TAUTAU

Jurnal SISKOM-KB (Sistem Komputer dan Kecerdasan Buatan)Jurnal SISKOM-KB (Sistem Komputer dan Kecerdasan Buatan)

Perguruan tinggi secara rutin melakukan tracer study setiap tahun sebagai upaya pemenuhan kebutuhan data akreditasi, perbaikan pembelajaran, dan pengembangan kurikulum demi meningkatkan kualitas lulusan. Kualitas lulusan dapat diukur dari kelancaran memperoleh pekerjaan setelah lulus; semakin lancar memperoleh pekerjaan, kualitas lulusan dianggap baik, sebaliknya bila tidak lancar maka kualitas dianggap kurang baik. Penelitian ini bertujuan menganalisis klasifikasi waktu tunggu kerja untuk mengetahui tingkat kelancaran alumni dalam mendapatkan pekerjaan dengan menggunakan metode Support Vector Machines (SVM) dan Backpropagation Neural Network (BPNN). Kedua metode, baik BPNN maupun SVM dengan fungsi kernel Anova, berhasil mengklasifikasikan data tracer study berdasarkan tingkat kelancaran (lancar atau tidak lancar) dengan akurasi yang hampir setara, yaitu 83,33 % untuk BPNN dan 83,00 % untuk SVM. Diharapkan pengetahuan tentang faktor‑faktor yang dapat mengklasifikasikan tingkat kelancaran memperoleh pekerjaan dapat membantu pihak universitas merumuskan kebijakan yang relevan sehingga kualitas lulusan semakin baik.

Metode BPNN dapat mengklasifikasikan data tracer study alumni Universitas Lampung untuk memperoleh pekerjaan (lancar atau tidak lancar) dengan learning rate 0,05 dan akurasi 83,33 %.Metode SVM dengan kernel Anova (gamma 0,1, cost 0) juga berhasil mengklasifikasikan data tersebut dengan akurasi 83,00 %.Kedua metode menunjukkan akurasi yang hampir sama, sehingga dapat dipakai untuk memprediksi tingkat kelancaran alumni dalam memperoleh pekerjaan.

Penelitian selanjutnya dapat menguji kinerja algoritma pembelajaran mesin lain, seperti Random Forest atau Gradient Boosting, untuk meningkatkan akurasi klasifikasi data tracer study alumni (pertanyaan: algoritma mana yang menghasilkan akurasi tertinggi?). Selain itu, penting untuk meneliti pengaruh variabel tambahan seperti kompetensi soft skill, pengalaman magang, dan partisipasi kegiatan ekstrakurikuler terhadap tingkat kelancaran memperoleh pekerjaan (pertanyaan: variabel-variabel ini berkontribusi berapa persen terhadap prediksi keberhasilan kerja?). Akhirnya, dilakukan studi longitudinal lintas universitas dengan sampel yang lebih luas untuk menilai generalisasi model klasifikasi dan mengevaluasi perbedaan faktor-faktor kontekstual antar institusi (pertanyaan: apakah model yang dibangun dapat diterapkan secara konsisten di berbagai perguruan tinggi?).

Read online
File size573.46 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test