JK RISKJK RISK

Jurnal Klinik dan Riset KesehatanJurnal Klinik dan Riset Kesehatan

Pendahuluan: Pemeriksaan frozen section dan sitologi intraoperatif pada tumor muskuloskeletal cukup diperlukan, utamanya adalah untuk mengetahui apakah sudah terambil spesimen yang representatif untuk diagnosis pasti. Selain itu, juga dapat dilakukan untuk mengetahui radikalitas operasi. Meskipun demikian, pemeriksaan patologi intraoperatif pada kasus tumor muskuloskeletal memiliki interpretasi diagnosis yang tidak mudah, salah satunya dapat dikarenakan gambaran morfologi beberapa tumor muskuloskeletal yang sulit dibedakan. Tujuan: Untuk mengetahui keakuratan diagnostik pemeriksaan Frozen section dan histopatologi tumor muskuloskeletal. Metode: Metode uji diagnostik retrospektif yang menyajikan akurasi pemeriksaan frozen section dibandingkan dengan pemeriksaan histopatologi sebagai standar baku emas pada tumor muskuloskeletal dengan menentukan nilai sensitivitas, spesifisitas, npp, npn, dan akurasi diagnosis tumor muskuloskeletal di Instalasi Patologi Anatomi Rumah Sakit Umum Dr. Saiful Anwar Malang. Hasil: Didapatkan jumlah sampel sebanyak 26 dengan hasil Akurasi diagnosis dari pemeriksaan frozen section dan histopatologi sebesar 96% dengan nilai sensitivitas 93%, spesifitas 100%, npp 100%, npn 91,6%. Akurasi diagnosis dari sitologi imprint dan histopatologi sebesar 93,7% dengan nilai sensitivitas 93%, spesifitas 100%, npp 100%, npn 83,3%. Akurasi pemeriksaan frozen section dan sitologi intraoperatif ini dapat dipengaruhi oleh pengalaman ahli patologi, skill, pembuatan preparat, serta karakteristik sel tumor itu sendiri.

Pemeriksaan sitologi imprint dengan HPA pada instalasi patologi anatomi RSUD Dr.Saiful Anwar (2020‑2022) menunjukkan akurasi tinggi 93,7% dengan sensitivitas 90%, spesifisitas 100%, NPP 100% dan NPN 83,3%.Pemeriksaan potong beku (frozen section) dengan histopatologi menghasilkan akurasi 96% dengan sensitivitas 93%, spesifisitas 100%, NPP 100% dan NPN 91,6%.Kedua metode intraoperatif dapat digunakan untuk menilai kualitas spesimen dalam mendukung diagnosis, namun diperlukan sampel yang lebih besar untuk memperkuat generalisasi hasil pada populasi.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki pengaruh tingkat pengalaman patolog dalam menentukan akurasi diagnosis frozen section dan sitologi imprint pada tumor muskuloskeletal dengan desain multi‑pusat, sehingga dapat mengidentifikasi faktor‑faktor kompetensi yang paling berpengaruh. Selanjutnya, diperlukan studi yang mengevaluasi penggunaan analisis citra digital atau bantuan kecerdasan buatan untuk meningkatkan interpretasi frozen section pada tumor muskuloskeletal, dengan membandingkan keakuratan hasil antara metode konvensional dan teknologi berbasis AI. Selain itu, sebuah studi prospektif dengan sampel yang lebih besar dan beragam, termasuk subtipe tumor yang jarang, dapat mengkaji korelasi antara temuan pencitraan pra‑operatif dan hasil patologi intraoperatif, serta menilai dampaknya terhadap keputusan bedah dan hasil klinis pasien. Dengan pendekatan ini, dapat diharapkan peningkatan konsistensi diagnostik serta generalisasi temuan pada populasi yang lebih luas.

  1. Accuracy of Intraoperative Examination of Musculosceletal Tumors in Pathology Department of Saiful Anwar... doi.org/10.11594/jk-risk.04.3.2Accuracy of Intraoperative Examination of Musculosceletal Tumors in Pathology Department of Saiful Anwar doi 10 11594 jk risk 04 3 2
Read online
File size367.63 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test