MJIPUBLISHERMJIPUBLISHER
Mitra Pilar: Jurnal Pendidikan, Inovasi, dan Terapan TeknologiMitra Pilar: Jurnal Pendidikan, Inovasi, dan Terapan TeknologiDesentralisasi pendidikan merupakan kebijakan penting untuk meningkatkan mutu sekolah melalui pengalihan kewenangan, sumber daya, dan tanggung jawab dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah dan satuan pendidikan agar pengelolaan pendidikan lebih responsif terhadap kebutuhan lokal. Namun, implementasinya menunjukkan dampak yang beragam akibat perbedaan kapasitas kelembagaan, ketersediaan sumber daya, dan budaya pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komparatif dampak desentralisasi pendidikan terhadap mutu sekolah di Indonesia dan Jepang dengan menelaah kerangka regulasi, tingkat otonomi sekolah, serta praktik tata kelola pendidikan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif-komparatif melalui analisis kebijakan, dokumen resmi pemerintah, laporan lembaga internasional, dan artikel ilmiah yang relevan. Analisis data dilakukan menggunakan analisis isi dan analisis tematik untuk mengidentifikasi pola hubungan antara konfigurasi desentralisasi dan mutu sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desentralisasi pendidikan di Indonesia masih didominasi oleh pelimpahan kewenangan administratif dan sangat bergantung pada kapasitas fiskal serta kualitas kelembagaan daerah, sehingga dampaknya terhadap peningkatan kualitas pembelajaran dan pemerataan mutu sekolah belum konsisten. Sebaliknya, Jepang menerapkan desentralisasi dalam kerangka standar nasional yang kuat, didukung oleh profesionalisme guru, kapasitas dewan pendidikan daerah, serta budaya sekolah yang kolaboratif, sehingga mampu mempertahankan mutu pendidikan yang tinggi dan relatif merata. Penelitian ini menyimpulkan bahwa efektivitas desentralisasi pendidikan dalam meningkatkan mutu sekolah sangat ditentukan oleh penguatan kapasitas kelembagaan, sistem penjaminan mutu yang konsisten, dan budaya profesional yang berkelanjutan.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa dampak desentralisasi pendidikan terhadap kualitas sekolah sangat ditentukan oleh desain kebijakan dan kapasitas pendukungnya.Di Indonesia, desentralisasi yang masih didominasi pelimpahan kewenangan administratif belum secara konsisten meningkatkan kualitas pembelajaran, kinerja guru, dan hasil belajar siswa.Sebaliknya, pengalaman Jepang menunjukkan bahwa desentralisasi yang disertai kejelasan regulasi, standar nasional yang kuat, profesionalisme guru, dan budaya kolaboratif mampu mendukung peningkatan mutu sekolah secara berkelanjutan dan merata.Temuan ini menegaskan bahwa desentralisasi pendidikan tidak cukup dipahami sebagai pelimpahan wewenang, melainkan sebagai proses tata kelola yang memerlukan penguatan faktor struktural, kelembagaan, dan kultural agar efektif dalam meningkatkan kualitas sekolah.
Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan untuk memperdalam pemahaman mengenai efektivitas desentralisasi pendidikan di Indonesia. Pertama, penelitian perlu dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor spesifik di tingkat sekolah yang berkontribusi pada keberhasilan atau kegagalan implementasi otonomi, termasuk peran kepemimpinan kepala sekolah, kualitas guru, dan keterlibatan masyarakat. Kedua, penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan model desentralisasi yang lebih adaptif dan responsif terhadap konteks lokal, dengan mempertimbangkan keberagaman karakteristik daerah dan kebutuhan siswa. Ketiga, penelitian perlu mengeksplorasi dampak desentralisasi terhadap pemerataan kualitas pendidikan, khususnya bagi sekolah-sekolah yang berada di daerah terpencil atau kurang berkembang, serta mengidentifikasi strategi untuk mengatasi kesenjangan kualitas yang mungkin timbul. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi kebijakan yang lebih komprehensif dan efektif untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia melalui desentralisasi yang berkelanjutan dan berkeadilan.
