GREENPUBGREENPUB

Jurnal Ilmu MultidisiplinJurnal Ilmu Multidisiplin

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya kompleksitas operasi pencarian dan pertolongan (Search and Rescue/SAR) di wilayah Sorong yang menuntut kesiapan sumber daya manusia yang profesional, responsif, dan terkoordinasi. Pelatihan tenaga potensi SAR menjadi instrumen strategis dalam meningkatkan kapasitas tersebut, namun efektivitasnya dalam mendukung kinerja operasional masih memerlukan pengujian empiris. Oleh karena itu, penelitian ini merumuskan dua permasalahan utama, yaitu: (1) apa saja faktor pendukung dan penghambat dalam transfer hasil pelatihan ke dalam operasi SAR yang nyata; dan (2) bagaimana dampak pelatihan potensi SAR terhadap efektivitas pelaksanaan operasi SAR secara keseluruhan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-analitis untuk mengkaji efektivitas pelatihan pada level hasil (result). Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi yang melibatkan panitia, instruktur, serta peserta pelatihan. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana, dengan kerangka teoritik model evaluasi Kirkpatrick dan teori public value untuk menilai kontribusi pelatihan terhadap kinerja organisasi publik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transfer pelatihan dalam operasi SAR ditentukan oleh interaksi individual, organisasi, dan kebijakan publik. Faktor pendukung meliputi kualitas instruktur, relevansi materi, dukungan kelembagaan, serta keterlibatan stakeholder, sedangkan faktor penghambat mencakup keterbatasan sumber daya, lemahnya koordinasi, dan minimnya tindak lanjut pasca-pelatihan. Selain itu, pelatihan terbukti berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kecepatan respons, kualitas koordinasi, dan keberhasilan penyelamatan korban. Namun demikian, efektivitas tersebut bersifat kondisional dan memerlukan integrasi yang konsisten dalam kebijakan, evaluasi berkelanjutan, serta penguatan kapasitas organisasi secara sistemik agar menghasilkan nilai publik yang optimal.

Transfer pelatihan dalam operasi SAR pada dasarnya ditentukan oleh interaksi antara faktor individual, organisasi, dan kebijakan publik secara simultan.faktor pendukung seperti kualitas instruktur, relevansi materi, dukungan kelembagaan, ketersediaan sumber daya, serta keterlibatan stakeholder terbukti memperkuat implementasi hasil pelatihan di lapangan, sementara faktor penghambat berupa keterbatasan sumber daya, lemahnya koordinasi, minimnya tindak lanjut pasca-pelatihan, serta inkonsistensi implementasi kebijakan justru menghambat transformasi kompetensi menjadi kinerja operasional, sehingga efektivitas pelatihan tidak dapat dicapai secara optimal tanpa pendekatan sistemik yang terintegrasi.Pelatihan potensi SAR memiliki kontribusi signifikan terhadap peningkatan efektivitas operasi pencarian dan pertolongan, yang tercermin dalam peningkatan kecepatan respons, kualitas koordinasi, serta keberhasilan penyelamatan korban.namun demikian, dampak tersebut bersifat kondisional dan sangat bergantung pada kesesuaian antara tujuan pelatihan, dukungan sumber daya, serta lingkungan operasional, sehingga pelatihan hanya akan menghasilkan efektivitas substantif apabila diintegrasikan secara konsisten dalam kerangka kebijakan, evaluasi berkelanjutan, dan penguatan kapasitas organisasi secara menyeluruh.

Untuk meningkatkan efektivitas pelatihan potensi SAR, perlu dilakukan penelitian lanjutan yang berfokus pada pengembangan metode pelatihan yang lebih inovatif dan terukur. Penelitian ini dapat mengeksplorasi penggunaan teknologi simulasi dan pelatihan virtual untuk meningkatkan kualitas dan efisiensi pelatihan. Selain itu, penelitian juga dapat menganalisis dampak jangka panjang pelatihan terhadap kinerja operasional SAR, termasuk evaluasi terhadap keberlanjutan kompetensi dan keterlibatan alumni dalam operasi nyata. Dengan demikian, penelitian ini akan memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan efektivitas operasi SAR secara keseluruhan.

  1. Vol. 4 No. 4 (2025): Jurnal Ilmu Multidisplin (Oktober - November 2025) | Jurnal Ilmu Multidisiplin.... doi.org/10.38035/jim.v4i4Vol 4 No 4 2025 Jurnal Ilmu Multidisplin Oktober November 2025 Jurnal Ilmu Multidisiplin doi 10 38035 jim v4i4
Read online
File size262.42 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test