STAI HUBBULWATHANSTAI HUBBULWATHAN

Al-Ishlah: Jurnal PendidikanAl-Ishlah: Jurnal Pendidikan

Guru diharapkan memiliki berbagai kompetensi profesional, salah satunya adalah kemampuan merancang evaluasi pembelajaran yang efektif. Penelitian ini menyelidiki kemampuan guru kelas V dalam mengembangkan soal-soal Higher Order Thinking Skills (HOTS) yang selaras dengan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK), langkah-langkah yang mereka ikuti dalam pengembangan soal, dan tantangan yang mereka hadapi dalam proses tersebut. Pendekatan studi kasus kualitatif digunakan, melibatkan satu kelompok empat sekolah dasar di Gugus 1 Sungaipua. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis mengikuti model Miles dan Huberman, yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan menunjukkan bahwa sebagian besar guru kelas V kurang memiliki keterampilan yang diperlukan untuk menyusun soal HOTS berbasis ANBK. Hal ini dikaitkan dengan latar belakang pendidikan yang bervariasi dan pemahaman yang terbatas tentang kerangka ANBK. Selain itu, guru sering melewati proses pengembangan soal asli, dan sebaliknya, mengandalkan soal-soal yang bersumber dari internet. Pengetahuan mereka yang terbatas tentang prosedur desain soal yang tepat semakin menghambat kemampuan mereka untuk mengembangkan asesmen yang efektif. Tantangan utama yang teridentifikasi adalah kurangnya kemahiran guru dalam desain soal HOTS berdampak pada kesulitan siswa dalam menguasai kompetensi berpikir tingkat tinggi. Temuan ini menunjukkan perlunya pengembangan profesional yang terarah untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru dalam praktik asesmen yang selaras dengan HOTS.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa guru kelas V di Gugus 1 Sungaipua menghadapi tantangan signifikan dalam mengembangkan soal HOTS berbasis ANBK, yang sebagian besar disebabkan oleh latar belakang pendidikan yang tidak relevan, kurangnya pelatihan pedagogis, dan infrastruktur sekolah yang tidak memadai.Hambatan-hambatan tersebut juga diperparah oleh kesulitan dalam menyelaraskan tujuan pembelajaran, beban kerja yang tinggi, serta keterbatasan akses terhadap perangkat digital untuk asesmen.Oleh karena itu, diperlukan pengembangan profesional yang terarah, meliputi integrasi platform digital dan model pelatihan yang menargetkan kesenjangan pedagogis dan infrastruktur, untuk meningkatkan kompetensi guru dalam desain asesmen HOTS.

Mengingat tantangan yang dihadapi guru dalam merancang soal HOTS berbasis ANBK, penelitian lanjutan dapat berfokus pada evaluasi efektivitas berbagai model pengembangan profesional guru. Misalnya, sebuah studi komparatif dapat menyelidiki dampak dari pelatihan yang dipimpin pakar, kelompok kerja guru (KKG) berbasis komunitas, atau program blended learning terhadap peningkatan kompetensi guru dalam mendesain soal HOTS yang kontekstual dan valid. Penelitian ini tidak hanya akan mengukur peningkatan pemahaman guru, tetapi juga menganalisis bagaimana model pelatihan yang berbeda berkorelasi dengan kualitas soal yang dihasilkan dan bahkan potensi dampaknya pada hasil belajar siswa. Selain itu, karena infrastruktur dan dukungan sekolah menjadi hambatan, perlu dilakukan penelitian untuk mengeksplorasi peran kepemimpinan sekolah dan kebijakan pemerintah daerah dalam menciptakan ekosistem yang mendukung implementasi HOTS secara berkelanjutan. Bagaimana inisiatif dari kepala sekolah, dukungan dana BOS yang lebih strategis, atau kemitraan dengan institusi pendidikan tinggi dapat mengatasi keterbatasan fasilitas dan meningkatkan akses guru terhadap sumber daya esensial? Studi ini dapat mengidentifikasi praktik terbaik yang dapat direplikasi di wilayah pedesaan serupa. Terakhir, mengingat kesulitan guru dalam membuat stimulus kontekstual yang relevan dengan kehidupan siswa, penelitian dapat diarahkan pada pengembangan dan pengujian platform digital atau repositori sumber daya yang menyediakan kumpulan stimulus HOTS yang telah dikurasi dan disesuaikan dengan konteks budaya lokal. Penelitian ini dapat melibatkan guru dalam proses co-desain untuk memastikan relevansi dan kebermanfaatannya, kemudian mengevaluasi tingkat adopsi dan dampaknya terhadap efisiensi dan kualitas desain soal HOTS oleh guru.

  1. WORKSHOP PENYUSUNAN SOAL HOTS (HIGHER ORDER THINKING SKILLS) BERDASARKAN KISI-KISI UJIAN NASIONAL MATEMATIKA... adi-journal.org/index.php/adimas/article/view/636WORKSHOP PENYUSUNAN SOAL HOTS HIGHER ORDER THINKING SKILLS BERDASARKAN KISI KISI UJIAN NASIONAL MATEMATIKA adi journal index php adimas article view 636
  2. Bibliometric Exploration of Ethnomathematics: Trends, Characteristics, and Future Directions | Usman... journal.staihubbulwathan.id/index.php/alishlah/article/view/5071Bibliometric Exploration of Ethnomathematics Trends Characteristics and Future Directions Usman journal staihubbulwathan index php alishlah article view 5071
  3. Freedom to Learn-Independent Campus: EFL Preservice Teachers’ Voice on Their Pedagogical Competence... journal.staihubbulwathan.id/index.php/alishlah/article/view/3104Freedom to Learn Independent Campus EFL Preservice TeachersAo Voice on Their Pedagogical Competence journal staihubbulwathan index php alishlah article view 3104
Read online
File size463.37 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test