NEOLECTURANEOLECTURA

Intelektium JournalIntelektium Journal

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model Cooperative Learning Tipe Make a Match terhadap hasil belajar matematika siswa kelas IV di Kecamatan Pejaten Barat Jakarta Selatan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Desain penelitian yang digunakan adalah true eksperimental design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV di Kecamatan Pejaten Barat Jakarta Selatan, sedangkan teknik pengambilan sampel penelitian ini adalah teknik cluster random sampling. Dari undian tersebut dipilih 40 siswa dari SDN Pejaten Barat 01 yang merupakan kelompok eksperimen dan 40 siswa dari SDN Pejaten Barat 03 sebagai kelompok kontrol. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan uji hipotesis menggunakan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan model Pembelajaran Kooperatif Tipe Make a Match berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar matematika siswa kelas IV di Kecamatan Pejaten Barat Jakarta Selatan. Oleh karena itu, sekolah perlu mengembangkan pendekatan belajar mengajar yang tepat untuk mata pelajaran tertentu agar memberikan pengaruh positif bagi hasil belajar matematika siswa. Sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai.

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti, diperoleh hasil pretest kelas eksperimen dengan nilai rata-rata 63,4 standar deviasi sebesar 60,45 dan varians sebesar 3665,28.Adapun nilai rata-rata pretest kelas kontrol adalah 61,7 standar deviasi sebesar 58,48 dan varians sebesar 3420,07.Setelah diberi perlakuan atau treatment pada salah satu kelas, yaitu kelas eksperimen, maka nilai rata-rata posttest yang diperoleh adalah 74,25, standar deviasi sebesar 70,86 dan varians sebesar 5022,51 sedangkan nilai rata-rata posttest kelas kontrol adalah 63,8 standar deviasi sebesar 60,83 dan varians sebesar 3700,89.Berdasarkan hasil analisis dan pemaparan data di atas, dapat disimpulkan bahwa hasil belajar matematika siswa dengan materi operasi hitung campuran bilangan bulat yang diajarkan dengan model Cooperative Learning Tipe Make a Match lebih tinggi dibandingkan dengan metode Demonstrasi.Hal ini membuktikan bahwa model Cooperative Learning Tipe Make a Match merupakan salah satu alternatif yang dapat membantu siswa dalam berpikir dan memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari sehingga akan berpengaruh pada keberhasilan belajar matematika siswa.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji efektivitas model Cooperative Learning Tipe Make a Match pada tingkat kelas yang lebih tinggi, seperti kelas V atau VI SD, untuk mengevaluasi apakah strategi ini tetap efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep matematika yang lebih kompleks. Selain itu, penelitian bisa mengeksplorasi integrasi teknologi digital, seperti aplikasi interaktif atau permainan edukasi berbasis komputer, ke dalam model pembelajaran kooperatif untuk meningkatkan keterlibatan siswa secara lebih dinamis. Terakhir, studi lanjutan dapat fokus pada dampak jangka panjang model ini terhadap perkembangan kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah siswa, serta bagaimana model ini dapat disesuaikan dengan berbagai konteks budaya dan lingkungan belajar yang berbeda.

Read online
File size552.11 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test