UMPARUMPAR

Economos : Jurnal Ekonomi dan BisnisEconomos : Jurnal Ekonomi dan Bisnis

Ketimpangan pendapatan adalah perbedaan dalam pendapatan yang diterima oleh masyarakat, yang mengakibatkan adanya kesenjangan yang mencolok. Beberapa faktor yang menyebabkan ketimpangan pendapatan di suatu daerah antara lain perbedaan pertumbuhan ekonomi, jumlah penduduk, dan tingkat kemiskinan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis arah dan besarnya pengaruh faktor-faktor yang mempengaruhi ketimpangan pendapatan, yaitu jumlah penduduk miskin, upah minimum kerja, tingkat pengangguran terbuka. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data panel dari tahun 2019 hingga 2023 di Daerah Istimewa Yogyakarta. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi data panel dengan model ekonometrik (estimator). Model yang dipilih dalam penelitian ini adalah model REM (random effect model). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketimpangan pendapatan di Daerah Istimewa Yogyakarta pada periode 2019-2023 dipengaruhi oleh variabel jumlah penduduk miskin dan indeks pembangunan manusia, sedangkan upah minimum kerja dan tingkat pengangguran terbuka tidak mempengaruhi ketimpangan pendapatan di Daerah Istimewa Yogyakarta pada periode tersebut.

Hasil analisis regresi panel mengidentifikasi jumlah penduduk miskin dan indeks pembangunan manusia sebagai faktor utama yang memengaruhi ketimpangan pendapatan di Yogyakarta.Variabel upah minimum kerja dan tingkat pengangguran terbuka tidak menunjukkan hubungan signifikan dengan indeks Gini.Untuk mengurangi ketimpangan, kebijakan harus menargetkan pengurangan kemiskinan dan peningkatan pembangunan manusia.

Dalam memperluas cakupan penelitian, peneliti berikutnya dapat mengeksplorasi daerah-daerah sekitarnya di luar Yogyakarta untuk membandingkan dinamika ketimpangan regional. Selain itu, memanfaatkan variabel tambahan seperti akses pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur digital dapat membantu memahami mekanisme hubungan antara pembangunan manusia dan ketimpangan. Akhirnya, melakukan studi longitudinal tentang efek kebijakan upah minimum dan program pengangguran dapat memberikan pemahaman lebih tajam tentang intervensi apapun yang dapat menurunkan ketimpangan pendapatan.

  1. Analisis Determinan Ketimpangan Pendapatan Di Provinsi Jawa Barat Tahun 2015-2020 | Jurnal Ekonomi Pembangunan.... doi.org/10.23960/jep.v10i2.268Analisis Determinan Ketimpangan Pendapatan Di Provinsi Jawa Barat Tahun 2015 2020 Jurnal Ekonomi Pembangunan doi 10 23960 jep v10i2 268
  2. PENGARUH INVESTASI, TENAGA KERJA, DAN PENGELUARAN PEMERINTAH TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI KABUPATEN/KOTA... doi.org/10.24843/eep.2022.v11.i08.p15PENGARUH INVESTASI TENAGA KERJA DAN PENGELUARAN PEMERINTAH TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI KABUPATEN KOTA doi 10 24843 eep 2022 v11 i08 p15
  3. Analisis determinan ketimpangan pendapatan di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta | Jurnal Kebijakan... journal.uii.ac.id/JKEK/article/view/29787Analisis determinan ketimpangan pendapatan di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Jurnal Kebijakan journal uii ac JKEK article view 29787
  4. Analisis Pengaruh Jumlah Penduduk, Upah Minimum Kabupaten, Pengangguran, dan Indeks Pembangunan Manusia... jurnal.ubd.ac.id/index.php/PE/article/view/2128Analisis Pengaruh Jumlah Penduduk Upah Minimum Kabupaten Pengangguran dan Indeks Pembangunan Manusia jurnal ubd ac index php PE article view 2128
Read online
File size603.96 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test