TAUTAU
Jurnal SISKOM-KB (Sistem Komputer dan Kecerdasan Buatan)Jurnal SISKOM-KB (Sistem Komputer dan Kecerdasan Buatan)Jaringan adalah dua atau lebih perangkat komunikasi yang menggunakan media internet berbasis kabel atau nirkabel. Di Tanri Abeng University, topologi jaringan dirancang berdasarkan topologi perutean statis. Topologi ini cukup sederhana tetapi membutuhkan proses routing manual. Ini mengarah pada situasi yang rumit ketika ada penambahan jaringan baru. Konfigurasi tabel routing dari jaringan baru cukup sulit. Untuk mengatasi masalah tersebut, diusulkan suatu pendekatan berbasis routing dinamis untuk mendesain ulang topologi jaringan di Universitas Tanri Abeng. Kinerja pengiriman paket data dievaluasi untuk melihat peningkatannya. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis perbandingan performansi jaringan di Universitas Tanri Abeng dengan menggunakan protokol routing Statis, OSPF, dan BGP berdasarkan parameter QoS.
Berdasarkan hasil simulasi yang telah dilakukan, dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut.Telah dianalisa topologi jaringan di Tanri Abeng Uiversity menggunakan routing statis.Kelemahan dari routing statis adalah proses pengisian routing table dilakukan secara manual oleh network administrator.Routing table adalah daftar alamat-alamat dari dan kemana suatu paket akan diteruskan.Hal ini kurang efektif dan efisien karena akan memakan waktu yang cukup lama untuk melakukan konfigurasi.Sehingga diperlukan suatu routing yang dapat secara otomatis mengirim data berdasarkan routing table.Kelebihan dari protokol routing OSPF merupakan dengan menggunakan link-state yang dibentuk untuk bekerja secara tepat berdasarkan pengiriman update informasi rute.Sedangkan kelebihan dari protokol routing BGP adalah kemampuan untuk bertukar informasi routing table dengan router Autonomus System (AS) yang berbeda.Berdasarkan empat parameter yang telah diujikan dalam delapan skenario pengujian untuk routing statis, OSPF, dan BGP dapat ditarik kesimpulan bahwa routing BGP lebih baik dalam pengujian parameter throughput dengan nilai 50bpms dengan kategori indeks parameter sedang berdasarkan standarisasi TIPHON (Telecommunications and Internet Protocol Harmonization Over Network) dan loss dengan nilai 0,25% dalam kategori indeks parameter sangat bagus berdasarkan standarisasi THIPON (Telecommunications and Internet Protocol Harmonization Over Network), sedangkan untuk routing OSPF lebih baik dalam pengujian parameter delay dengan nilai 63,5ms dalam kategori indeks sangat bagus berdasarkan standarisasi TIPHON (Telecommunications and Internet Protocol Harmonization Over Network) dan jitter dengan nilai 0,655ms dalam kategori indeks parameter sangat bagus berdasarkan standarisasi THIPON (Telecommunications and Internet Protocol Harmonization Over Network).Routing OSPF dan BGP masing-masing mempunyai kelebihan yaitu dapat diterapkan kedalam jaringan dengan ruang lingkup yang berbeda-beda.Untuk routing OSPF diterapkan ke dalam ruang lingkup jaringan yang lebih kecil sedangkan untuk routing BGP diterapkan ke dalam ruang lingkup jaringan yang jauh lebih besar.Jika diterapkan ke dalam Tanri Abeng University yang mempunyai ruang lingkup yang kecil maka routing OSPF lebih optimal dibandingakan dengan routing BGP dilihat dari ruang lingkup jaringan yang digunakan.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, beberapa saran untuk pengembangan simulasi dynamic routing adalah: 1. Dibutuhkan studi kasus nyata dalam penerapan metode routing dinamis OSPF dan BGP sehingga dapat dinilai efektifitas dan efisiensi serta dampak dari konfigurasi router yang digunakan secara nyata, karena mungkin nilai dari hasil uji coba simulasi dengan cisco packet tracer berbeda dengan kenyataan di lapangan. 2. Untuk proses pengiriman paket data dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai skenario pengiriman paket data dengan ukuran data yang berbeda-beda. 3. Perlu dilakukan analisis lebih lanjut terhadap kinerja jaringan dengan mempertimbangkan faktor-faktor lain seperti bandwidth, latensi, dan kualitas layanan (QoS) untuk mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif tentang kinerja jaringan.
