AIATAIAT

Nun: Jurnal Studi Alquran dan Tafsir di NusantaraNun: Jurnal Studi Alquran dan Tafsir di Nusantara

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara kritis bagaimana wacana orientalisme diintegrasikan ke dalam kurikulum formal kampus berbasis pesantren di Indonesia, dengan fokus pada ISQI Sunan Pandanaran Yogyakarta. Argumentasi utama penelitian ini adalah bahwa perguruan tinggi Islam, bahkan berbasis pesantren sekalipun, memungkinkan terjadinya perjumpaan produktif antara iman dan rasionalitas kritis dalam ruang akademik. Dengan pendekatan kualitatif dan teknik pengumpulan data berupa observasi kelas dan wawancara terhadap ketua program studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir (IAT) dan 54 mahasiswa ISQI, penelitian ini menemukan bahwa materi orientalisme justru mendorong rekontekstualisasi studi Al-Quran yang memadukan iman dan nalar kritis secara seimbang. Resepsi mahasiswa menunjukkan peningkatan dalam kemampuan reflektif, argumentatif, dan keterbukaan terhadap pendekatan interdisipliner. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa pesantren memiliki potensi besar untuk menjadi ruang dialog epistemik global jika disertai struktur pedagogis yang inklusif dan reflektif. Penelitian ini merekomendasikan eksplorasi lebih lanjut pada dinamika kurikuler lintas wacana dalam pendidikan Islam kontemporer.

Penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi wacana orientalisme ke dalam kurikulum kampus berbasis pesantren seperti ISQI Sunan Pandanaran Yogyakarta bukan hanya secara teoritis layak tetapi juga epistemis produktif.Melalui kursus “Orientalisme dan Al-Quran, mahasiswa tidak hanya dibekali oleh pendekatan kritis yang berasal dari luar Islam tetapi juga dilatih untuk mengkonstruksi respons yang berakar pada nilai-nilai pesantren.Hasil menunjukkan transformasi perspektif dari reaksi awal menjadi analitis, serta munculnya pendekatan tafsir Al-Quran yang lebih kontekstual, interdisipliner, dan terbuka terhadap kritik ilmiah.Kebijakan pendidikan Islam di institusi lain dapat merujuk pengalaman ISQI sebagai model pembelajaran yang seimbang antara kritisisme dan keyakinan.Penelitian ini terbatas pada satu institusi dan kursus tertentu, sehingga diperlukan penelitian lanjutan untuk memperluas cakupan studi dan mengevaluasi dampaknya terhadap perkembangan pemikiran Islam.

Studi lanjutan dapat memperluas penelitian ke institusi pesantren berbasis perguruan tinggi lainnya untuk membandingkan model integrasi kurikuler wacana lintas budaya. Selain itu, perlu dikembangkan pedagogi inklusif yang memandu mahasiswa dalam menghadapi tantangan epistemik global tanpa mengorbankan identitas akademik pesantren. Evaluasi jangka panjang terhadap dampak pendekatan kritis dalam studi Al-Quran terhadap kematangan intelektual dan ketahanan epistimologis mahasiswa juga menjadi prioritas.

  1. EVOLUTION AND ORIENTATION OF ISLAMIC EDUCATION IN INDONESIA AND MALAYSIA | Mas'ud | JOURNAL OF INDONESIAN... doi.org/10.15642/JIIS.2019.13.1.21-49EVOLUTION AND ORIENTATION OF ISLAMIC EDUCATION IN INDONESIA AND MALAYSIA Masud JOURNAL OF INDONESIAN doi 10 15642 JIIS 2019 13 1 21 49
  2. PESANTREN: ANTARA ORIENTALISME DAN OKSIDENTALISME | IMTIYAZ: Jurnal Ilmu Keislaman. pesantren orientalisme... doi.org/10.46773/imtiyaz.v3i2.52PESANTREN ANTARA ORIENTALISME DAN OKSIDENTALISME IMTIYAZ Jurnal Ilmu Keislaman pesantren orientalisme doi 10 46773 imtiyaz v3i2 52
  3. Pesantren in the Changing Indonesian Context: History and Current Developments | Isbah | QIJIS (Qudus... journal.iainkudus.ac.id/index.php/QIJIS/article/view/5629Pesantren in the Changing Indonesian Context History and Current Developments Isbah QIJIS Qudus journal iainkudus ac index php QIJIS article view 5629
Read online
File size807.01 KB
Pages19
DMCAReport

Related /

ads-block-test