UMBJMUMBJM

Tajdid Al-AthfalTajdid Al-Athfal

Indonesia adalah negara kepulauan dengan keragaman budaya, suku bangsa, agama, dan bahasa. Sekolah menerapkan pembelajaran agama untuk anak-anak dari berbagai latar belakang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, serta faktor pendukung dan penghambat dalam implementasi pembelajaran agama. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe penelitian studi kasus. Subjek penelitian meliputi guru kelas B, guru agama Islam, guru agama Kristen, dan anak-anak kelompok B. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua anak difasilitasi tanpa diskriminasi. Pada tahun 2017, pembelajaran agama Islam dan Kristen diadakan, tetapi tidak termasuk dalam RPPH karena jadwal kegiatan rutin hanya sekali seminggu. Sementara itu, pembelajaran tema dimasukkan dalam RPPH yang dibuat oleh guru TK Kemala Bhayangkari 01 Banjarmasin. Pembelajaran agama dilaksanakan sekali seminggu pada hari Jumat, sedangkan pembelajaran tema dilakukan setiap semester. Evaluasi pembelajaran tema menggunakan catatan anekdot dan daftar cek, sedangkan pembelajaran agama menggunakan daftar cek. Faktor pendukung meliputi kehadiran guru agama Kristen, semangat guru, dan komunikasi antara guru dan orang tua. Faktor penghambat meliputi kurangnya pemahaman anak, kurangnya waktu, serta perasaan takut dan sedih karena berada di ruangan dan kelas yang berbeda.

Pendidikan agama di TK Kemala Bhayangkari 01 Banjarmasin sedang direncanakan dan melibatkan semua anak.Pada tahun 2017, pembelajaran agama Islam dan Kristen diadakan, tetapi tidak termasuk dalam RPPH dan hanya memiliki jadwal kegiatan mingguan rutin.RPPH yang dikembangkan oleh guru TK Kemala Bhayangkari 01 Banjarmasin memuat pembelajaran tema.Setiap semester, TK Kemala Bhayangkari 01 Banjarmasin menggunakan tema Tanah Airku, subtema Negeriku, dan subtema Rumah.Tema-tema tersebut mencakup kegiatan awal, kegiatan inti, istirahat, dan kegiatan akhir.Pembelajaran agama dibagi menjadi dua kelas, yaitu Islam dan Kristen, dan dilaksanakan seminggu sekali pada hari Jumat.Anak-anak berkumpul terlebih dahulu, kemudian masuk ke kelas agama sesuai agamanya masing-masing, agar mereka belajar menghargai perbedaan sejak dini.Evaluasi pembelajaran agama menggunakan observasi, seperti catatan anekdot dan daftar cek.Setelah itu, orang tua anak diberitahu tentang penilaian tersebut.Checklist digunakan untuk menilai pembelajaran agama Kristen dan Islam.Di TK Kemala Bhayangkari 01 Banjarmasin, pelaksanaan pembelajaran agama dipengaruhi oleh faktor pendukung dan penghambat.Kehadiran guru agama Kristen, semangat guru, dan komunikasi antara guru dan orang tua menjadi faktor pendukung.Sementara itu, faktor penghambat meliputi kurangnya pemahaman anak, kurangnya waktu, serta ketakutan dan kesedihan karena berada di ruangan yang berbeda dengan teman sekelas dan gurunya.

Berdasarkan hasil penelitian, saran-saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: 1. Mengembangkan metode pembelajaran agama yang lebih interaktif dan menarik untuk anak-anak, agar mereka dapat memahami dan menghargai keberagaman dengan lebih baik. 2. Meneliti lebih lanjut tentang strategi komunikasi antara guru dan orang tua dalam mendukung pembelajaran agama, terutama dalam hal penguatan nilai-nilai toleransi dan penghormatan terhadap perbedaan. 3. Menganalisis dampak jangka panjang dari implementasi pembelajaran agama terhadap perkembangan karakter dan sikap anak-anak, khususnya dalam hal pembentukan nilai-nilai moral dan spiritual.

Read online
File size250.44 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test