| File size | 1.11 MB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
UBUB Graf pemanggilan fungsi (function call graph) merupakan kakas yang efektif untuk memetakan hubungan antar-fungsi, yang membantu pengembang dalam menelusuriGraf pemanggilan fungsi (function call graph) merupakan kakas yang efektif untuk memetakan hubungan antar-fungsi, yang membantu pengembang dalam menelusuri
UBUB Hasil dokumentasi sprint menunjukkan bahwa fitur ini berfungsi sesuai dengan skenario pengujian internal dan berpotensi meningkatkan aksesibilitas. MeskipunHasil dokumentasi sprint menunjukkan bahwa fitur ini berfungsi sesuai dengan skenario pengujian internal dan berpotensi meningkatkan aksesibilitas. Meskipun
UBUB Deteksi kecacatan perangkat lunak berperan penting dalam mengidentifikasi komponen yang berpotensi bermasalah sebelum kegagalan terjadi. Penelitian iniDeteksi kecacatan perangkat lunak berperan penting dalam mengidentifikasi komponen yang berpotensi bermasalah sebelum kegagalan terjadi. Penelitian ini
UBUB Pengujian dan simulasi menggunakan fitur MATLAB Simulink menghasilkan performa dinamika sistem. Hasil pengujian menunjukkan posisi cart paling stabil -3Pengujian dan simulasi menggunakan fitur MATLAB Simulink menghasilkan performa dinamika sistem. Hasil pengujian menunjukkan posisi cart paling stabil -3
UBUB 000 ulasan diperoleh melalui proses scraping dan diproses melalui tahapan preprocessing, meliputi cleaning, case folding, labeling, normalisasi, stopword000 ulasan diperoleh melalui proses scraping dan diproses melalui tahapan preprocessing, meliputi cleaning, case folding, labeling, normalisasi, stopword
UBUB Model memiliki akurasi keseluruhan 95% dengan performa terbaik pada fresh-banana & rotten-banana (precision sempurna, recall hampir sempurna). Namun, masihModel memiliki akurasi keseluruhan 95% dengan performa terbaik pada fresh-banana & rotten-banana (precision sempurna, recall hampir sempurna). Namun, masih
UBUB Hasil eksperimen menunjukkan bahwa penerapan information gain secara konsisten meningkatkan performa semua algoritma yang diuji, baik pada metrik akurasi,Hasil eksperimen menunjukkan bahwa penerapan information gain secara konsisten meningkatkan performa semua algoritma yang diuji, baik pada metrik akurasi,
UBUB Dataset dibagi menjadi 70% untuk pelatihan, 20% validasi, dan 10% pengujian. Evaluasi model menggunakan metrik mean Average Precision (mAP) dengan delapanDataset dibagi menjadi 70% untuk pelatihan, 20% validasi, dan 10% pengujian. Evaluasi model menggunakan metrik mean Average Precision (mAP) dengan delapan
Useful /
PNLPNL Penyesuaian draft heater dengan menurunkan bukaan damper hingga 35° dan menutup register udara pada burner non‑aktif mengurangi konsumsi fuel oil sebesarPenyesuaian draft heater dengan menurunkan bukaan damper hingga 35° dan menutup register udara pada burner non‑aktif mengurangi konsumsi fuel oil sebesar
UBUB Namun, suhu dan kelembapan yang ada di perkotaan kurang sesuai untuk pertumbuhan jamur tiram yang membutuhkan suhu 24 - 27 ºC dan kelembapan 80 - 90%.Namun, suhu dan kelembapan yang ada di perkotaan kurang sesuai untuk pertumbuhan jamur tiram yang membutuhkan suhu 24 - 27 ºC dan kelembapan 80 - 90%.
UBUB hal ini tidak menurunkan kinerja sistem otomatisasi. Pengambilan gambar oleh kamera ESP32‑Cam menghasilkan resolusi rendah namun data gambar tetap dikirimhal ini tidak menurunkan kinerja sistem otomatisasi. Pengambilan gambar oleh kamera ESP32‑Cam menghasilkan resolusi rendah namun data gambar tetap dikirim
TAUTAU Penelitian ini bertujuan menganalisis klasifikasi waktu tunggu kerja untuk mengetahui tingkat kelancaran alumni dalam mendapatkan pekerjaan dengan menggunakanPenelitian ini bertujuan menganalisis klasifikasi waktu tunggu kerja untuk mengetahui tingkat kelancaran alumni dalam mendapatkan pekerjaan dengan menggunakan