POLBANGTAN GOWAPOLBANGTAN GOWA

Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan PenyuluhanJurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan

Salah satu bagian terpenting dalam menjalankan peternakan ayam petelur adalah menghitung biaya produksi. Segala biaya yang diperlukan selama proses produksi untuk menghasilkan telur yang siap untuk dijual termasuk dalam harga pokok produksi. Biaya pakan, pemeliharaan kandang, tenaga kerja, kesehatan hewan, dan penyusutan alat produksi merupakan faktor utama yang mempengaruhi biaya produksi pada peternakan ayam petelur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui biaya produksi yang berhubungan dengan usaha peternakan ayam petelur PT Cahaya Tiga Putri. Penelitian ini bersifat deskriptif dan kuantitatif, dan dilakukan di PT Cahaya Tiga Putri. Gaji karyawan, biaya produksi telur, dan biaya pendukung seperti air dan energi merupakan beberapa contoh pengeluaran yang diteliti dalam penelitian ini. Dengan menggunakan metode Whole Costing, teknik analisis data digunakan untuk menentukan harga pokok produksi. Berdasarkan temuan penelitian, biaya produksi per butir telur PT Cahaya Tiga Putri mencapai Rp952. Oleh karena itu, jika perusahaan ini tidak mematuhi harga pasar per butir telur yakni Rp1.834 maka bisa meraup untung besar. Petani dapat menggunakan temuan analisis ini sebagai panduan untuk menilai biaya produksi dan membuat keputusan yang lebih tepat mengenai kapan harus menjual untuk memaksimalkan pendapatan.

Penelitian menunjukkan bahwa harga pokok produksi (HPP) per butir telur di PT Cahaya Tiga Putri adalah Rp 952, dan usaha dapat memperoleh keuntungan bila harga jual melebihi Rp 1.Hasil analisis dapat dijadikan pedoman bagi peternak untuk menentukan HPP secara akurat dan meningkatkan profitabilitas.Namun, perhitungan saat ini masih didasarkan pada catatan informal dan tidak mengacu pada teori akuntansi, sehingga diperlukan pendekatan yang lebih sistematis untuk mengoptimalkan keputusan bisnis.

Penelitian selanjutnya dapat membandingkan efektivitas metode full costing dengan variable costing pada peternakan ayam petelur yang menggunakan sistem Close House, untuk mengetahui mana yang lebih akurat dalam menghitung biaya produksi. Selanjutnya, penting untuk meneliti pengaruh otomatisasi dan teknologi ventilasi pada sistem Close House terhadap total biaya operasional dan profitabilitas, sehingga peternak dapat mengevaluasi manfaat investasi teknologi tersebut. Akhirnya, pengembangan model keputusan berbasis analisis risiko harga pasar telur dapat membantu peternak merencanakan strategi penjualan yang optimal di tengah fluktuasi harga, dengan mempertimbangkan data historis dan proyeksi pasar. Ketiga penelitian ini diharapkan dapat memberikan panduan praktis yang berbasis bukti bagi peternak dan manajer perusahaan, sekaligus meningkatkan keandalan perhitungan biaya dalam industri peternakan ayam petelur.

Read online
File size260.31 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test