YMPAIYMPAI

Jurnal Masyarakat Sehat IndonesiaJurnal Masyarakat Sehat Indonesia

Rokok elektrik telah menjadi tren yang digemari di kalangan generasi muda. Perilaku merokok rokok elektrik dapat dipengaruhi oleh faktor individu seperti pengetahuan dan sikap serta lingkungan seperti paparan TikTok. Beberapa bentuk iklan dan promosi produk rokok elektrik muncul di TikTok. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap, dan paparan media sosial TikTok terhadap perilaku merokok rokok elektrik di kalangan mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tahun 2024, dengan menggunakan sampel sebanyak 160 responden. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional dan analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 21,9% mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta merokok rokok elektrik. Hasil analisis menunjukkan adanya korelasi antara pengetahuan (p-value 0,02), sikap (p-value 0,00), paparan konten negatif tentang rokok elektrik di media sosial TikTok (p-value 0,01) dengan perilaku merokok rokok elektrik. Siswa dituntut untuk dapat memperoleh pengetahuan tentang bahaya rokok elektronik dari sumber yang kredibel dan membantu menghindari perilaku merokok elektronik, seperti menjalankan kampanye anti merokok di TikTok.

Perilaku merokok elektrik pada mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dipengaruhi oleh faktor pengetahuan, sikap, dan paparan konten TikTok.Oleh karena itu, mahasiswa diharapkan meningkatkan pengetahuan terkait rokok elektrik dengan mencari informasi di media sosial TikTok pada sumber yang terpercaya serta berpartisipasi dalam pencegahan penyebaran rokok elektrik melalui aksi nyata atau pembuatan media informasi yang bertujuan untuk pencegahan penggunaan rokok elektrik, yaitu dengan menyebarkan konten edukatif berupa video, artikel, serta postingan yang membahas bahaya dan dampak rokok.

Penelitian selanjutnya dapat menguji secara longitudinal bagaimana intensitas paparan konten TikTok berhubungan dengan perubahan perilaku merokok elektrik selama satu tahun pada mahasiswa. Selanjutnya, dapat dikembangkan intervensi edukatif berbasis video pendek di TikTok yang dirancang bersama ahli kesehatan, kemudian dievaluasi efektivitasnya dalam meningkatkan pengetahuan dan mengurangi niat merokok elektrik melalui studi eksperimental acak. Selain itu, penelitian kualitatif dapat menggali motivasi dan persepsi mahasiswa terhadap iklan rokok elektrik di berbagai platform media sosial, termasuk Instagram dan YouTube, untuk memahami faktor psikososial yang mempengaruhi keputusan penggunaan. Penggunaan pendekatan mixed‑methods akan memungkinkan penggabungan data kuantitatif dan kualitatif untuk memperoleh gambaran yang komprehensif. Hasil temuan dapat dibandingkan dengan studi serupa di negara lain untuk menilai pengaruh budaya terhadap perilaku merokok elektrik.

Read online
File size417.15 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test