- MODEL PEMETAAN POTENSI DAERAH MENUJU KEMANDIRIAN | Fitriyah | Neo-Bis. model pemetaan daerah kemandirian... journal.trunojoyo.ac.id/neo-bis/article/view/3451MODEL PEMETAAN POTENSI DAERAH MENUJU KEMANDIRIAN Fitriyah Neo Bis model pemetaan daerah kemandirian journal trunojoyo ac neo bis article view 3451
- Antecedents of Primary School Quality: The Case of Remote Areas Schools in Indonesia - Juharyanto Juharyanto,... journals.sagepub.com/doi/10.1177/21582440221144971Antecedents of Primary School Quality The Case of Remote Areas Schools in Indonesia Juharyanto Juharyanto journals sagepub doi 10 1177 21582440221144971
| File size | 243.87 KB |
| Pages | 14 |
| DMCA | Report |
Related /
MSTI INDONESIAMSTI INDONESIA (2023) menyatakan bahwa perilaku kerja inovatif dan komitmen organisasi dapat menciptakan kinerja bisnis yang sukses, seperti peningkatan penjualan, laba,(2023) menyatakan bahwa perilaku kerja inovatif dan komitmen organisasi dapat menciptakan kinerja bisnis yang sukses, seperti peningkatan penjualan, laba,
POLBANGTANBOGORPOLBANGTANBOGOR Keunggulan yang dimiliki dari konsep pertanian ini yaitu minimnya input pupuk kimia karena padi mendapatkan aliran nutrisi dari kotoran ikan. Konsep SmartKeunggulan yang dimiliki dari konsep pertanian ini yaitu minimnya input pupuk kimia karena padi mendapatkan aliran nutrisi dari kotoran ikan. Konsep Smart
STKIPPGRIBLSTKIPPGRIBL Sekolah perlu menghidupkan kembali forum guru sebagai laboratorium bedah kasus pembelajaran, dan melakukan penelitian lapangan untuk menguji efektivitasSekolah perlu menghidupkan kembali forum guru sebagai laboratorium bedah kasus pembelajaran, dan melakukan penelitian lapangan untuk menguji efektivitas
ALMARHALAHALMARHALAH Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data mencakup wawancara mendalam dengan kepala sekolah,Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data mencakup wawancara mendalam dengan kepala sekolah,
STKIP PESSELSTKIP PESSEL Peningkatan kinerja madrasah tercermin dari prestasi akademik siswa yang konsisten di atas rata-rata provinsi, keberhasilan dalam berbagai kompetisi keagamaanPeningkatan kinerja madrasah tercermin dari prestasi akademik siswa yang konsisten di atas rata-rata provinsi, keberhasilan dalam berbagai kompetisi keagamaan
STIK KENDALSTIK KENDAL Secara praktis, penelitian ini membantu pengelola pesantren dalam mengalokasikan anggaran secara lebih efisien dan akurat sesuai dengan kebutuhan pendidikan.Secara praktis, penelitian ini membantu pengelola pesantren dalam mengalokasikan anggaran secara lebih efisien dan akurat sesuai dengan kebutuhan pendidikan.
UNYUNY Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil Analisis Faktor Konfirmatori (CFA) pada indikator pelatihan kepemimpinan kepala sekolah Sekolah MenengahPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil Analisis Faktor Konfirmatori (CFA) pada indikator pelatihan kepemimpinan kepala sekolah Sekolah Menengah
UAIUAI Sedikit dari seluruh peserta yang dianggap gagal. Pada umumnya penguasaan bahasa Inggris para guru masih perlu ditingkatkan tercermin dengan nilai yangSedikit dari seluruh peserta yang dianggap gagal. Pada umumnya penguasaan bahasa Inggris para guru masih perlu ditingkatkan tercermin dengan nilai yang
Useful /
STKIP PESSELSTKIP PESSEL Bahwa media sosial umumnya dimanfaatkan siswa untuk mencari teman baru dan sebagai sarana berkomunikasi dengan teman yang berlokasi jauh. Namun, perkembanganBahwa media sosial umumnya dimanfaatkan siswa untuk mencari teman baru dan sebagai sarana berkomunikasi dengan teman yang berlokasi jauh. Namun, perkembangan
STKIP PESSELSTKIP PESSEL Hasil dari uji tersebut menyatakan bahwa Hipotesis Nol (H0) ditolak dan Hipotesis Alternatif (H1) diterima. Sehingga penggunaan media ini sangat disarankanHasil dari uji tersebut menyatakan bahwa Hipotesis Nol (H0) ditolak dan Hipotesis Alternatif (H1) diterima. Sehingga penggunaan media ini sangat disarankan
UNYUNY Temuan ini memiliki implikasi bagi pembuat kebijakan dan peneliti serta menegaskan perlunya studi skala besar lanjutan untuk mengidentifikasi faktor penghambatTemuan ini memiliki implikasi bagi pembuat kebijakan dan peneliti serta menegaskan perlunya studi skala besar lanjutan untuk mengidentifikasi faktor penghambat
UNYUNY Kedua, penelitian ini menampilkan hasil survei daring terhadap 100 responden yang belajar, mengajar, atau meneliti di universitas-universitas di KazakhstanKedua, penelitian ini menampilkan hasil survei daring terhadap 100 responden yang belajar, mengajar, atau meneliti di universitas-universitas di Kazakhstan