mengukur eudaimonic well-being di berbagai konteks.

  1. Facilitating Eudaimonic Well-Being in Mental Health Care Organizations: The Role of Servant Leadership... doi.org/10.3390/ijerph17041173Facilitating Eudaimonic Well Being in Mental Health Care Organizations The Role of Servant Leadership doi 10 3390 ijerph17041173
  2. Validitas dan Reliabilitas Kuesioner Eudaimonic Well-Being Versi Bahasa Indonesia | Jurnal Siti Rufaidah.... doi.org/10.57214/jasira.v3i4.272Validitas dan Reliabilitas Kuesioner Eudaimonic Well Being Versi Bahasa Indonesia Jurnal Siti Rufaidah doi 10 57214 jasira v3i4 272
  3. APA PsycNet. psycnet loading doi.org/10.1037/14047-013APA PsycNet psycnet loading doi 10 1037 14047 013
Read online
File size813.38 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test